Kardiomiopati

by | Jun 12, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitK | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Kardiomiopati adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh kelainan otot jantung. Pada penyakit ini, otot jantung menjadi lemah, merenggang atau mengalami masalah struktural lainnya sehingga menyebabkan kurangnya kemampuan jantung sebagai pemompa darah. Gejala yang dimiliki penyakit kardiomiopati dapat bervariasi seperti napas pendek, mudah lelah hingga merasakan nyeri di bagian dada.

Informasi

Penyebab dari kardiomiopati hingga sekarang ini tak diketahui secara pasti. Tetapi, kondisi tersebut dapat disebabkan karena kelainan genetik maupun penyakit tertentu. Penyakit yang bisa memicu terjadinya kardiomiopati seperti tekanan darah tinggi yang berlangsung dengan lama. 

Ada beberapa jenis kardiomiopati yakni:

  • Kardiomiopati dilatasi. Jenis ini membuat bagian ventrikel dari jantung merenggang, membesar serta melemah. Ventrikel merupakan ruang jantung di bagian bawah yang berguna untuk memompa darah hingga ke seluruh tubuh.
  • Kardiomiopati hipertrofik. Kondisi kardiomiopati ini ditandai dengan otot jantung menebal tanpa sebab jelas.
  • Kardiomiopati restriktif. Kondisi ini membuat jantung tidak lentur, kaku dan akhirnya mengganggu fungsi dari jantung.
  • Kardiomiopati iskemik. Kondisi ini disebabkan karena penyempitan arteri sehingga pengiriman oksigen menjadi tidak cukup ke otot jantung.
  • Kardiomiopati peripartum. Kardiomiopati jenis ini biasanya terjadi selama kehamilan atau setelah kehamilan.

Gejala

Di awal masa penyakit, kardiomiopati mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Namun gejala kardiomiopati ini bisa muncul serta berkembang dengan menurunnya kinerja jantung untuk memompa darah. Beberapa kemunculan gejala kardiomiopati ini seperti:

  • Pusing
  • Nyeri dada
  • Mudah lelah serta letih
  • Tungkai membengkak
  • Napas pendek
  • Denyut nadi menjadi tak teratur
  • Penglihatan terasa berkunang-kunang
  • Jantung menjadi berdebar-debar

Penyebab

Penyakit kardiomiopati disebabkan karena faktor genetik yang berasal dari anggota keluarga serta kondisi penyakit lain yang bisa mengganggu kinerja jantung contohnya seperti hipertensi, diabetes serta infeksi pada jantung. Penyakit jaringan ikat, endokrin dan autoimun juga bisa menjadi penyebab kardiomiopati. Bahkan penggunaan obat-obatan terlarang dapat menjadi penyebab kardiomiopati.

Faktor Risiko

Beberapa hal yang bisa semakin meningkatkan risiko penyakit kardiomiopati ini seperti:

  • Mempunyai riwayat amiloidosis, dan hemokromatosis
  • Mempunyai riwayat radioterapi dan kemoterapi
  • Menggunakan obat-obatan terlarang seperti amfetamin, kokain dan yang lainnya dalam waktu panjang
  • Mempunyai kebiasaan mengkonsumsi alkohol dengan jumlah berlebihan
  • Kekurangan mineral dan vitamin
  • Mengalami obesitas
  • Sudah pernah mengalami serangan jantung dan memiliki penyakit jantung koroner
  • Menderita hipertensi kronis
  • Mempunyai riwayat kardiomiopati di dalam anggota keluarga.

Diagnosis

Untuk melakukan diagnosis kardiomiopati, nantinya dokter menanyakan riwayat serta gejala yang dialami oleh pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik seperti memeriksa dinding dada. Beberapa pemeriksaan lanjutan seperti:

  • Pemindaian menggunakan rontgen dada, MRI dan CT Scan. Hal ini dilakukan untuk melihat kondisi jantung serta melihat ada atau tidaknya pembesaran ukuran pada jantung,
  • Treadmill stress test. Cara ini dilakukan untuk memantau irama jantung ketika tubuh mengalami stress serta fisik berat,
  • USG jantung. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa struktur serta fungsi jantung seperti menilai kondisi katup jantung,
  • EKG. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi aktivitas kelistrikan jantung serta menilai ada atau tidak kelainan irama pada jantung.

Pasien juga diharuskan menjalani serangkaian test darah, hal ini dilakukan untuk memeriksa fungsi dari kelenjar tiroid, liver dan ginjal. Pasien juga akan melakukan pemeriksaan genetik bila ternyata memiliki anggota keluarga yang mempunyai riwayat penyakit kardiomiopati.

Pengobatan

Pengobatan penyakit kardiomiopati ini bergantung pada kondisi pasien serta gejala. Fokus pengobatan kardiomiopati adalah meredakan gejala serta mencegah komplikasi. Penderita kardiomiopati ringan biasanya dianjurkan untuk menerapkan pola hidup yang sehat seperti:

  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Teratur mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi
  • Mengurangi mengkonsumsi kopi maupun minuman yang mengandung kafein
  • Mengelola stress dengan tepat
  • Bila penderita merupakan perokok aktif, diharapkan segera menghentikan kebiasaan merokok
  • Melakukan olahraga secara rutin
  • Menghentikan mengkonsumsi alkohol.

Namun, bila kardiomiopati telah menimbulkan gejala, pasien biasanya akan diberikan beberapa obat seperti:

  • Obat diuretik, obat ini digunakan untuk mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh
  • Obat yang menghambat aldosterone, obat ini digunakan untuk menyeimbangkan kadar mineral dalam tubuh, sehingga saraf dan otot jaringan jantung akan bekerja dengan maksimal,
  • Antikoagulan, obat ini merupakan pengencer darah yang akan mencegah terbentuknya gumpalan yang memperparah kardiomiopati,
  • Obat anti hipertensi. Pemberian obat ini dilakukan untuk mengelola serta menjaga tekanan darah,
  • Obat antiaritmia. Obat ini digunakan untuk mengatur detak jantung sehingga menjadi tetap teratur serta mencegah aritmia.

Pencegahan

Bila penyebab dari kardiomiopati adalah faktor genetik, tentu saja tak dapat dicegah. Namun, bila dilihat secara umum, risiko kardiomiopati serta penyakit lain bisa dicegah dengan melakukan pola hidup sehat seperti:

  • Menurunkan berat badan bila memiliki tubuh yang obesitas
  • Menghindari konsumsi alkohol
  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan sehat
  • Melakukan pemeriksaan secara rutin agar bisa mengontrol penyakit yang meningkatkan risiko kardiomiopati
  • Mengelola stress dengan baik