fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Apakah Anda mengetahui penyakit Bell’s palsy? Mungkin bagi sebagian orang masih belum mengetahuinya. Bagi Anda yang belum tahu, penyakit ini merupakan kelemahan yang terjadi pada salah satu sisi otot pada bagian wajah. Namun, penyakit ini sendiri hanya sifatnya sementara dan dapat disembuhkan dengan melakukan perawatan yang rutin. 

Bila salah satu sisi wajah terserang penyakit Bell’s palsy ini, maka biasanya wajah Anda akan terlihat lebih melorot ke bawah. Umumnya, kondisi terjadinya penyakit ini akan sering terjadi pada wanita hamil, penderita diabetes yang sudah parah dan penderita HIV. Namun perlu Anda tahu, penyakit ini sendiri dapat menyerang siapa saja baik wanita atau juga pria.

Informasi

Jika sudah terjadi saraf yang rusak pada bagian wajah, nantinya hal ini akan berdampak pada indera perasa pada tubuh dan juga cara tubuh untuk menghasilkan air mata dan ludah. Pada umumnya, Bell’s palsy sendiri dapat datang secara mendadak dan nantinya juga bisa membaik dalam hitungan minggu tanpa dilakukan sebuah tindakan medis atau pengobatan.

Walau demikian, terkadang masih ada banyak orang yang menganggap bahwa Bell’s palsy ini adalah penyakit stroke karena memiliki gejala yang mirip terutama karena adanya kelumpuhan. Padahal, kedua penyakit ini sebenarnya berbeda dimana Bell’s palsy hanya terbatas pada bagian otot wajah saja dan sebagian besar penderita dapat pulih secara total dalam kurun waktu 6 bulan.

Hal ini tentu berbeda dengan kelumpuhan yang terjadi pada stroke. Pasalnya, pada stroke sendiri kelumpuhan terjadi secara total karena saraf otak yang mati. Bahkan, penderitanya pun terkadang ada yang tak bisa sembuh total. Maka dari itu, bisa dikatakan Bell’s palsy lebih ringan jika dibandingkan dengan stroke yang dapat melumpuhkan hampir seluruh bagian tubuh.

Gejala

Gejala umum dari terjadinya Bell’s palsy sendiri adalah adanya kelumpuhan pada salah satu sisi wajah yang dapat dikenali dengan mudah. Bahkan secara lebih lanjut, kelumpuhan pada wajah ini sendiri ditunjukkan dengan adanya perubahan pada bentuk wajah, sehingga penderitanya akan sulit untuk tersenyum dengan simetris dan menutup mata di bagian sisi yang lumpuh.

Selain adanya kelumpuhan pada satu sisi wajah, gejala lain yang juga dapat muncul antara lain adalah mata berair yang berlebihan. Selain itu, penderita pun juga akan mengeluarkan air liur yang berlebihan. Sehingga, air liur ini dapat keluar dari mulut dengan sendirinya atau yang bisa disebut dengan ngeces.

Tak hanya itu, ada juga beberapa gejala dari Bell’s palsy yang juga sering dialami. Beberapa gejala yang muncul itu seperti :

  • Nyeri pada telinga yang mengalami Bell’s palsy
  • Mulut kering
  • Mata kering
  • Sakit kepala
  • Rahang terasa sakit

Penyebab

Biasanya, penderita Bell’s palsy akan mengalami peradangan yang terjadi pada saraf wajah. Hal inilah yang menyebabkan otot wajah penderita akan menjadi lemah dan bentuk wajah pun akan menjadi berbeda karena melorot. Kondisi ini pun, diduga terjadi karena adanya infeksi virus atau beberapa penyakit seperti misalnya infeksi telinga bagian tengah dan juga diabetes.

Terlebih lagi, Bell’s palsy ini dapat dialami oleh siapapun. Hanya saja, kondisi penyakit ini akan lebih sering terjadi pada Anda yang sudah berusia 15 hingga 60 tahun. Sehingga, Anda pun harus selalu waspada dan menjaga kesehatan agar tidak terserang penyakit ini terutama pada usia muda karena akan mengganggu penampilan Anda.

Faktor Risiko

Bell’s palsy sendiri bisa sembuh dalam kurun waktu tertentu dan umumnya tidak akan menyebabkan komplikasi penyakit dalam jangka panjang. Namun selama mengalami sakit ini, kebanyakan penderitanya akan akan mengalami mata kering karena bagian mata tidak bisa tertutup dengan rapat pada sisi wajah yang terkena. 

Diagnosis 

Perlu Anda tahu, dalam mendiagnosa Bell’s palsy ini nantinya dokter akan mencari kondisi yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan pada wajah seperti adanya tumor atau stroke. Dokter pun juga akan melakukan berbagai macam prosedur pemeriksaan pada bagian kepala, leher dan telinga penderita untuk mengetahui kondisi dari otot dan saraf di bagian tersebut.

Namun, jika nantinya diagnosis penyakit Bells palsy ini masih belum pasti, maka penderita pun akan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan atau THT. Nantinya, disini akan dilakukan beberapa pengecekan kesehatan seperti CT scan, MRI dan elektromiografi untuk mengetahui kondisi pasti dari saraf dan otot pada wajah penderita.

Pengobatan pada Bell’s Palsy

Biasanya untuk mengurangi terjadinya pembengkakan pada saraf wajah, penderita dapat mengonsumsi atau menggunakan obat prednison yang masuk ke dalam kelompok obat kortikosteroid. Sedangkan untuk mencegah terjadinya masalah pada mata yang tidak bisa menutup dan membuat mata kering, penderita biasanya wajib untuk memiliki obat tetes mata.

Sebagian besar penderita penyakit Bells Palsy akan mulai membaik dalam kurun waktu dua sampai tiga minggu. Namun, untuk dapat pulih secara total, akan dibutuhkan waktu sekitar 10 bulan dan hal itu tergantung dari tingkat kerusakan saraf dan otot pada bagian wajah tersebut.

Pencegahan

Apabila Anda tak ingin mengalami penyakit Bells palsy, maka Anda bisa mulai dari sekarang untuk melakukan pola hidup yang lebih sehat. Anda pun bisa melakukan berbagai macam cara seperti mengonsumsi makanan yang tinggi serat, banyak makan buah dan sayur serta rajin untuk berolahraga.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis