fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Haloperidol merupakan jenis obat yang masuk ke dalam golongan antiseptik. Manfaat obat ini adalah guna mengatasi gejala psikosis yang muncul pada penderita gangguan mental, salah satunya adalah skizofrenia. Obat yang satu ini nantinya akan membantu mengatasi atau mengurangi gejala seperti sindrom Tourette atau mengatasi gerakan otot yang tidak dapat dikontrol.

Haloperidol sendiri bekerja dengan cara mengembalikan keseimbangan dari zat kimia yang ada pada otak. Zat kimia tersebut adalah neurotransmitter sehingga pengguna obat ini akan merasa lebih tenang, kegelisahan akan berkurang serta perilaku ingin menyakiti orang lain dan perilaku agresif lainnya dapat berkurang.

Informasi

Haloperidol adalah obat yang memiliki kegunaan untuk mengatasi atau mengurangi gejala yang timbul pada gangguan mental yakni gejala psikosis yang sering kali dialami oleh penderita skizofrenia. Selain itu, obat ini juga dapat mengatasi sindrom tourette. Haloperidol sendiri mampu untuk mengatasi rasa gelisah dan gangguan perilaku lainnya.

Dosis

Dosis yang diberikan bisa berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor usia maupun kondisi pasien itu sendiri. Namun berikut dosis yang umumnya diberikan berdasarkan bentuk obat, usia serta kondisi pasien.

  1. Kondisi: Gelisah

Untuk kondisi tersebut dosis yang diberikan kepada kategori usia dewasa adalah 1 hingga 3 mg dalam selang waktu 8 jam. Obat ini diberikan dalam bentuk tablet. Sedangkan untuk bentuk infus, dosis yang diberikan kepada orang dewasa adalah 5 hingga 15 mg dalam 24 jam.

  1. Kondisi: Gejala psikosis

Untuk mengatasi gejala psikosis dosis obat tablet Haloperidol untuk usia kategori dewasa adalah 0.5 hingga 5 mg dengan jadwal 3 kali sehari. Sedangkan untuk dosis pemeliharaan adalah 3 hingga 10 mg per harinya.

Untuk  kondisi gejala psikosis pada anak dengan usia diatas 3 tahun dosis yang diberikan yakni 0.025 hingga 0,05 mg/kgBB untuk dikonsumsi setiap harinya. Dosis tersebut dibagi menjadi 2 kali minum. Maksimal pembelian dosis adalah 10 mg

  1. Kondisi: Sindrom Tourette

Untuk kondisi sindrom Tourette, dosis yang diberikan untuk kategori orang dewasa adalah 0.5 hingga 1.5 mg yang diminum 3 kali sehari. Peningkatan dosis ini dapat mencapai 30 mg per hari jika memang dibutuhkan. Sedangkan untuk dosis pemeliharaan untuk kondisi ini adalah 4 mg per harinya.

  1. Kondisi: Cegukan

Untuk mengatasi kondisi cegukan, dosis yang diberikan kepada orang dewasa adalah 5 mg dengan jadwal minum 3 kali sehari.

  1. Kondisi: Mual dan muntah

Untuk mengatasi rasa mual dan muntah, penggunaan obat Haloperidol dalam bentuk tablet untuk kategori dewasa adalah 5 hingga 20 mg per harinya.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Interaksi obat dapat terjadi jika mengkonsumsi Haloperidol secara bersamaan dengan obat lain. berikut beberapa interaksi yang dapat terjadi jika Haloperidol digunakan bersamaan dengan penggunaan obat lain:

Carbamazepine serta rifampicin jika dikonsumsi secara bersamaan dengan obat Haloperidol  maka akan membuat kadar dari obat Haloperidol  yang ada pada darah menjadi menurun. Penggunaan obat diuretik bersama obat Haloperidol dapat menyebabkan resiko aritmia menjadi meningkat, selain itu juga dapat mengganggu keseimbangan dari elektrolit yang ada pada tubuh. Clozapine serta chlorpromazine dapat membuat kadar Haloperidol menjadi meningkat.

Penggunaan obat penenang dengan Haloperidol dapat menyebabkan resiko terjadinya gejala gangguan pada sistem saraf pusat.

Kelompok Orang Berisiko

Bagi penderita penyakit jantung, gangguan saraf pusat, gangguan pembuluh darah, sindrom mulut kering, glaucoma serta penderita alzheimer diharapkan untuk lebih berhati-hati ketika menggunakan obat ini. jika terjadi reaksi alergi maupun overdosis obat ketika mengkonsumsi Haloperidol, maka segera pergi ke rumah sakit terdekat atau temui dokter terdekat guna memperoleh penanganan.

Obat ini juga tidak boleh dikonsumsi bagi para penderita penyakit demensia maupun orang dengan kategori usia lanjut. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki penyakit lain untuk menghindari kontraindikasi.

Efek Samping

Sama dengan penggunaan obat lainnya, obat Haloperidol juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Berikut efek samping yang umum dari obat Haloperidol:

  • Disfungsi ereksi.
  • Gangguan siklus menstruasi.
  • Akathisia atau keinginan untuk selalu bergerak
  • Dystonia atau gangguan yang terjadi pada gerakan otot
  • Tardive dyskinesia atau gerakan yang tak terkendali pada bagian bibir, lidah serta wajah
  • Berat badan bertambah.
  • Otot kaku.
  • Timbul gejala layaknya penyakit parkinson
  • Sakit kepala.
  • Sulit tidur.
  • Lemas.

Cara Konsumsi

Haloperidol tablet bisa dikonsumsi baik setelah maupun sebelum makan. Jika Anda mengkonsumsi obat ini dalam bentuk tablet, maka gunakanlah air putih supaya ketika menelan obat menjadi lebih mudah.

Sedangkan untuk obat dalam bentuk tetes minum maka konsumsilah sesuai dengan keterangan yang ada pada kemasan atau mengikuti petunjuk dokter.  Untuk obat dalam bentuk injeksi atau suntik, maka pemberian obat ini harus dilakukan oleh dokter atau petugas medis. Jangan mengubah dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Untuk tebus resep obat, anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antri di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis