Epididimitis

by | Jun 23, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitE | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Epididimitis adalah suatu kondisi dimana organ kelamin pria, yaitu epididimis, mengalami peradangan akibat terinfeksi atau kondisi lainnya. Epididimis merupakan saluran reproduksi pria yang terletak di belakang testis dan berfungsi untuk membawa sperma dari testis menuju uretra. Kondisi epididimitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau penyakit menular seksual. Apabila organ testis juga ikut terinfeksi, maka dinamakan epididymo-orchitis.

Informasi

Epididimis dapat mengalami peradangan dan pembengkakan hingga menimbulkan rasa nyeri pada kondisi tertentu. Inilah yang disebut dengan epididimitis atau radang saluran sperma. Dilihat dari kondisi radang yang dialami, epididimitis dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

Epididimitis akut

Peradangan saluran sperma atau epididimis ini terjadi secara tiba-tiba dan berkembang secara cepat. Jenis radang ini umumnya juga lebih cepat sembuh karena terjadi kurang dari enam minggu.

Epididimitis kronis

Kondisi ini terjadi secara perlahan dan menimbulkan nyeri yang tumpul. Meski demikian, epididimitis kronis berlangsung lebih lama dari epididimitis akut yaitu lebih dari enam minggu.

Epididimitis dialami oleh pria dengan usia 19 hingga 35 tahun. Anda dapat terhindar dari kondisi ini dengan mengurangi faktor-faktor risikonya.

Gejala

Epididimitis terjadi apabila bakteri masuk kedalam saluran sperma dan mengakibatkan epididimis meradang hingga membengkak. Penderita akan merasakan sakit pada salah satu testis, daripada keduanya. Gejala yang dialami oleh penderita epididimitis diantaranya sebagai berikut: 

  • Epididimis nyeri dan bengkak
  • Demam ringan
  • Merinding
  • Sering buang air kecil dan terasa sakit
  • Keluar cairan dari penis
  • Testis terasa nyeri
  • Hubungan seks terasa sakit
  • Ada darah pada air mani
  • Perut bagian bawah tidak nyaman
  • Kelenjar getah bening di selangkangan membengkak

Gejala epididimitis yang dialami setiap pria berbeda, tergantung dari penyebabnya. Apabila epididimitis diakibatkan oleh infeksi saluran kencing, maka penderita akan mengalami nyeri saat buang air kecil. Sedangkan, apabila epididimitis disebabkan oleh penyakit kelamin, maka akan muncul cairan berbau menyengat dari penis.

Penyebab

Umumnya, epididimitis terjadi karena infeksi bakteri. Mulai dari infeksi pada uretra, prostat, atau kandung kemih. Biasanya, bakteri E. Coli dan sejenisnya adalah penyebab dari kasus epididimitis pada anak-anak dan orangtua. Berikut ini adalah beberapa penyebab epididimitis lainnya.

  • Infeksi saluran kemih
  • Epididimitis kimia, yaitu suatu kondisi dimana urin kembali lagi ke epididimis karena tubuh yang terlalu meregang atau mengangkat barang yang berat.
  • Mumps atau gondongan
  • Amiodarone yaitu salah satu jenis obat jantung yang berisiko menimbulkan epididimitis
  • Infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia
  • Infeksi pada anak laki-laki atau pria yang tidak aktif berhubungan seks
  • Cedera pada bagian selangkangan
  • Tuberkulosis
  • Penyakit Behcet

Faktor Risiko

Seseorang yang berisiko mengalami epididimitis atau radang saluran reproduksi, memiliki kebiasaan melakukan hubungan seksual dengan kondisi berikut ini.

  • Melakukan hubungan intim dengan seseorang yang terinfeksi saluran seksualnya
  • Melakukan hubungan intim tanpa pengaman
  • Memiliki riwayat penyakit seksual

Sedangkan, seseorang juga berisiko mengalami epididimitis karena faktor berikut ini.

  • Memiliki infeksi saluran urine atau prostat
  • Memiliki riwayat penyakit tertentu dengan penanganan medis yang berpengaruh terhadap saluran urin
  • Memiliki saluran urin yang tidak seperti umumnya (tidak normal)
  • Pembesaran prostat
  • Pria belum disunat
  • Menggunakan kateter urin dalam jangka panjang

Diagnosis

Seseorang dapat dicurigai oleh dokter mengalami epididimitis berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisiknya. Terutama, jika pasien tersebut memiliki pembengkakan disekitar testis. Nah, untuk memastikan diagnosis epididimitis pada pasien, dokter akan menganjurkan beberapa jenis pemeriksaan berikut ini.

Tes sampel cairan

Tes ini untuk mengetahui adanya bakteri yang menyebabkan penyakit menular. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengusapkan kain penyeka berukuran kecil ke ujung lubang penis.

Tes darah dan urin

Tes darah untuk mengetahui adanya infeksi dalam tubuh, sedangkan tes urin untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih.

Pemeriksaan colok dubur

Tes ini untuk mengetahui adanya masalah pada kelenjar prostat

USG

USG memberikan gambaran organ testis secara detail, termasuk adanya torsio. Apalagi, USG dengan teknologi Doppler dapat memeriksa kelancaran aliran darah di testis.

Pengobatan

Penanganan epididimitis dilakukan untuk mengatasi infeksi dan meredakan gejala yang dialami. Salah satunya dengan pemberian obat berikut ini.

Antibiotik

Antibiotik harus dihabiskan meskipun tidak lagi merasakan gejala. Tujuannya, untuk memastikan infeksi sudah benar-benar hilang. Contoh obat antibiotik epididimitis yang diresepkan dokter adalah doxycycline dan ciprofloxacin.

Obat pereda nyeri untuk meredakan nyeri yang timbul karena epididimitis. Contohnya, paracetamol dan ibuprofen.

Selain mendapatkan resep obat dari dokter, pasien juga dianjurkan untuk melakukan upaya mandiri di rumah berikut untuk meredakan gejala epididimitis.

  • Berbaring di ranjang selama 2 hari dengan posisi skrotum terangkat
  • Mengompres skrotum dengan air dingin
  • Hindari angkat beban berat

Pencegahan

Hindari faktor risiko diatas sebagai upaya pencegahan. Selain itu, pastikan melakukan hubungan intim yang sehat dan tidak bergonta-ganti pasangan.