fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Ketika tenggorokan Anda terasa sakit, itu artinya Anda sedang terserang radang tenggorokan. Hal ini biasanya menjadi pertanda bahwa kondisi tubuh Anda sedang mengalami penurunan. Setelah itu, biasanya juga diikuti batuk dan pilek. Radang tenggorokan terjadi karena ada beberapa bakteri yang menyerang area tersebut. Untuk meredakannya, Anda bisa mengonsumsi obat antibiotik dengan kandungan Gramicidin di dalamnya. 

Informasi 

Gramicidin merupakan salah satu antibiotik yang biasa dipakai untuk mengatasi peradangan. Antibiotik ini bekerja dengan cara membunuh beberapa jenis bakteri penyebab peradangan. Namun antibiotik ini kurang efektif jika digunakan untuk mengatasi infeksi akibat virus. 

Peradangan yang bisa diobati dengan antibiotik ini diantaranya; radang mulut, radang gusi, radang tenggorokan, bronkitis, radang amandel, dan periodontitis atau infeksi gusi. Obat dengan kandungan Gramicidin juga dapat diresepkan untuk peradangan lain akibat infeksi pasca operasi gigi dan mulut. 

Jenis bakteri penyebab infeksi yang mempan diatasi dengan Gramicidin diantaranya adalah Staphylococci, Streptococci, Propionibacterium acnes, Bacteroides, serta Fusobacterium sp. Antibiotik ini biasanya tersedia dalam obat berbentuk tablet hisap dan bisa digunakan untuk anak usia 2 tahun ke atas hingga dewasa. 

Dosis

Dosis Gramicidin pada sebuah obat tablet hisap adalah 1,0 mg dan dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan dewasa. Konsumsi untuk anak-anak usia 2 tahun ke atas adalah 1 tablet isap, 4-5 kali sehari. Sedangkan konsumsi untuk dewasa, dosis yang digunakan adalah 1-2 tablet isap, 4-5 kali sehari. 

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Penggunaan obat dengan kandungan Gramicidin yang dikonsumsi bersamaan dengan obat methotrexate, furosemid, dan digoxin dapat meningkatkan risiko efek samping. Selain itu, jika dikonsumsi bersama dengan obat aminoglikosida, seperti bacitracin, vancomycin, dan polymyxin B, akan meningkatkan risiko kerusakan ginjal dan saraf. 

Selanjutnya, antibiotik Gramicidin jika digunakan bersama dengan bifosfonat dapat meningkatkan risiko hipokalsemia. Konsumsi antibiotik ini juga akan menurunkan efektivitas vaksin tifoid (tipes). 

Gramicidin tidak disarankan digunakan bersama dengan obat penenang atau obat tidur, obat diuretik, obat antikoagulan, dan obat dengan kandungan aminoglikosida. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter ketika memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat. 

Kelompok Orang Berisiko

Pastikan Anda memberitahu dokter jika memiliki alergi terhadap antibiotik tertentu, karena tidak semua cocok dengan reaksi antibiotik Gramicidin. Anda juga perlu memberitahu dokter jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mencegah terjadinya interaksi, keracunan obat, serta efek samping yang berbahaya.

Selain itu, Anda juga perlu memberitahu dokter akan suatu penyakit yang sedang atau pernah Anda derita. Pada kondisi ibu hamil dan menyusui jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik ini, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. 

Efek Samping

Efek samping ringan yang bisa muncul dari penggunaan antibiotik Gramicidin adalah mual, tidak nafsu makan, dan gangguan pencernaan. Efek samping yang lebih parah namun jarang sekali terjadi, akan timbul reaksi mual, gangguan pencernaan, hingga anoreksia atau gangguan pola makan

Anda disarankan segera konsultasi dengan dokter bila timbul keluhan setelah mengonsumsi obat dengan kandungan Gramicidin. Anda juga harus mengawasi penggunaan antibiotik ini pada anak-anak karena bentuknya tablet hisap berisiko membuat anak-anak tersedak.

Cara Konsumsi

Anda diharuskan mengonsumsi antibiotik Gramicidin sesuai aturan pakai yang tertera di kemasan obat atau sesuai anjuran dokter. Antibiotik ini dapat dikonsumsi setelah makan, dengan cara menghisap tablet di dalam mulut sampai habis, seperti menghisap permen.

Berilah jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Jangan lupa buat jadwal konsumsi pada jam yang sama tiap hari agar obat dapat bekerja secara maksimal. Anda harus menghabiskan seluruh dosis yang diberikan dokter, meskipun kondisi sudah membaik.

Perlu diingat untuk tidak berhenti minum obat ini secara tiba-tiba tanpa seizin dokter. Karena hal tersebut justru dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat, sehingga radang tenggorokan yang dialami makin sulit diobati. Anda dapat menyimpan obat ini pada suhu ruangan dan di dalam wadah tertutup agar terhindar dari paparan sinar matahari, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Sebisa mungkin hindari konsumsi antibiotik ini lebih dari seminggu. Apabila gejala sakit tenggorokan Anda makin memburuk atau terus berlangsung hingga lebih dari 7 hari, segeralah periksakan diri ke dokter. Penggunaan antibiotik ini pada lansia harus dilakukan secara hati-hati. Agar aman, gunakan sesuai resep dokter.

Anda harus terbuka kepada dokter jika memiliki alergi terhadap obat golongan aminoglikosida, seperti streptomycin, neomycin, dan amikacin. Anda juga harus menghindari makanan yang sangat asam seperti minuman berkarbonasi, jus jeruk, jus lemon, coklat, dan produk berbahan dasar tomat (saus tomat).

Hal tersebut karena makanan dan minuman yang rasanya asam dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap obat-obatan secara maksimal. Jika Anda orang yang mengonsumsi tembakau atau alkohol, diskusikan penggunaan antibiotik ini dengan dokter.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis