Emboli Paru

by | Jun 18, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitE | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Apabila merasakan nyeri yang amat sakit di bagian dada saat bernapas, maka bisa jadi itu menjadi ciri-ciri terjadinya emboli paru. Gumpalan darah yang mulanya terbentuk di kaki jika dibiarkan dapat memicu tersumbatnya paru-paru.

Informasi

Penyumbatan di paru-paru yang diakibatkan karena darah menggumpal di bagian kaki disebut dengan emboli paru. Mulanya gumpalan tersebut berjumlah lebih dari satu dan kemudian bisa menghambat aliran darah menuju jaringan paru-paru.

Penyakit ini tergolong ke dalam kategori berbahaya karena apabila terlambat mengobatinya bisa menyebabkan kematian bagi penderita. Mengapa? karena paru-paru adalah salah satu organ terpenting yang bertugas memfilter keluar masuknya udara ke dalam tubuh manusia.

Gejala

Umumnya setiap orang yang mengidap emboli paru cenderung memperlihatkan gejala yang berbeda, sehingga tentu saja tidak bisa dijadikan patokan pasti. Namun, ahli penyakit dalam telah menetapkan gejala umum yang sering kali dialami pasien, yakni sebagai berikut:

  • Mengalami sesak nafas secara tiba-tiba
  • Nyeri dada yang menjalar ke bagian leher, lengan, dada hingga bahu. Umumnya terasa saat sedang menarik nafas
  • Batuk kering disertai darah
  • Kerap kali merasakan pusing
  • Sering kali pingsan tanpa alasan yang jelas
  • Betis mengalami pembengkakan dan disertai dengan rasa nyeri berkepanjangan
  • Mengalami Sianosis atau bibir berwarna biru pucat
  • Punggung sering kali terasa sakit

Selain beberapa daftar gejala di atas, tidak sedikit penderita emboli paru mengalami kemunculan keringat berlebih pada awal kalinya. Hal tersebut disebabkan karena kinerja paru-paru mulai melemah dan tubuh kekurangan asupan oksigen.

Penyebab

Sekalipun penyakit ini sangat jarang dialami oleh masyarakat Indonesia, akan tetapi sangat perlu mengetahui serangkaian penyebabnya. Salah satunya yakni disebabkan karena gumpalan darah menyumbat arteri pulmonalis.

Namun kasus lain turut menyatakan bahwa emboli paru juga bisa disebabkan karena gumpalan darah tersebut menyumbat trombosit vena dalam. Semuanya itu pada dasarnya muncul karena pola hidup yang tidak sehat. Agar lebih mawas diri berikut ini penyebab lain dari terjadinya emboli paru:

  • Udara kotor
  • Cairan ketuban yang tidak dibersihkan dengan maksimal
  • Lemak sumsum tulang belakang yang patah
  • Bakteri parasit seperti jamur yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman
  • Mengidap tumor

Faktor Risiko

Semua penyakit pasti memiliki faktor risiko, sehingga sangat perlu memperhatikan kesehatan diri dengan teliti. Sama halnya dengan emboli paru, faktor risiko pertama dikarenakan sebelumnya orang tersebut pernah mengidap sakit serupa dan kemudian kambuh lagi.

Kedua, di masa lampau penderita pernah melakukan kemoterapi, operasi tulang sendi, otak atau lain sebagainya. Ketiga, mengalami kelumpuhan yang mengakibatkan orang tersebut tidak bisa bergerak secara maksimal.

Keempat, memiliki keturunan yang mengidap emboli paru. Kelima, hamil atau melahirkan yang tidak disertai aktivitas melancarkan aliran darah, seperti misalnya senam ibu hamil atau jalan-jalan kecil. Keenam, mengkonsumsi pil KB yang tidak teratur dan masih banyak lagi.

Diagnosis

Setiap penyakit tidak bisa begitu saja diklaim tanpa diagnosis resmi dari dokter ahli yang bersangkutan. Apalagi emboli yang tergolong dalam kategori penyakit serius. Pihak rumah sakit biasanya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa tanda DTV.

Tidak hanya itu, emboli paru bisa juga didiagnosis dari hasil tes darah yang kemudian digunakan untuk mengukur protein di dalamnya. Hal tersebut bisa membantu pihak dokter dalam mendeteksi apakah kadar H2O dalam darah berlebihan di paru-paru.

Apabila cara tersebut dirasa kurang valid, maka selanjutnya dokter akan melakukan diagnosis menggunakan pemindaian USG duplex hingga CT scan. Hasilnya nanti bisa terlihat lebih jelas sehingga mampu menghindari diagnosis palsu.

Tidak hanya itu, emboli paru juga bisa didiagnosis melalui angiography paru atau dalam bahasa medisnya disebut dengan Pulmonary angiography. Dengan melihat aliran darah yang melintas di dalam paru-paru, jika terjadi penyumbatan maka dipastikan hal tersebut adalah tanda emboli paru.

Pengobatan

Apabila sudah terjadi emboli paru, maka pasien harus segera melakukan pengobatan yang berguna untuk mencegah penyumbatan lebih parah. Lantas bagaimanakah cara mengobati pasien pengidap emboli paru? berikut diantaranya:

  • Meminum obat dokter secara teratur
  • Banyak mengkonsumsi air putih
  • Melakukan operasi
  • Menjalankan prosedur pengobatan berupa penggabungan ultrasound dan obat, serta
  • Terapi mandiri dengan memperbanyak menghirup oksigen

Langkah pengobatan di atas harus benar-benar dilakukan di bawah pengawasan dokter demi mempercepat proses penyembuhan. Apabila dilanggar maka akibatnya bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya karena tidak bisa bernafas dengan normal.

Pencegahan

Saat mendengar istilah emboli paru maka jangan terburu takut bila saja mengalaminya. Pasalnya, penyakit ini masih bisa dihindari sejak dini. Agar terhindari maka penderita bisa segera mengkonsumsi obat antikoagulan dari dokter.

Selain itu sesering mungkin melakukan berbagai aktivitas fisik ringan secara rutin, seperti misalnya berjalan, berlari kecil, atau menggerak-gerakkan telapak tangan. Hal ini sangat berguna agar aliran darah bisa berjalan dengan lancar. Jangan lupa juga untuk selalu mengkonsumsi air putih dengan cukup.

Sebaiknya selalu waspadai penyakit emboli paru sejak dini demi bisa menjalani kehidupan dengan maksimal. Apabila merasakan beberapa gejala seperti di atas maka segera lakukan pengobatan lebih lanjut dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli.