fbpx

Gejala Penyakit Jantung pada Wanita yang Jarang Disadari

Sep 16, 2020 | Jantung | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Penyakit jantung (kardiovaskuler) bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Bisa dikatakan, penyakit kronis ini menjadi pembunuh nomor satu bagi wanita usia 25 tahun keatas di Amerika Serikat. Bahkan, angka kematian akibat penyakit jantung pada wanita jauh lebih tinggi daripada pria. Ahli kesehatan pun menyimpulkan bahwa ada perbedaan antara gejala penyakit jantung pada wanita dengan pria, sehingga membuat para wanita kurang mendapatkan perawatan lebih dini.

Penyakit jantung identik dengan nyeri di dada yang dirasakan oleh penderitanya. Namun, berbeda jika wanita yang mengalaminya. Sebab, penyakit jantung pada wanita tidak selalu ditandai dengan rasa sakit didada. Bahkan, beberapa gejala penyakit jantung pada wanita lebih samar hingga sering tidak disadari jika ia menderita penyakit tersebut. Padahal, perawatan lebih dini sangat diperlukan sehingga penyakit jantung dapat segera diatasi. 

Lalu, seperti apakah gejala-gejala penyakit pada wanita yang perlu diwaspadai?

Gejala Penyakit Jantung

Dada Terasa Tidak Nyaman

Secara umum, gejala penyakit jantung ditandai dengan nyeri dada yang tidak nyaman. Akan tetapi, gejala nyeri dada yang dialami wanita mungkin sedikit berbeda dengan pria. Saat merasakan gejala serangan jantung, nyeri dada seperti terasa penuh atau diremas. Gejala tersebut juga bisa timbul pada bagian tubuh yang lain. Ada juga yang merasa nyeri ini seperti ada yang mengikat dada dengan sesuatu yang ketat. Nah, apapun itu rasanya, ketika Anda mengalami rasa tidak nyaman pada bagian dada, berarti menjadi salah satu tanda atau gejala serangan jantung pada wanita.

Nyeri pada Leher, Punggung, Lengan, dan Rahang

Berbeda dengan nyeri bagian dada yang sulit dikategorikan sebagai penyakit jantung, seorang wanita justru mengalami rasa sakit yang lebih sering pada leher, punggung, lengan, dan rahang dibanding dengan pria sebagai wujud gejala penyakit jantung. Memang, gejala ini sangat membingungkan mengingat bagian tubuh yang terasa sakit tidak terfokus pada dada saja. Akan tetapi, gejala ini dapat terjadi secara bertahap ataupun mendadak. Mungkin juga, gejala akan hilang secara tiba-tiba dan muncul kembali dengan frekuensi yang lebih intens. Parahnya lagi, gejala ini bisa membangunkan Anda yang lagi tertidur. Jadi, apabila Anda mengalami hal-hal tidak biasa, sebaiknya sampaikan pada dokter.

Nafas Terengah-engah

Gejala penyakit jantung pada wanita juga ditunjukkan dengan nafas yang terlalu pendek, sehingga terdengar seperti terengah-engah. Kesulitan bernafas ini bisa terjadi kapanpun, terutama saat Anda sedang beraktivitas ringan hingga berat. Apalagi jika kondisi ini disertai dengan rasa lelah atau dada yang sesak, maka menandakan adanya masalah pada jantung Anda. Gejala ini bisa dialami pada seseorang yang sedang berbaring, namun setelah duduk akan kembali mereda.

Gangguan Tidur

Tak disangka, rupanya gangguan tidur pada wanita bisa jadi pertanda dari gejala serangan jantung. Gangguan tidur pada wanita ini bisa berbentuk kesulitan untuk tidur, sering terbangun ditengah malam tanpa alasan yang jelas, serta merasa lelah, walaupun sudah tidur cukup. Nah, jika Anda mengalami gejala satu ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter apakah berkaitan dengan gejala serangan jantung atau tidak.

Sakit Perut

Sebelum mengalami serangan jantung, tidak sedikit wanita yang mengalami sakit perut seperti ditekan. Selain itu, ada pula masalah pencernaan lain yang dialami, mulai dari mual, muntah, dan gangguan pencernaan. Sayangnya, kebanyakan wanita meremehkan gejala ini.

Berkeringat Dingin

Pertanda gejala serangan jantung pada wanita lainnya adalah berkeringat dingin, padahal sedang tidak beraktivitas. Tentu saja, kondisi sangat patut dicurigai mengingat keringat umumnya keluar karena aktivitas fisik yang berat atau olahraga. Apalagi, jika keringat yang dihasilkan berupa keringat dingin.

Merasa Lelah

Sebagian wanita merasa lelah saat mengalami serangan jantung. Sekalipun wanita telah beristirahat sementara waktu atau tidak aktif menggerakkan tubuhnya. Jika mengalami rasa lelah yang berlebihan ini, sebaiknya patut curiga sebagai gejala penyakit jantung. Saking lelahnya, beberapa wanita sampai tidak kuat untuk sekedar jalan kaki menuju toilet. 

Gejala-gejala lain yang menjadi tanda penyakit jantung pada wanita diantaranya:

  • Detak jantung tidak beraturan
  • Pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk tidak kunjung berhenti

Penyakit jantung lebih sering dialami pada wanita dengan kondisi berikut ini.

  • Menderita diabetes
  • Memiliki kolesterol tinggi
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Obesitas
  • Merokok aktif
  • Stress berat (depresi)
  • Riwayat keluarga memiliki penyakit jantung

Apabila penyakit jantung tidak segera ditangani dengan tepat, makan akan menimbulkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Gagal jantung, terjadi saat jantung tidak mampu memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Biasanya, kondisi ini terjadi karena penyakit jantung koroner, infeksi jantung, dan kelainan jantung lainnya.
  • Stroke, terjadi ketika arteri ke otak tersumbat, sehingga aliran darah yang diterima tidak cukup.
  • Aneurisma, terjadi pembesaran di dinding arteri yang bisa berisiko kematian bila pecah.
  • Jantung berhenti mendadak yang berarti tidak bisa bernapas dan hilang kesadaran.

Segera konsultasi pada dokter mengenai gejala sakit jantung yang muncul. Bisa lakukan konsultasi dokter secara online. 

Menurut dr. Irma Lidia, tim dokter Lifepack, “Sebaiknya kita memperhatikan kesehatan jantung kita dengan rutin melakukan check up sebelum ada masalah. American Heart Association  merekomendasikan berikut untuk pemeriksaan kesehatan jantung:

  • Pengukuran berat badan dan BMI: saat pemeriksaan rutin tiap tahun
  • Memeriksa tekanan darah: setidaknya dilakukan sekali setiap 2 tahun, dimulai pada usia 20 tahun
  • Pemeriksaan kolesterol darah: setidaknya sekali setiap 4 sampai 6 tahun, dimulai pada usia 20 tahun
  • Tes glukosa darah: setidaknya sekali setiap 3 tahun, biasanya dimulai pada usia 40 hingga 45 tahun

Untuk tebus resep obat, anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antri di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis