fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Glibenclamide adalah obat yang digunakan untuk mengelola kadar gula darah pada tubuh. Gula darah dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tetapi, apabila gula darah tidak terkontrol maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit. 

Maka dari itu, Glibenclamide memiliki fungsi untuk mengontrol gula darah manusia. Cara kerja dari obat Glibenclamide adalah meningkatkan produksi dari insulin tubuh melalui pankreas. 

Informasi 

Glibenclamide merupakan obat yang biasanya dikonsumsi untuk mengatur kadar gula darah di dalam tubuh. Obat ini berbentuk tablet. Obat ini termasuk ek dalam golongan antidiabetes. Dengan mengonsumsi obat ini maka akan membantu mengurangi insulin alami di tubuh melalui pankreas. 

Umumnya penggunaan Glibenclamide digunakan untuk diabetes tipe 2. Perawatan dengan mengonsumsi obat Glibenclamide dibantu dengan gerakan olahraga ringan. Tidak hanya dengan olahraga, bahwa ketika mengonsumsi obat Glibenclamide harus diiringi dengan mengatur pola makan yang sehat. 

Dosis 

Dosis untuk mengonsumsi Glibenclamide, bisa diatur oleh dokter jika ingin mengonsumsi dosis yang cukup dikatakan aman. Dengan mengonsultasikannya kepada dokter, maka Anda akan mendapatkan dosis yang sesuai dengan kondisi fisik saat ini. Ada juga dosis umum yang digunakan untuk mengonsumsi Glibenclamide, diantaranya sebagai berikut: 

Dosis untuk Orang Dewasa Pengidap Diabetes 2: 

  • Dosis awal: standar dosis 2,5 mg, dan untuk ukuran mikro 1,5 mg. Cara konsumsi di oral dalam satu kali sehari di pagi hari setelah melakukan sarapan.
  • Dosis perawatan: 1,25-20 mg untuk ukuran standar, 0,75-12 mg untuk ukuran mikro. Bisa dikonsumsi secara oral dengan dosis tunggal atau dosis terbagi menjadi dua dalam satu hari. 
  • Dosis maksimal: standar konsumsi dosis adalah 20 mg. Sedangkan, 12 mg dalam sehari untuk dua porsi. 

Dosis untuk Anak-anak: 

Masih belum terdapat penelitian lebih lanjut untuk dosis Glibenclamide terhadap anak-anak. 

Kontraindikasi 

  • Apabila Anda sedang hamil atau menyusui, maka konsultasikan bersama dengan dokter. 
  • Apabila Anda merupakan pecandu alkohol, maka lebih baik terlebih dahulu dibicarakan bersama dengan dokter. 
  • Apabila Anda pasien diabetes 1, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter. 
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit ginjal, hati, dan jantung, maka bisa dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. 
  • Apabila Anda memiliki hipersensitivitas terhadap Glibenclamide, maka bisa dibicarakan dengan dokter. 
  • Apabila Anda sedang demam atau infeksi, maka bisa bicarakan permasalahan ini dengan dokter. 

Interaksi dengan Obat Lain 

Tidak sedikit obat yang memiliki interaksi terhadap tubuh, apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat yang lain. Dengan adanya interaksi dengan obat yang lain, maka akan memperbesar efek samping yang ditimbulkan oleh obat Glibenclamide. 

Simpan seluruh list obat-obatan yang dikonsumsi, mulai dari obat resep, non-resep, ataupun herbal. Dengan mencatat semua list obat, maka Anda bisa mengonsultasikannya kepada dokter atau apoteker. Jangan pernah sekali-kali memberhentikan konsumsi obat sebelumnya ataupun mengganti dosisi dari mengonsumsi obat. 

Ada beberapa resiko jika Anda mengonsumsi dua obat sekaligus, layaknya Anda mengonsumsi Glibenclamide bersamaan dengan exenatide, aspirin, pengencer darah, sulfa, insulin, MAOI, dan probenecid, yang mampu menurunkan gula darah atau hipoglikemia. 

Kelompok Orang Berisiko 

Obat Glibenclamide, merupakan obat yang berbentuk tablet dan oral. Golongan obat menurut US foods and drugs administration FDA, telah memberitahukan bahwa obat Glibenclamide merupakan golongan C. Golongan C yang termasuk mungkin berisiko untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. 

Apabila manfaat yang dirasakan dari Glibenclamide banyak maka ibu hamil dan ibu menyusui bisa mengonsumsinya. Ketika risiko begitu besar, maka ibu hamil dan ibu menyusui tidak dianjurkan mengonsumsi Glibenclamide. Untuk amannya, ibu hamil dan menyusui bisa mengonsultasikannya bersama dengan dokter, agar mendapatkan dosis yang pas dan mengurangi risiko mengonsumsi obat. 

Inilah orang-orang yang beresiko untuk mengonsumsi obat, diantaranya sebagai berikut: 

  1. Ibu hamil dan ibu menyusui 
  2. Pasien diabetes 1 
  3. Pasien yang memiliki riwayat penyakit ginjal, hati, dan jantung
  4. Pasien yang memiliki riwayat kecanduan alkohol 
  5. Pasien yang sedang demam atau infeksi 

Efek Samping 

Efek samping yang ditimbulkan oleh obat Glibenclamide beragam, mulai dari yang ringan dan efek samping serius yang perlu penanganan dari dokter. Maka dari itu, jangan sampai Anda menambahkan dosis obat atau mengurangi dosis obat yang berdampak pada efek samping. 

Efek samping yang perlu membuat Anda berhenti mengonsumsi obat Glibenclamide, diantaranya sebagai berikut: 

  1. Tubuh mudah sekali memar
  2. Kulit yang memucat 
  3. Mual, muntah, nyeri pada perut 
  4. Sakit kepala yang membuat kehilangan konsentrasi 

Efek samping yang ringan, diantaranya sebagai berikut: 

  1. Sesak nafas
  2. Nyeri otot 
  3. Gatal-gatal 
  4. Penglihatan mengabur 

Cara Konsumsi 

Ada beberapa cara yang cukup diperhatikan oleh Anda ketika mengonsumsi obat Glibenclamide. Dalam mengonsumsi obat Glibenclamide, Anda hanya perlu mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter dan mengikuti cara minum dari obat Glibenclamide. Jangan pernah merubah dosis konsumsi obat. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis