fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Clozapine merupakan sebuah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala psikosis. Psikosis sendiri adalah kondisi dimana seseorang sulit untuk membedakan mana yang khayalan dan mana yang kenyataan. Salah satu gejala yang sering timbul akibat kondisi tersebut adalah halusinasi. Yakni orang dengan gangguan psikosis akan mendengar atau dapat juga melihat sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Gejala seperti ini muncul pada orang yang menderita skizofrenia. Namun gejala ini juga bisa muncul pada orang dengan penyakit Parkinson (Baca juga 5 Jenis Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Anda Ketahui).

Informasi

Obat yang satu ini bekerja dengan menyeimbangkan sekaligus dapat menekan efek yang timbul dari adanya reaksi kimia yang terjadi di bagian otak. Dengan begitu gejala yang muncul karena psikosis pun dapat dikurangi.

Dosis

Penggunaan dosis untuk setiap pasien bisa berbeda. hal ini dikarenakan kondisi maupun reaksi tubuh setiap pasien saat menerima obat. Namun secara umum obat ini akan diberikan dalam dosis:

Skizofrenia

Dosis yang diberikan untuk orang dengan kondisi skizofrenia dengan kategori usia dewasa adalah 12.5 mg yang diminum 1-2 kali per harinya. Dosis ini juga dapat ditingkatkan menjadi 2 kali lipat atau 25 mg, untuk jadwal minum 1-2 kali sehari. Jika memang dibutuhkan, maka dosis pun dapat ditingkatkan kembali menjadi 50 mg untuk setiap harinya. Untuk dosis maksimal yang diberikan adalah 300 sampai 900 mg per harinya. Tentu dosis ini diberikan atas berbagai pertimbangan seperti kondisi maupun reaksi pasien terhadap obat itu sendiri.

Sedangkan untuk dosis yang diberikan kepada kategori usia lansia atau diatas 60 tahun adalah 12.5 mg sebagai dosis awal. Dosis ini dibagi menjadi 1-2 kali sehari. Jika memang diperlukan, maka dosis pun dapat ditingkatkan menjadi 25 mg setiap harinya.

Penyakit Parkinson

Untuk dosis yang diberikan pada pasien yang memiliki gejala psikosis akibat penyakit Parkinson, maka dosis awal yang diberikan yakni sebanyak 12.5 mg yang dikonsumsi per harinya. Nantinya dosis juga dapat ditingkatkan hingga 25 mg sampai dengan 37.5 mg per hari. sedangkan dosis maksimal yang diberikan adalah 100 mg perhari.

Kontraindikasi

Kontraindikasi juga dapat terjadi selama mengkonsumsi obat ini. Kondisi ini dimana obat tidak dapat bereaksi secara maksimal atau cara kerjanya menjadi berubah. Kontraindikasi juga dapat menyebabkan risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi.  Ada 2 penyebab mengapa kontraindikasi bisa terjadi, yakni karena adanya interaksi dengan obat lain, maupun kelompok orang berisiko.

Interaksi dengan Obat Lain

Berikut beberapa obat yang bisa berinteraksi jika dikonsumsi secara bersamaan dengan Clozapine

  • Ciprofloxacin. Penggunaan obat ini dapat membuat kadar Clozapine menjadi lebih tinggi.
  • Omeprazole. Penggunaan obat ini dapat membuat kadar Clozapine menjadi lebih rendah
  • Lithium. Mengkonsumsi Clozapine bersama dengan lithium dapat membuat risiko neuroleptic malignant syndrome menjadi meningkat. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan pada organ dan akan mengganggu tingkat kesadaran.
  • Interaksi dengan obat lain juga dapat menyebabkan konsentrasi phenytoin yang ada pada darah menjadi menurun. Selain itu juga dapat membuat konsentrasi warfarin serta digoxin yang ada di dalam darah menjadi meningkat.
  • Benzodiazepine, konsumsi obat ini dengan Clozapine dapat menyebabkan risiko terganggunya sistem pernapasan serta masalah jantung.
  • Obat lain yang juga dapat menimbulkan interaksi adalah carbamazepine, chloramphenicol, phenylbutazone, kotrimoksazol, serta penisilin.

Kelompok Orang Berisiko

Selain obat, kondisi seseorang juga dapat menyebabkan timbulnya kontraindikasi. Jadi, pastikan untuk mengatakan riwayat penyakit Anda kepada dokter termasuk obat yang sedang dikonsumsi. Segera beritahu dokter jika Anda memiliki penyakit seperti:

  • Penyakit jantung
  • Gangguan pembuluh darah
  • Gangguan kelenjar prostat
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Diabetes
  • Epilepsy
  • Glaucoma
  • Myasthenia gravis
  • Depresi
  • Gangguan pernapasan
  • Tumor pada kelenjar adrenal (pheochromocytoma)
  • Gangguan pencernaan atau pernah menjalani operasi usus.

Efek Samping

Sama seperti obat lain, mengkonsumsi obat Clozapine juga dapat menimbulkan efek samping, diantaranya adalah:

  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Konstipasi
  • Tremor
  • Jantung berdebar
  • Pandangan kabur
  • Pusing
  • Mual
  • Gangguan buang air kecil
  • Tubuh merasa panas dan berkeringat
  • Mulut kering, namun produksi air liur meningkat
  • Berat badan bertambah, namun nafsu makan berkurang
  • Merasa sangat lelah
  • Sesak napas.

Cara Konsumsi

Untuk cara mengkonsumsi obat ini disarankan untuk mengikuti petunjuk dokter atau Anda juga bisa mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan Clozapine. Obat ini dapat diminum baik sesudah maupun sebelum makan. Agar efek kerja obat dapat berjalan lebih maksimal, maka disarankan untuk mengkonsumsi obat ini di jam yang sama secara rutin. Jika pasien lupa untuk mengkonsumsi obat, maka segera konsumsi. Namun jika jadwal konsumsi obat selanjutnya terlalu dekat, maka tak usah diminum. Minumlah obat di jadwal yang selanjutnya.

Tidak diperbolehkan untuk mengubah dosis obat, baik mengurangi dosis atau menaikan dosis tanpa seizin dokter. Tidak diperbolehkan pula mengkombinasikan obat sembarangan tanpa berkonsultasi dengan dokter lebih dahulu.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis