fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Famotidine merupakan jenis obat yang tersedia baik dalam bentuk cairan injeksi maupun tablet. Obat yang satu ini merupakan golongan bloker H2 histamin. Cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi jumlah kadar asam yang terdapat di dalam perut (Baca juga Berapakah Kandungan Kalori dalam Minum Kopi?).

Informasi

Famotidine dimanfaatkan untuk mengatasi masalah tukak pada bagian usus atau perut. selain itu, obat ini juga berguna untuk mencegah tukak kembali kambuh setelah dilakukan pengobatan. Famotidine sendiri juga umumnya digunakan untuk mengatasi masalah yang timbul di tenggorokan maupun perut akibat kadar asam yang terlalu tinggi atau karena penyakit GERD yakni asam lambung yang naik sampan dengan ke bagian kerongkongan.

Dosis

Dosis obat yang satu ini berbeda beda, hal tersebut dipengaruhi kondisi, usia maupun reaksi tubuh ketika merespon obat. Namun, secara umum dosis yang akan diberikan adalah.

Dosis Dewasa

  • Untuk orang dewasa umumnya akan diberikan 20 mg IV dengan selang waktu 12 jam sekali.
  • Sedangkan oral akan diberi dosis 40 mg sekali sehari.
  • Dosis pemeliharaan, yakni oral dengan dosis 20 mg atau 1v dengan jadwal sekali sehari dan diberikan ketika hendak tidur. obat ini diberikan selama kurang lebih 4 minggu
  • Sedangkan untuk pencegahan tukak obat yang diberikan biasanya 20 mg yang diminum secara orang atau menggunakan IV sekali per hari.

Itulah dosis yang umum diberikan untuk orang dewasa. Namun, pemberian dosis tersebut bisa saja berbeda tergantung pada kondisi atau jenis keluhan yang dialami pasien.

Dosis Anak

  • Anak-anak dengan rentan usia 1-16 tahun akan diberikan dosis 0.5mg/kg per harinya. Pemberian obat ini bisa sekali atau 2 kali minum.
  • Untuk bayi dengan usia 1-3 bulan dengan penyakit GERD dosisnya adalah 0,5 mg/kg obat ini diminum sekali sehari dalam kurun waktu 8 minggu. Sedangkan untuk bayi diatas 3 bulan sampai 1 tahun dosis yang diberikan sama namun diminum dua kali sehari. Pemberian maksimum obat ini adalah 40 mg. untuk anak 1 sampai 16 tahun, dosis yang diberikan antara 0.25 mg sampai 0.5 mg/kg yang diminum dalam selang waktu 12 jam.
  • Untuk kondisi dyspepsia, anak diatas 12 tahun dapat mengkonsumsi obat ini dengan dosis 10-25 mg. obat ini diminum 60 menit sebelum makan.

Kontraindiksi

Interaksi dengan Obat Lain

Penggunaan dua jenis obat tertentu atau lebih secara bersama dapat menimbulkan interaksi sehingga penggunaannya tidak disarankan. Berikut beberapa obat yang tidak direkomendasikan untuk diminum bersama dengan famotidine.

  • Amifampridine
  • Piperaquine

Menggunakan obat dibawah ini dengan famotidine memang tidak dianjurkan. Namun untuk kondisi dan pertimbangan tertentu dokter bisa saja mengkombinasikan obat tersebut. untuk mencegah atau menurunkan resiko interaksi nantinya dokter akan mengurangi dosis obat.

  • Anagrelide
  • Aripiprazole
  • Atazanavir
  • Bupropion
  • Buserelin
  • Clarithromycin
  • Clozapine
  • Crizotinib
  • Dabrafenib
  • Dasatinib
  • Delamanid
  • Delavirdine
  • Deslorelin
  • Domperidone
  • Escitalopram
  • Fluoxetine
  • Gonadorelin
  • Goserelin
  • Histrelin
  • Ivabradine
  • Ketoconazole
  • Ledipasvir
  • Leuprolide
  • Metronidazole
  • Nafarelin
  • Ondansetron
  • Pazopanib
  • Quetiapine
  • Rilpivirine
  • Sevoflurane
  • Tizanidine
  • Tolazoline
  • Triptorelin
  • Vandetanib
  • Vemurafenib
  • Vinflunine
  • Vismodegib

Menggunakan obat dibawah ini dengan famotidine bisa membuat resiko efek samping meningkat. Berikut beberapa obatnya:

  • Cefditoren Pivoxil
  • Cefpodoxime Proxetil
  • Cyclosporine

Kelompok Orang Berisiko

Kontraindikasi juga bisa terjadi karena kondisi kesehatan pasien. Pastikan untuk memberitahu dokter mengenai kondisi atau penyakit lain yang Anda derita. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontraindikasi yang terjadi.

Efek Samping

famotidine, kadar asam
Famotidine jenis obat yang tersedia dalam bentuk cairan injeksi & tablet. Obat ini mengurangi jumlah kadar asam yang terdapat di dalam perut.

Sama seperti penggunaan jenis obat lainnya, obat ini pun memiliki efek samping. Efek samping tidak umum dari obat ini meliputi, diare, kelelahan, sembelit, kepala sakit, nyeri pada otot, mual, insomnia hingga muntah.

Segera periksakan diri untuk mendapatkan pertolongan jika ada reaksi alergi dengan gejala: muntah, mual, gatal, sulit bernapas, berkeringat, pembengkakan pada area lidah, bibir, wajah maupun tenggorokan.

Segera hentikan penggunaan obat dan lekas hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping seperti:

  • Mudah memar atau mudah mengalami pendarahan
  • Detak jantung berdebar atau lebih cepat
  • Kejang, kebingungan serta mengalami halusinasi
  • Timbul rasa geli atau mati rasa
  • Menguningnya permukaan kulit serta mata (penyakit kuning)

Efek samping yang lebih ringan dari penggunaan obat ini meliputi:

  • Muntah, mual,sembelit atau diare
  • Mulut menjadi lebih kering
  • Pusing, mengalami perubahan suasana hati, kelemahan
  • Sakit kepala
  • Kram otot
  • nyeri sendi

Tidak semua orang dapat mengalami efek samping. Namun ada pula orang yang mengalami beberapa efek samping yang tidak terdapat dalam daftar. Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami efek samping dari penggunaan obat ini.

Cara Konsumsi

Cara mengkonsumsi obat ini adalah dengan mengikuti petunjuk dokter atau mengikuti cara konsumsi yang tertera di kemasan obat. Jangan mengubah dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Minum obat secara teratur supaya efektivitas obat dapat bekerja lebih baik.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis