fbpx
BerandadirektoriPenyakitKonstipasi

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Konstipasi

Konstipasi atau sembelit merupakan kondisi dimana frekuensi buang air besar lebih sedikit dari biasanya. Setiap orang memiliki jarak waktu buang air besar yang berbeda-beda. Secara umum, manusia buang air besar dalam satu minggu minimal tiga kali. Apabila frekuensinya kurang dari 3 kali dalam seminggu, dipastikan orang tersebut mengalami konstipasi. Akibatnya, feses menjadi kering dan keras sehingga sulit untuk dikeluarkan dari anus.

Informasi

Dalam sistem pencernaan, buang air besar adalah tahap yang terakhir. Makanan yang dikonsumsi akan masuk menuju lambung, usus, lalu sampai usus besar. Setelah air dan nutrisi diserap oleh tubuh, maka sisa makanan akan dikeluarkan melalui anus sebagai tinja atau feses. Namun, sesekali setiap orang mengalami konstipasi. Kondisi ini bukanlah hal yang serius dan hanya sebentar dengan tingkat keparahan yang berbeda. Akan tetapi, kasus ini bisa menjadi kronis bila terus berulang beberapa kali dalam waktu 3 bulan. Apalagi, sembelit dapat mengganggu aktivitas penderita setiap hari.

Seseorang cenderung mengalami sembelit saat mencoba makanan baru, stres, atau sebab hal lain. Namun, dari semua kelompok usia, yang paling berisiko mengalami konstipasi adalah wanita hamil, orang dengan berat badan berlebih, lansia, dan yang terlalu sering duduk. 

Gejala

Orang yang mengalami konstipasi, umumnya akan mengalami gejala dan tanda berikut ini.

  • Kesulitan buang air besar
  • Feses kering atau keras
  • BAB kurang dari tiga kali seminggu
  • Perut terasa kencang, keras, dan penuh
  • Sakit perut dan terkadang mual
  • Feses berdarah atau keluar darah usia BAB
  • Merasa tidak puas setelah BAB

BAB biasanya cepat sembuh dengan perawatan sederhana. Namun, jika sudah mengalami gejala berikut, Anda harus segera menghubungi dokter.

Jaminan Lifepack untuk Anda

  • Susah BAB lebih dari 2 minggu
  • Gejala tidak membaik setelah pengobatan mandiri
  • Feses berdarah
  • Penurunan berat badan

Penyebab

Konstipasi dapat terjadi karena kotoran yang melewati usus bergerak lebih lambat dari biasanya, sehingga menjadi kering dan keras. Berikut ini adalah beberapa penyebab konstipasi yang dialami oleh setiap orang.

  • Pola makan yang buruk
  • Malas bergerak akan menimbulkan usus tidak bergerak. Sementara, usus perlu bergerak supaya kotoran dapat melewatinya dengan mudah.
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, hipotiroid, penyakit Parkinson, stroke, multiple sclerosis, hiperparatiroid, kanker colorectal, kanker perut, atau fisura anal.
  • Minum obat tertentu, seperti obat anti nyeri, antihistamin, dan antidepresan.
  • Hamil 
  • Stress atau perubahan lingkungan

Faktor Risiko

Faktor-faktor berikut akan meningkatkan risiko seseorang mengalami konstipasi, diantaranya:

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

  • Lansia
  • Hamil
  • Kurang konsumsi serat atau air (dehidrasi)
  • Kurang beraktivitas
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan sembelit
  • Melakukan perjalanan jauh

Diagnosis

Untuk mendiagnosis konstipasi, dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut.

  • Tes darah untuk mengamati adanya kondisi sistemik, seperti kadar hormon tiroid rendah
  • Sinar X
  • Pemeriksaan rektum dan kolon bawah (sigmoidoskopi)
  • Pemeriksaan rektum dan seluruh kolon (kolonoskopi)
  • Evaluasi fungsi otot sfingter anal untuk mengukur koordinasi otot saat pergerakan usus
  • Studi transit kolonik
  • Defekografi atau rontgen rektum
  • MRI defekografi untuk memvisualisasi fungsi otot-otot defekasi

Konstipasi yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan komplikasi meliputi:

  • Pembengkakan pembuluh darah di anus atau wasir (ambeien)
  • Kulit anus robek
  • Kotoran tidak bisa dikeluarkan dan menumpuk (fecal impaction)
  • Ada usus yang keluar dari anus disebut prolaps anus

Pengobatan

Untuk mengatasi sembelit, dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Berikut ini adalah penjelasannya.

  • Olahraga rutin

Malas bergerak akan membuat gerakan usus melambat hingga akhirnya mengakibatkan konstipasi. Biar gerakan usus normal kembali dan buang air besar lancar, cobalah untuk berolahraga secara tuin. Jangan pula malas beraktivitas seperti berjalan daripada duduk seharian.

Jaminan Lifepack untuk Anda

  • Minum air lebih banyak, sekitar 1.5 liter hingga 2 liter biar feses dapat keluar lebih lancar da konstipasi mereda
  • Perbanyak konsumsi makanan berserat seperti sayur (bayam, kangkung, wortel, kol, atau kentang) dan buah-buahan (kiwi atau jeruk).
  • Minum obat konstipasi pelancar BAB (obat laksatif) apabila perubahan gaya hidup dan makanan tidak berpengaruh. Salah satu obat laksatif yang bisa Anda gunakan yaitu Entrostop Tablet – 12 tablet – Mengatasi diare dan meredakan gejala nyeri perut (Rp36.000).
  • Terapi lain berupa latihan otot pinggang biar lebih rileks dan semakin kencang
  • Operasi

Pencegahan

Supaya terhindar dari konstipasi, berikut ini adalah langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

  • Membiasakan diri ke toilet setiap hari pada waktu yang sama
  • Perbanyak konsumsi makanan sehat yang berserat tinggi, seperti kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, dedak, dan sereal.
  • Konsumsi banyak air putih
  • Berolahraga secara teratur dan jangan malas bergerak, terutama setelah makan
  • Atasi stress dengan melakukan terapi inhalasi, meditasi, dan hal-hal yang disukai
  • Jangan tahan ketika ada keinginan untuk buang air besar
  • Hindari obat-obatan tanpa resep karena dapat mengakibatkan sembelit

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Konsultasi Bersama Dokter kami secara Gratis, dan Dapatkan Resep Obat anda

Konsultasi Sekarang

Pertanyaan Seputar Lifepack

+

Apa itu Lifepack?

+

Apa yang membuat Lifepack berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Lifepack?

+

Berapa lama pengiriman obat saya?

+

Dokter spesialis apa saja yang tersedia di Lifepack?

Konsultasi Bersama Dokter kami secara Gratis, dan Dapatkan Resep Obat Anda

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Konsultasi mobile Bersama Dokter kami secara Gratis, dan Dapatkan Resep Obat anda

Konsultasi Sekarang

Jaminan Lifepack untuk Anda

100% Obat Asli

Semua produk yang kami jual dijamin asli dan kualitas terbaik.

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS!

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Kebersihan Apotek Selalu Terjaga

Apoteker selalu dicek suhu badannya

Apoteker selalu menggunakan Sanitizer

Kemasan obat praktis dan aman

Pengiriman dilakukan tanpa kontak langsung

Artikel Terkait

perbedaan demam berdarah malaria

Perbedaan Demam Berdarah dan Malaria

direktoriPenyakit   27/09/2022
demam berdarah dan tifus

Wajib Tahu! Perbedaan Demam Berdarah dan Tifus

direktoriPenyakit   26/09/2022
fase demam berdarah

Jangan Lengah, Ini 3 Fase Demam Berdarah yang Harus Dipahami

direktoriPenyakit   05/09/2022
jantung koroner

Jantung Koroner: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

direktoriPenyakit   02/09/2022

Sama-sama Gangguan Memori, Apa Perbedaan Alzheimer dan Demensia?

direktoriPenyakit   26/07/2022

Tebus Obat Tak Perlu Antre Lagi

Dapatkan atau Upload resep, obat siap dikirim ke lokasi Anda

Chat via Whatsapp

Respon Cepat, Jawaban Akurat

Download Aplikasi

Obat Dijamin Asli, Lengkap dan Murah

Pelajari Lebih Lanjut

Metode Pembayaran

metode pembayaran

Partner Pengiriman