fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Papaverine HCl merupakan vasodilator yang akan bekerja untuk merelaksasi otot halus atau polos pada pembuluh darah agar pembuluh darah melebar (dilatasi). Dengan adanya pembuluh darah yang melebar (dilatasi) akan memperkecil tekanan darah sehingga membantu darah untuk bisa mengalir secara lancar melalui vena dan arteri (Baca juga Phenazopyridine HCl).

Informasi

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa Papaverine HCl merupakan obat yang digunakan secara khusus untuk melemaskan otot halus atau polos sehingga dapat membuat pembuluh darah melebar. Otot halus atau otot polos merupakan otot yang gerakannya tidak dapat dikontrol, otot ini dapat ditemui pada pembuluh darah dan organ dalam yang berongga seperti lambung, usus, dan kandung kemih. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati kondisi yang mengakibatkan terjadinya kejang otot halus atau polos, termasuk juga rasa nyeri yang ada di dada, sirkulasi darah yang tidak lancar, serangan jantung, kram perut, atau kelainan perut dan kandung kemih lainnya.

Papaverine HCl
Papaverine HCl merupakan vasodilator untuk merelaksasi otot halus atau polos pada pembuluh darah agar pembuluh darah melebar (dilatasi).

Namun yang perlu diingat adalah obat ini tidak boleh digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi atau impotensi dan tidak boleh diinjeksikan ke penis karena akan menyebabkan ereksi yang sangat menyakitkan atau ereksi berkepanjangan yang akan memerlukan tindakan operasi untuk menanganinya. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke seluruh bagian tubuh termasuk ke bagian jantung dan otak, karena memang pada dasarnya Papaverine HCl adalah vasodilator. Papaverine HCl juga termasuk dalam obat antiaritmia yang bisa mengatasi denyut jantung yang tidak normal dengan cara menghalangi aktivitas elektrik yang ada pada jantung agar denyut jantung bisa kembali normal. Selain mengembalikan denyut jantung ke dalam keadaan normal, obat ini juga dapat membuat jantung memompa lebih banyak darah ke jantung.

Dosis

  1. Untuk tablet Papaverine HCl sebanyak 100 – 300 miligram, 3x – 5x dalam satu hari.
  2. Untuk Papaverine HCl tablet dengan jenis pelepasan lambat sebanyak 150 miligram setiap 12 jam. Dosis bisa saja ditingkatkan hingga 150 miligram – 300 miligram.
  3. Untuk Papaverine HCl suntukan sebanyak 30 – 65 miligram selama satu atau dua menit. Dan bisa ditingkatkan hingga 120 miligram dan bisa dilakukan setiap 3 jam sekali.

Kontraindikasi

Obat ini tidak boleh dan dilarang keras untuk dikonsumsi oleh orang yang menderita kondisi atau memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komponen atau komposisi yang ada di dalam obat ini. Hipersensitivitas merupakan suatu kondisi dimana munculnya sebuah reaksi yang berlebihan karena terlalu lemah atau sensitifnya respon imun tubuh. Akibatnya akan terjadi kerusakan, ketidaknyamanan, dan dapat mengakibatkan kondisi yang sangat fatal bagi tubuh. Reaksi ini dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu hipersensitivitas tipe 1, hipersensitivitas tipe 2, hipersensitivitas tipe 3, dan hipersensitivitas tipe 4 semakin tinggi tingkat hipersensitivitas, maka dampak yang akan muncul semakin bertambah buruk. Oleh karena itu pastikan anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin menggunakan obat-obatan lainnya untuk menghindari reaksi ini.

Interaksi dengan Obat Lain

Mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan akan dapat menimbulkan adanya interaksi obat. Jika anda mengonsumsi obat ini saat hendak berkendara, maka dianjurkan untuk lebih berhati-hati karena obat ini dapat mengurangi kemampuan berpikir atau bereaksi. Selain itu konsultasikan dengan dokter jika anda ingin mengonsumsi Papaverine HCl bersamaan dengan obat tidur, obat nyeri narkotik, perileks otot, atau obat untuk mengatasi kecemasan, depresi, kejang, dan lainnya. Berikut ini daftar beberapa obat yang tidak disarankan untuk dikonsumsi secara bersamaan dengan Papaverine HCl :

  • Amisulpride
  • Amifampridine
  • Dabrafenib
  • Hydroxyzine
  • Quetiapine
  • Sotalol
  • Sulpiride
  • Vinflunine
  • Zuclopenthixol
  • Efavirenz
  • Amiodarone
  • Piolisant

Jika anda memang diharuskan untuk mengonsumsi beberapa obat yang ada pada daftar diatas, dokter akan mengganti atau menyesuaikan dosis dalam penggunaan Papaverine HCl bersamaan dengan obat diatas. Oleh karena itu sampaikan kepada dokter tentang obat lain yang sedang anda konsumsi, termasuk vitamin, ataupun obat herbal lainnya.

Kelompok Orang Berisiko

Dilarang untuk mengonsumsi obat ini jika sedang memiliki kondisi medis seperti dibawah ini :

  • AV Blok Komplit
  • Fibrosis penis
  • Implan penis
  • Deformasi penis seperti angulasi, fibrosis cavernosa, dan penyakit peyronie.
  • Kondisi yang termasuk dalam predisposisi priapism seperti anemia sel sabit, multiple myeloma, dan leukemia.

Efek Samping

Efek samping yang bisa saja terjadi pada saat mengonsumsi Papaverine HCl antara lain sebagai berikut :

  • Pusing
  • Mudah lelah
  • Pingsan
  • Ruam pada kulit
  • Hipertensi
  • Takikardi
  • Hipotensi ortostatik
  • Mual
  • Nyeri pada perut
  • Tidak nafsu makan
  • Sembelit
  • Diare
  • Sirosis hati
  • Sesak napas
  • Ereksi berkepanjangan tanpa ada rangsangan
  • Fibrosis jaringan penis
  • Aritmia jantung

Cara Konsumsi

Obat ini harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dan aturan yang diberikan oleh dokter. Untuk penggunaan secara oral, obat ini dapat dikonsumsi setiap 8 hingga 12 jam sekali. Kapsul harus ditelan secara utuh, tidak boleh dibagi atau dihancurkan.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis