fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Apabila pernah mengalami cedera di bagian dada atau jantung sebaiknya perlu waspada karena bisa jadi terkena efusi perikardial. Kondisi ini berupa penumpukan cairan pada perikardium atau selaput penutup jantung. Efusi perikardial juga bisa saja menjangkiti orang yang mengidap penyakit tertentu.

Informasi

Kantung di sekitar jantung tersebut terdiri dari dua lapis dan berisi cairan untuk melumasi pergerakan jantung di dalam rongga dada. Apabila terjadi penyumbatan maka akan menyebabkan terjadi penyakit bernama efusi perikardial.

Apabila pasien telah mengidap penyakit ini maka dokter akan segera melakukan penangan berupa memasukkan jarum suntik ke daerah efusi. Setelah itu menariknya keluar, prosedur ini sangat berbahaya apabila tidak ditangani oleh dokter bedah.

Gejala

Efusi perikardial menimbulkan gejala utama berupa nyeri di dada apalagi di bagian tulang dada. Rasa sakit akan semakin terasa apabila penderita menarik nafas, menghirup udara serta membungkuk dalam waktu yang lama. Gejala lain dari efusi perikardial diantaranya sebagai berikut:

  • Mengalami demam tinggi
  • Batuk berkepanjangan
  • Suara terdengar serak
  • Tenggorokan terasa kering dan sakit untuk menelan
  • Cenderung merasakan kecemasan berlebih dan seringkali kebingungan tanpa sebab
  • Mudah lelah walau tidak melakukan aktivitas berat
  • Saat berbaring maka nafas terasa kurang nyaman, gejala ini biasa disebut dengan ortopnea
  • Mual
  • Muntah
  • Seringkali buang air besar (diare)

Apabila efusi perikardial semakin memburuk dan disertai sesak napas akut, hingga pasien mengalami pingsan, sebaiknya segera mendapatkan perawatan medis. Gejala lain yang ditimbulkan saat kondisi semakin parah salah satunya adalah mengalami palpitasi atau jantung berdebar dengan tempo yang cepat.

Penyebab

Penyakit serius bernama efusi perikardial ini memang memiliki penyebab utama berupa peradangan pada selaput jantung. Hal tersebut dikarenakan terinfeksi oleh virus HIV, coxsackievirus dan  cytomegalovirus. Selain itu ada beberapa penyebab lain yang sebaiknya diketahui, diantaranya:

Pertama, seseorang yang menderita serangan jantung baik usia tua maupun muda. Kedua, mengidap penyakit lupus atau rheumatoid arthritis. Ketiga, pasien tersebut sebelumnya telah menderita kanker paru-paru atau payudara.

Keempat, pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan benturan keras pada rongga dada sehingga terjadi cedera serius. Kelima, adanya hipotiroidisme. Keenam, orang tersebut pernah mendapat tusukan di dekat jantung atau biasa disebut dengan tamponade jantung. Ketujuh, mengkonsumsi obat-obatan dan terkena efek sampingnya.

Faktor Risiko

Penyakit ini umumnya terjadi karena memiliki faktor risiko yang disebabkan oleh cedera di bagian rongga dada dekat jantung. Sehingga apabila cairan tersebut menumpuk akibatnya organ jantung tidak bisa berfungsi dengan maksimal.

Faktor risiko terburuk dari terjadinya efusi perikardial ini adalah sebelumnya penderita mengalami penyakit kanker. Sehingga bisa memperburuk penumpukan cairan di area selaput jantung. Oleh sebab itulah penderita kanker harus segera mendapatkan perawatan khusus.

Diagnosis

Dokter ahli penyakit dalam akan melakukan serangkaian tes untuk bisa mendiagnosis pasien secara pasti. Misalnya mendeteksi detak jantung dengan menggunakan stetoskop serta beberapa rangkaian pemeriksaan medis lain, diantaranya:

Pertama, melakukan tes bernama ekokardiogram yakni tes yang dilakukan dengan menggunakan gelombang suara. Nantinya tes ini bisa memberikan hasil berupa penggambaran ukuran, gerakan dan fungsi kinerja jantung baik atau tidaknya.

Kedua, tes pencitraan yang dilakukan untuk membantu dokter mendiagnosis adanya penyakit efusi perikardial di dalam tubuh pasien. Biasanya penderita harus melakukan serangkaian uji menggunakan sinar X-ray, Computerized Tomography (CT) scan dan magnetic resonance imaging (MRI).

Pengobatan

Perlu diketahui bahwa bagi penderita efusi perikardial stadium ringan masih bisa disembuhkan hanya dengan beristirahat yang cukup. Lantas bagaimanakah jika keadaannya semakin buruk? maka dokter akan memberikan pengobatan alternatif berupa obat antiinflamasi non steroid (OAINS)

Obat tersebut berfungsi untuk mengurangi peradangan dan meredakan rasa nyeri di dada pasien. Selain itu apabila ingin dosisnya lebih ringan, penderita akan diberikan ibuprofen dan aspirin guna menghindari komplikasi penyakit lainnya.

Untuk membunuh sel radang tertentu pada penderita efusi perikardial maka dokter akan memberikan colchicine. Cara mengkonsumsinya dikombinasikan dengan OAINS atau bisa dikonsumsi sebagai alternatif saja.

Tidak hanya itu, penderita efusi perikardial juga bisa ditangani dengan pemberian obat kortikosteroid dan antibiotik. Akan tetapi karena tergolong obat keras maka pengkonsumsiannya harus berada di bawah resep dokter.

Pencegahan

Penyakit ini tergolong sangat jarang diderita oleh masyarakat sehingga masih belum diketahui bagaimana kepastian untuk mencegahnya. Namun kendati demikian bukan berarti sebagai manusia bersikap santai dan meremehkan.

Sebaiknya segera lakukan upaya pencegahan secara mandiri demi menghindari penyakit ini sebelum menyesal di kemudian hari. Beberapa diantaranya yakni olahraga secara teratur, usahakan melakukan kegiatan yang bisa menstimulasi kinerja jantung misalnya lari-lari kecil.

Ada baiknya juga sebisa mungkin menghindari konsumsi makanan dan minuman siap saji alias junk food demi mencegah masuknya virus. Perbanyak minum air putih hangat atau biasa, serta apabila sudah merasakan sebagian gejala di atas segera hubungi dokter dan jangan menolak terapi pengobatan.

Apapun penyakitnya memang sudah seharusnya diwaspadai, terutama efusi perikardial. Apabila dihiraukan maka penderita bisa mengalami kematian karena jantung tidak bisa bekerja dengan maksimal. Selalu jaga kesehatan diri dengan menerapkan pola hidup sehat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis