fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Peradangan yang terjadi pada bagian kandung kemih sering kali menimbulkan rasa nyeri terutama saat buang air kecil. Kondisi seperti ini disebut dengan cystitis. Penyebab cystitis adalah karena adanya infeksi bakteri sehingga menimbulkan ISK atau Infeksi Saluran Kemih.

Informasi

Cystitis adalah kondisi peradangan atau inflamasi yang terjadi pada kandung kemih. Hal ini memang umum terjadi pada wanita. Akan tetapi kondisi seperti ini dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Sebab itulah Anda harus mengenali bagaimana gejala-gejalanya dan cara mengatasi dengan baik. 

Karena letak antara anus dan alat kelamin wanita yang saling berdekatan, maka saat membersihkan kedua bagian tersebut harus dilakukan dengan cara yang tepat, yaitu dari arah depan ke belakang. Apabila Anda sudah membersihkan bagian vagina kemudian membersihkan bagian anus, maka jangan pernah membersihkan area vagina lagi untuk  meminimalisir adanya penyebaran bakteri dari anus.

Gejala

Masing-masing orang akan mempunyai gejala yang tidak sama karena tergantung pada setiap penderitanya. Meskipun demikian Anda bisa mengenali gejala penyakit cystitis ini secara umum. Diantaranya seperti berikut:

  • Jumlah frekuensi saat buang air kecil mengalami peningkatan, akan tetapi jumlah urin yang dikeluarkan hanya sedikit-sedikit.
  • Saat buang air besar merasakan perih atau seperti terbakar.
  • Mengalami kram pada bagian perut bawah.
  • Saat melakukan hubungan seksual mengalami nyeri.
  • Urin yang dikeluarkan berwarna keruh dan seringkali berbau menyengat.
  • Urin berdarah.
  • Penderita demam dan merasakan lemas.
  • Sering mengompol saat buang air kecil hal ini terjadi pada anak-anak.
  • Sakit perut muntah.
  • Mengalami penurunan nafsu makan.

Penyebab

Cystitis atau  infeksi kandung kemih adalah penyakit yang disebabkan umumnya karena bakteri E.coli. Kondisi seperti ini menandakan bahwa area kandung kemih sedang mengalami iritasi. Salah satu penyebabnya lainnya bisa dikarenakan adanya penggunaan bahan kimia yang telah mengiritasi. Misalnya seperti penggunaan kateter urin pada jangka waktu yang lama, efek samping dari rapi atau radioterapi bisa juga karena aktivitas seksual.

Diri seseorang yang mengalami kondisi seperti ini maka seringkali merasakan nyeri di bagian kandung kemih pada jangka waktu yang lama. Hal ini membuat diri seseorang khususnya wanita merasakan ketidaknyamanan karena rasa sakit dan nyeri yang ditimbulkan terutama saat buang air kecil.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor risiko yang bisa menyerang wanita menderita penyakit ini diantaranya:

  • Penggunaan alat kontrasepsi spermisida atau diafragma.
  • Wanita yang aktif melakukan hubungan seksual.
  • Sudah menopause.
  • Berada dalam masa kehamilan.
  • Kebiasaan membersihkan organ intim yang salah yaitu dari belakang ke depan.
  • Mengalami penyakit yang dapat menghambat aliran urin. Misalnya seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, maupun pembesaran prostat.
  • Menderita diabetes.
  • Penggunaan sabun organ intim yang tidak tepat, yaitu memiliki kandungan parfum.
  • Menggunakan kateter urin pada jangka waktu yang panjang.
  • Terinfeksi HIV.
  • Mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Menjalani kemoterapi atau radioterapi di area panggul.

Diagnosis

Dalam melakukan diagnosis, dokter menanyakan mengenai keluhan yang sedang dialami oleh pasien, termasuk dari segi riwayat. Setelah itu pemeriksaan fisik dilakukan di area punggung, perut, maupun pinggang. Ada juga pemeriksaan penunjang yang dilakukan oleh dokter untuk memastikan diagnosis nya di antaranya:

  • Melakukan tes urin yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan pada sel darah putih, darah, bakteri maupun nitrit yang terdapat di dalam urin untuk memastikan adanya tanda infeksi.
  • Melakukan kultur urin untuk melakukan pendeteksian mengenai mikroorganisme atau jenis bakteri sebagai penyebab dari penyakit cystitis.
  • Melakukan sistoskopi supaya bisa mengetahui kondisi kandung kemih maupun melakukan pendeteksi apakah terdapat radang kandung kemih.
  • Melakukan USG supaya dapat melihat struktur dari kandung kemih maupun menyingkirkan penyebab lain seperti adanya tumor pada kandung kemih.

Pengobatan

Dalam melakukan pengobatan tergantung tingkat keparahan maupun penyebab dari cystitis itu sendiri. Untuk cystitis ringan bisa pulih kembali tanpa melakukan pengobatan. Ada beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan:

  • Hindari menahan buang air kecil.
  • Konsumsi air putih yang banyak supaya membersihkan bakteri dari kandung kemih.
  • Kompres perut menggunakan botol yang berisi air hangat supaya bisa meredakan nyeri pada bagian perut.
  • Gunakan sabun yang tepat untuk organ intim.
  • Hindari melakukan hubungan intim ketika kondisi sedang tidak baik.

Pencegahan

 Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda ikuti seperti:

  • Hindari menggunakan bedak di area organ intim.
  • Jangan asal menggunakan alat kontrasepsi, sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.
  • Setelah berhubungan intim selalu biasakan buang air kecil.
  • Bersihkan area kelamin dengan arah yang benar yaitu dari depan ke belakang.
  • Gunakan celana dalam yang menyerap keringat.
  • Mengganti celana dalam secara rutin.

Siapapun dapat mengalami kondisi seperti ini. Akan tetapi penderitanya lebih banyak pada wanita. Hal ini dikarenakan bagian lubang kencing wanita mempunyai ukuran yang lebih pendek dan letaknya berdekatan dengan anus. Oleh karena itu kondisi seperti ini menjadikan organ intim wanita mudah terkontaminasi bakteri yang berasal dari anus. Terlebih lagi apabila kebiasaan cebok yang salah yaitu dari area belakang ke depan.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis