fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Bagi para pria yang telah berumur diatas 50 tahun, gejala pembesaran prostat merupakan hal yang patut diwaspadai. Walaupun terbilang cukup umum, namun jika tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Oleh karena itu, mengetahui gejala dan cara mengobatinya merupakan hal yang sangat disarankan (Baca juga Kanker Prostat: Gejala dan Cara Mencegah).

Gangguan prostat sebenarnya rawan terjadi pada usia senja, namun tidak ada salahnya Anda memahaminya sejak usia muda sebagai tambahan informasi. Gangguan prostat sendiri belum banyak diketahui penyebabnya sehingga mengetahui cara mengobatinya sejak dini akan sangat bermanfaat di kemudian hari. 

Informasi

Untuk mengobati pembesaran prostat jinak atau Benign prostatic hyperplasia (BPH) umumnya dokter akan menggunakan Dutasteride dengan dosis tertentu. BPH merupakan kondisi dimana prostat membesar melebihi ukuran normal sehingga menyebabkan kandung kemih semakin menyempit. Hal ini akan mengakibatkan penderitanya mengalami kesulitan saat buang air kecil sehingga bisa menyebabkan gangguan kesehatan lain.

Sebagai obat yang hanya bisa dikonsumsi melalui resep dokter, penggunaan Dutasteride harus selalu diawasi dan tidak boleh dikonsumsi melebihi dosis yang disarankan dokter. Di pasaran, Dutasteride hanya dijual dalam kemasan kapsul saja. Obat ini dikenal dengan nama Avodart dan Duodart dengan harga rata-rata sekitar 120 ribu rupiah per strip dengan isi 10 tablet Dutasteride 0, 5 mg.

dutasteride
Untuk mengobati pembesaran prostat jinak atau Benign prostatic hyperplasia (BPH), dokter akan menggunakan Dutasteride dengan dosis tertentu.

Walaupun banyak digunakan untuk mengobati gangguan prostat, Dutasteride hanya umum direkomendasikan oleh para dokter di negara-negara Asia saja. Penggunaan Dutasteride di negara lain seperti negara-negara Amerika dan Eropa sangat jarang ditemukan. Oleh karena itu, jika Anda sedang berpergian ke negara lain maka disarankan selalu membawa Dutasteride sebagai cadangan jika Anda memerlukannya.

Dosis

Karena termasuk obat keras, penggunaan Dutasteride harus dalam pengawasan dokter. Obat ini juga hanya boleh dikonsumsi oleh pria dewasa saja. Untuk pasien BPH, dosis yang umum diberikan adalah sebanyak 0,5 mg yang harus rutin diminum setiap sehari sekali. Namun, jika diperlukan dokter dapat menambahkan tamsulosin 0,4 mg sebagai kombinasi obat yang diberikan tiap sehari sekali sebagai monoterapi.

Dutasteride dapat dikonsumsi baik dengan makanan ataupun tanpa makanan. Walaupun kondisi pasien sudah terlihat membaik namun setidaknya diperlukan waktu 6 bulan sejak tahap awal pengobatan untuk benar-benar memastikan apakah tubuh pasien merespon baik terhadap pengobatan yang diberikan.

Pada anak-anak, belum ada penelitian lebih lanjut tentang dosis Dutasteride yang dianjurkan namun sebaiknya obat ini tidak dikonsumsi oleh anak-anak karena belum ada jaminan keamanan. Jika Anda merasa masih ragu atau ingin saran obat yang lebih baik maka sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Walaupun Dutasteride sebaiknya tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain namun pada kasus tertentu beberapa obat bisa digunakan bersamaan dengan Dutasteride namun harus dengan pengawasan dokter. Untuk meminimalisir kemungkinan interaksi dengan obat lain, Anda sebaiknya memberitahu dokter obat-obatan apa saja yang sering atau tengah dikonsumsi baik itu obat yang dijual bebas maupun obat resep dokter.

Beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Dutasteride antara lain Crizotinib, Cobicistat, Clarithromycin, Ceritinib, Carbamazepine, Siltuximab, Primidone, Piperaquine, Nilotinib, Mitotane, Idelalisib, Debrafenib dan Eslicarbazepine Acetate.

Sementara untuk obat-obatan yang berpotensi meningkatkan efek samping jika digunakan bersama-sama antara lain Verapamil dan Diltiazem. Dokter mungkin akan memberikan kombinasi keduanya jika diperlukan namun dengan dosis yang sudah dikurangi.

Kelompok Orang Berisiko

Selain anak-anak, remaja, wanita hamil dan ibu menyusui juga dilarang mengonsumsi Dutasteride. Selain itu orang yang memiliki alergi pada Dutasteride juga sebaiknya tidak menggunakan obat ini. Orang-orang yang mengonsumsi alkohol serta perokok aktif juga memiliki risiko yang lebih besar dari orang biasa sehingga disarankan untuk mendiskusikan konsumsi alkohol dan rokok Anda pada dokter. Selain itu, pasien dengan gangguan hati ringan hingga sedang perlu mendapatkan perhatian khusus saat menjalani pengobatan.

Efek Samping

Efek samping penggunaan Dutasteride bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat. Namun, tidak semua pasien mengalami gejala tersebut tergantung kondisi masing-masing pasien. Anda bisa saja hanya memiliki gejala ringan yang dapat dengan mudah diatasi. 

Beberapa efek yang pernah ditemukan antara lain penurunan libido, gangguan payudara, gangguan ejakulasi, impotensi, nyeri, edema lokal, pruritus, angioedema, urtikaria dan reaksi alergi seperti ruam. Jika efek samping yang Anda derita dirasa cukup parah maka sebaiknya segeralah menghubungi dokter. 

Cara Konsumsi

Mengonsumsi Dutasteride sebenarnya cukup mudah yaitu dengan menelannya secara utuh atau tanpa dikunyah atau dihancurkan. Anda bisa mengonsumsinya sebelum makan sehingga sangat efisien jika Anda sedang mengalami pengurangan nafsu makan. Selain itu karena termasuk obat keras Anda sebaiknya selalu mengonsumsi Dutasteride sesuai dengan saran yang diberikan dokter. Usahakan agar selalu rutin mengonsumsinya serta selalu tepat jadwal untuk menghindari konsumsi ganda.

Dutasteride sangat tidak disarankan untuk anak-anak sehingga pastikan Anda menyimpan obat ini ditempah yang bersih dan jauh dari jangkauan anak-anak. Akan lebih baik lagi jika tempat penyimpanannya dipisah dari obat-obatan lain yang umum dikonsumsi oleh keluarga Anda untuk menghindari tercampur dengan obat lain. Selain itu, pastikan juga Anda mengonsumsi Dutasteride hingga habis dan jangan pernah menghentikan konsumsi secara tiba-tiba tanpa pengawasan dokter karena berbahaya.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis