fbpx

Nadifloxacin: Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Sep 18, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf N | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Nadifloxsacin atau nadifloksasin merupakan kandungan yang terdapat dalam acuatim cream. Acuatim cream sendiri merupakan jenis cream topikal yang umumnya digunakan untuk mengatasi jerawat atau acne vulgaris yang sudah param. Acuatim cream ini memang mengandung Nadifloxacin yang merupakan salah satu obat jenis antibiotik fluorokuinolon topikal.  Ada beberapa merek obat yang menggunakan kandungan ini dengan manfaat yang sama.

Informasi

Nadifloxacin merupakan salah satu obat yang masuk dalam jenis antibiotik fluorokuinolon topikal. Obat ini berguna untuk mengatasi kondisi jerawat yang termasuk parah. Selain itu, Nadifloxacin sendiri juga mampu untuk mengatasi infeksi bakteri yang menyerang kulit. Cara kerja dari obat yang satu ini adalah dengan menghambat lajunya enzim DNA gyrase yang termasuk atau terlibat ke dalam sintesis dari DNA bakteri serta replikasi. Sehingga multiplikasi bakteri nantinya dapat dihambat dengan penggunaan obat ini.

Selain memiliki fungsi atau efek antibakteri, obat yang satu ini juga memiliki fungsi lain yakni efek anti inflamasi serta efek sebostatik yang gunanya dapat  membantu perbaikan kondisi pasien secara klinis.

Dosis

Dosis obat ini bisa saja berbeda untuk setiap orang. Namun, umumnya dosis yang diberikan untuk pasien yang membutuhkan obat tersebut adalah dengan mengoleskan obat ini dengan jadwal 2 kali sehari. Jika Anda menggunakan obat untuk mengatasi kondisi jerawat, maka pastikan untuk membersihkan kulit terlebih dahulu, jika sudah Anda dapat mengoleskan cream tersebut.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Interaksi obat memang bisa terjadi jika Anda menggunakan beberapa jenis obat secara bersamaan. Untuk interaksi obat ini, belum diketahui secara pasti obat apa yang dapat menimbulkan interaksi jika digunakan dengan Nadifloxacin. Namun, ada baiknya memberitahu dokter atau apoteker jika Anda sedang menggunakan jenis obat lain. 

Pastikan untuk memberi tahu obat apa saja yang sedang Anda gunakan, termasuk obat dengan resep, obat tanpa resep, obat herbal, suplemen maupun jenis obat lainnya. Tujuannya adalah untuk mengurangi resiko terjadinya interaksi obat tersebut.

Kelompok Orang Berisiko

Selain adanya interaksi dengan obat lain, penyakit atau kondisi tertentu dari pasien juga dapat menyebabkan kontraindikasi. Kondisi yang tidak diperbolehkan untuk menggunakan obat ini adalah jika Anda memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan Nadiflocacin maupun antibiotik yang termasuk kedalam golongan kuinolon (baca juga Yuk Kenali Tips Konsumsi Obat Antibiotik yang Benar).  

Kondisi tersebut dapat memparah jerawat Anda karena penggunaan obat yang tidak cocok pada kulit. Pastikan Anda juga mengatakan riwayat penyakit lain jika memang ada kepada dokter atau kepada apoteker untuk menghindari kontraindikasi. Sebelum menggunakan, Anda perlu membaca semua keterangan yang terdapat pada kemasan termasuk peringatan yang disertakan.

Efek Samping

Sama halnya seperti obat lain, Nadifloxacin juga memiliki beberapa efek samping. Namun, efek samping yang disebabkan dari penggunaan obat ini terbilang masuk ke dalam kategori ringan hingga sedang. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat ini meliputi, sensasi atau rasa terbakar, selain itu kulit terasa gatal, kedua efek samping ini adalah efek samping yang paling umum terjadi.

Anda disarankan untuk segera menghentikan penggunaan obat ini jika Anda mengalami alergi seperti muncul ruam, bengkak pada area tertentu serta gejala alergi obat lainnya. Efek samping lain yang bisa muncul adalah iritasi, pruritus, wajah terasa panas, dermatitis kontak, papula serta kulit menjadi lebih kering.

Jika efek samping yang Anda rasakan setelah menggunakan obat ini tak kunjung membaik maka segera periksakan kondisi tersebut kepada dokter untuk segera ditangani dengan tepat.

Cara Konsumsi

Cara menggunakan obat ini adalah sesuai dengan petunjuk yang diberikan dokter atau ikuti petunjuk cara pemakaian yang ada pada kemasan. Pastikan untuk membersihkan area kulit yang akan diolesi obat terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan cotton bud atau menggunakan tangan yang telah dibersihkan. Hindari penggunaan kri ini pada area sekitar mata, jika tak sengaja terkena mata. Segera bilas dengan air bersih atau air mengalir.

Jangan menggunakan cream ini dalam jangka waktu yang terlalu lama untuk menghindari resiko resistensi antibiotik. Segera hentikan penggunaan obat jika memang tidak ada perubahan setelah Anda menggunakan cream ini dalam jangka waktu 4 minggu untuk mengobati acne vulgaris atau jerawat pada kulit Anda. Anda dianjurkan menghentikan penggunaan obat ini jika kondisi atau lesi yang meradang sudah hilang.

Penggunaan cream pada bayi belum terdapat efek samping yang jelas. Pastikan untuk mengkonsultasikannya dengan apoteker atau dokter jika Anda ingin menggunakan cream ini pada bayi. Simpanlah obat ini dalam tempat yang jauh dari jangkauan hewan peliharaan maupun dari jangkauan anak-anak. Jika terjadi efek samping setelah penggunaan obat tersebut, Anda bisa mengkonsultasikannya dengan dokter. Jika efek samping tak kunjung hilang, pastikan untuk segera mungkin menghentikan pemakaian obat ini.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis