fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Diagnosis pada Chancroid bisa ditegakkan dengan cara melalui beberapa pemeriksaan secara fisik, terutama pada di daerah genital. Misalnya saja dengan melakukan pemeriksaan pada kelenjar getah bening yang terdapat pangkal paha. Hal ini bertujuan supaya bisa memastikan apakah diperlukan pembiakan kuman menggunakan media khusus.

Informasi

Chancroid merupakan jenis infeksi bakteri yang sering kali menimbulkan luka terbuka, terutama di area kelamin atau alat genital. Jenis penyakit ini bisa dialami wanita maupun pria karena bisa menyebar melalui hubungan intim. Ternyata tidak hanya hubungan seksual saja yang dapat menularkan, karena melakukan kontak langsung antara kulit dengan luka yang sudah terinfeksi dan Chancroid juga bisa mengalami penyebaran.

Penyebab kemunculan penyakit ini yaitu karena adanya bakteri haemophilus ducreyi (H. ducreyi). Bakteri inilah yang melakukan penyerangan pada jaringan area genital. Sehingga menimbulkan luka terbuka. Untuk luka terbuka tersebutlah yang bisa mengeluarkan cairan maupun darah kembali. Sehingga melalui cairan tersebut lah penyebaran bakteri dapat terjadi. Penyebaran kuman tersebut bisa saja ditimbulkan pada manusia tanpa perantara hewan.

Gejala

Benjolan Chancroid mempunyai ukuran kisaran 2,5 cm di bagian tengah luka yang lembut dan berwarna abu-abu kekuningan. Apabila disentuh maka luka akan lebih mudah mengeluarkan darah. Pada saat menjalankan hubungan intim merasakan nyeri di area kandung kemih dan adanya pembengkakan kelenjar getah bening di area pangkal paha.

Gejala pada penyakit antara pria dan wanita mempunyai gejala yang tidak sama, diantaranya seperti berikut:

Wanita 

  • terdapat sejumlah benjolan yang bisa mencapai pada beberapa buah yang terletak di antara anus labia maupun paha.
  • Meninggalkan rasa terbakar dan nyeri pada saat buang air kecil, buang air besar maupun saat berhubungan intim.
  • Benjolan tersebut berisi nanah dan apabila pecah bisa meninggalkan luka maupun borok.
  • Menimbulkan rasa nyeri. 

Pria

  • Muncul benjolan kecil yang berwarna merah dan terlihat di bagian kulup maupun pada beberapa bagian penis.
  • Benjolan kecil tersebut berubah menjadi luka yang terbuka dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari.
  • Merasakan nyeri pada area kelamin.
  • Mengalami bengkak di area lipatan paha dan biasanya terjadi pada salah satu sisi paha saja.

Penyebab

Satu penyebab kemunculan dari penyakit chancroid yaitu karena bakteri H. ducreyi, yang berbentuk batang. Bakteri inilah yang berpotensi tinggi menimbulkan adanya infeksi. Salah satu penyebabnya karena bakteri tersebut masuk ke bagian kulit dalam. Sehingga hal ini menimbulkan adanya reaksi peradangan racun yang telah dihasilkan oleh bakteri.

Kondisi seperti ini bisa menimbulkan regenerasi pada sel yang terhenti. Dengan begitu apabila kematian sel maupun jaringan tubuh terjadi, maka hal ini menimbulkan bahaya. Penyebaran tersebut melalui kontak seksual membutuhkan waktu antara 1 hingga 2 minggu. 

Faktor Risiko

Jenis penyakit ini akan lebih banyak dijumpai pada beberapa negara berkembang seperti Asia, Afrika, Caribbean, Amerika Latin, maupun yang lainnya. Faktor risiko dari Chancroid bisa saja terjadi pada individu seperti yang ada di bawah ini:

  • Hubungan intim secara aktif saat berusia 21 hingga 30 tahun.
  • Melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman atau kondom.
  • Cenderung lebih banyak menyerang pada pria.
  • Sering melakukan hubungan seksual dengan para pekerja seks komersial.
  • Pekerja seks komersial. 
  • Sering bergonta-ganti pasangan.
  • Bepergian pada area yang mempunyai insidens Chancroid tinggi.
  • Sering mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan mengkonsumsi alkohol.
  • Memiliki tingkat sosial ekonomi rendah.
  • Tidak sunat.
  • Mempunyai penyakit menular seksual.

Diagnosis

Untuk menegakkan pemeriksaan laboratorium maka diagnosis perlu dilakukan supaya bisa menemukan apakah ada bakteri di dalam sampel cairan yang nantinya diambil dari ulkus. Sayangnya jenis pemeriksaan ini tidak pasti ada di setiap fasilitas kesehatan. Oleh karena itu diagnosis penyakit ini akan ditegakkan berdasarkan pada ulkus nyeri di area kemaluan maupun pembengkakan kelenjar getah bening di bagian lipat paha.

Ada 4 hal yang dilakukan selama melakukan diagnosis chancroid seperti:

  • Pemeriksaan pada ulkus di area kemaluan.
  • Adanya pembengkakan kelenjar getah bening di area lipatan paha yang menyertai ulkus.
  • Pemeriksaan darah maupun pemeriksaan ulkus menggunakan Mikroskop untuk membuktikan apakah ada penyakit sifilis atau tidak.
  • Melakukan pemeriksaan darah untuk membuktikan adanya penyakit Herpes Simplex.

Pengobatan

Pengobatan pada penyakit ini bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan tertentu. Seperti obat antibiotik yang dapat membunuh bakteri akibat luka. Untuk pemberian obat antibiotik tersebut supaya bisa menurunkan adanya risiko yang ditimbulkan karena jaringan parut atau bekas luka permanen setelah luka. Jenis antibiotik yang disarankan yaitu ciprofloxacin, azithromycin, erythromycin dan ceftriaxone.

Pencegahan

Penyebaran pada penyakit chancroid ini memang harus ditekankan supaya tidak menyebarkan ke orang lain. Untuk pencegahan yang dilakukan yaitu seperti berikut:

  • Hentikan kontak sensual.
  • Melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin terutama pada saat melakukan hubungan seksual pada penderita supaya keberadaan infeksi dapat terdeteksi lebih dini.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman seperti penggunaan kondom.

Ada beberapa serangkaian tes yang akan dilakukan dokter untuk bisa memastikan apabila penderita didiagnosis mengalami penyakit Chancroid. Beberapa gejala yang ada di atas juga perlu Anda pahami supaya bisa melakukan pendeteksian dini. Dengan hal ini maka penyakit akan segera diatasi.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis