fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

DItinjau oleh: dr. Denny Archiando

Iktiosis merupakan salah satu kelainan kulit yang muncul. Kelainan ini ditandai dengan penebalan kulit, kulit berubah menjadi bersisik, kasar dan mirip dengan kulit ikan. Kondisi iktiosis dapat diwariskan dari orang tua.

Informasi 

Sebenarnya, penyebab dari kondisi ini adalah adanya gangguan regenerasi kulit, ketika berada dalam kondisi ini proses pembentukan serta pengelupasan kulit menjadi tak seimbang. Inilah yang menjadi penyebab kulit kehilangan kelembabannya. Hingga sekarang, terdapat kurang lebih 20 variasi dari iktiosis.

Variasi dari penyakit ini adalah seperti iktiosis vulgaris, iktiosis kongenital, iktiosis X-linked ichthyosis dan yang lainnya. Tetapi jenis iktiosis yang paling umum ditemui ialah iktiosis vulgaris.

Gejala

Gejala dari kondisi ini yang sering muncul ialah kulit menjadi menebal, kering dan lebih bersisik. Sisik pada kulit timbul disebabkan karena iktiosis dapat berwarna abu-abu, putih maupun cokelat gelap. Penebalan kulit atau perubahan kulit menjadi bersisik biasanya muncul di daerah perut, bokong, punggung, tungkai dan tulang kering. Tak jarang, penebalan kulit ini juga muncul di wajah serta area kepala.

Tak hanya gejala di atas, ada beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita penyakit ini, seperti:

  1. Kulit menjadi terasa gatal dan kemerahan
  2. Kulit mudah terkelupas
  3. Kulit terasa kencang, dan sulit untuk digerakkan
  4. Kulit menjadi mudah pecah
  5. Kulit tidak dapat mengeluarkan keringat

Berbagai gejala dari di atas dapat memburuk ketika suhu udara menjadi dingin, namun kondisi kulit akan semakin membaik jika suhu udara berubah menjadi hangat. Untuk kondisi yang sudah diwariskan, gejala di atas dapat muncul dari lahir atau ketika mencapai usia anak-anak. Biasanya, kemunculan penyakit ini sebelum umur 5 tahun.

Penyebab

Untuk penyakit yang disebabkan karena keturunan, dikarenakan adanya mutasi genetik. Mutasi genetik ini nantinya akan mempengaruhi kecepatan regenerasi sel kulit dan kemampuan kulit agar tetap berada dalam kondisi yang lembab. Jenis penyakit ini yang disebabkan karena mutasi genetik adalah iktiosis vulgaris, iktiosis congenital ichthyosiform, iktiosis Harlequin dan beberapa jenis iktiosis lainnya.

Iktiosis yang diperoleh biasanya berkembang ketika sudah menginjak dewasa. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan lain seperti infeksi HIV, sarkoidosis, kanker, penyakit ginjal hingga hipotiroid. 

Tak hanya mutasi genetik, penyebab lain dari iktiosis bisa dikarenakan oleh pengonsumsian obat tertentu seperti:

  • Obat untuk kanker , obat yang menghambat protease, hydroxyurea
  • Obat untuk mengatasi kolesterol tinggi, contohnya seperti asam nikotinat
  • Obat yang digunakan untuk mengatasi asam lambung seperti cimetidine
  • Obat yang dipergunakan untuk mengatasi kusta seperti clofazimine

Faktor Risiko

Melihat dari kondisi ini, faktor risiko terbesar mengalami penyakit ini adalah ketika memiliki saudara atau keluarga dengan kondisi iktiosis. 

Diagnosis

Bagaimana cara dokter melakukan diagnosis dari kondisi ini? ketika gejala sudah muncul dan Anda melakukan konsultasi ke dokter, nantinya dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan seperti riwayat kesehatan yang Anda miliki, serta obat-obatan yang selama ini Anda konsumsi.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada fisik serta area kulit yang terlihat kering. Gejala serta hasil pemeriksaannya kadang kala mirip dengan penyakit kulit lainnya seperti psoriasis dan eksim. Oleh sebab itu, nantinya dokter akan menganjurkan berbagai pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis yang dilakukannya.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter seperti tes DNA. Tes ini bisa menggunakan sampel air liur. Cara ini dilakukan untuk mengetahui adanya perubahan gen, terutama pada jenis warisan. Selain tes DNA, pemeriksaan iktiosis yang lainnya adalah biopsi kulit. 

Biopsi kulit ini dilakukan agar bisa mengetahui adanya perubahan struktur yang berada di kulit, pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab dari gangguan pada kulit. Selain itu pemeriksaan juga dilakukan dengan cara mengambil sampel kulit pasien, serta meneliti lebih lanjut di lab.

Pengobatan

Perlu diketahui, kondisi iktiosis ini tidak bisa disembuhkan, sehingga pengobatan iktiosis dilakukan untuk mencegah komplikasi dan meredakan keluhan. Pengobatan dilakukan dengan beberapa metode seperti memberikan produk perawatan kulit. 

Sebenarnya bukan hanya menggunakan produk perawatan kulit yang diresepkan dokter, Anda juga bisa menggunakan petroleum jelly sesudah berendam atau mandi, selain itu Anda juga dapat menggosok kulit secara lembut dengan menggunakan spons, mandi lebih dari 1X sehari hingga menggunakan pelembab udara ketika berada di rumah atau kantor sehingga udara menjadi selalu lembab.

Untuk kondisi iktiosis yang sudah parah, dokter akan meresepkan obat seperti retinoid. Obat ini diberikan untuk mengurangi produksi sel kulit serta memperbaiki tampilan dari kulit. Ada pula antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang terjadi pada kulit. 

Pencegahan

Pemicu utama dari iktiosis adalah faktor keturunan sehingga tidak dapat dicegah, namun ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan yang dirasakan seperti rajin menggunakan pelembab kulit sesudah mandi, menggunakan pembersih kulit yang memiliki bahan minyak hingga menjaga udara agar tetap lembab.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis