fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Cetirizine merupakan jenis obat yang memiliki kegunaan untuk mengatasi gejala yang timbul karena alergi, misalnya mata berair, hidung tersumbat, rasa seperti pilek, rasa gatal pada area mata, hidung atau tenggorokan serta munculnya ruang pada kulit. Obat Cetirizine memiliki bahan aktif berupa Cetirizine Hydrochloride(hcl) dalam berbagai bentuk ketersediaan obat, seperti tablet 10 mg, sirup serta drop (Baca juga Cara Mengatasi Alergi Dengan Cepat Namun Tetap Efektif).

Informasi

Cara kerja Cetirizine adalah dengan menghalangi senyawa histamine. Senyawa ini diproduksi oleh tubuh jika ada paparan allergen. Histamine sendiri merupakan penyebab mengapa reaksi alergi bisa muncul dan obat Cetirizine dapat menghalangi senyawa tersebut supaya gejala alergi bisa dicegah, diminimalisir atau diatasi.

cetirizine
Cetirizine merupakan obat untuk mengatasi gejala yang timbul karena alergi, misalnya mata berair, pilek, atau rasa gatal pada area mata.

Cetirizine Merupakan jenis obat yang masuk dalam obat antihistamin atau obat anti alergi. Obat jenis ini tidak menimbulkan efek samping mengantuk seperti obat lainnya. Obat anti alergi yang memiliki golongan yang sama dengan Cetirizine adalah obat loratadine. Meskipun Cetirizine seharusnya tidak menimbulkan rasa kantuk, namun beberapa orang yang mengkonsumsi merasakan efek tersebut.

Beberapa merek dagang Cetirizine yang umum ditemui adalah: ryvel, cetirizine HCL, FRIZIN, OZEN, LERZIN, Cetirizine hydrochloride, Incidal.

Dosis

Penggunaan dosis untuk obat ini bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Dokter nantinya akan memberikan takaran dosis yang sesuai baik dikarenakan usia, reaksi tubuh pasien saat menerima obat, maupun berdasarkan kondisi kesehatan pasien itu sendiri. Namun secara umum dosis yang diberikan kepada pasien dengan kategori usia adalah:

  • Dewasa dan anak di atas usia 6 tahun: Dosis yang diberikan untuk anak diatas 6 tahun serta orang dewasa berada di kisaran 5 sampai 10 mg untuk sekali sehari.
  • Anak-anak usia 2-6 tahun: Untuk kategori anak di rentang usia 2-6 tahun, dosis yang umum diberikan adalah 2,5 mg untuk sekali sehari. Namun dokter juga dapat meningkatkan dosisnya menjadi 5 mg dengan aturan minum sekali sehari atau 2.5 mg dengan aturan minum 2 kali sehari.

Jangan mengubah dosis tanpa konsultasi dan seizing dokter. Jangan mengurangi maupun menambahkan dosis obat ini. Pastikan untuk berkonsultasi jika reaksi obat dianggap lambat atau tidak ada perubahan selama beberapa hari.

Kontraindikasi

Kontraindikasi sendiri dapat menyebabkan cara kerja obat menjadi berubah atau efeknya menjadi berkurang maupun dapat meningkatkan efek samping obat tersebut. Berikut kontraindikasi yang dapat terjadi karena interaksi dengan obat lain maupun karena kelompok orang berisiko:

Interaksi dengan Obat Lain

Interaksi dengan obat dapat terjadi bila Cetirizine dikonsumsi secara bersama-sama dengan obat lain. Namun, tidak semua penggunaan obat yang dilakukan bersama dapat menimbulkan interaksi. Pastikan untuk memberitahukan dokter mengenai obat yang sedang Anda konsumsi. Jangan mengkonsumsi obat lain tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dengan begitu, Anda dapat menghindari resiko interaksi yang diakibatkan karena mengkonsumsi obat lain secara bersamaan dengan Cetirizine.

Cetirizine yang dikonsumsi dengan obat lain, dapat menimbulkan interaksi berupa:

  • Interaksi dapat terjadi jika ceterizzene dikonsumsi secara bersamaan dengan duloxetine, lorazepam, alprazolam, serta zolpidem atau ketika Anda mengkonsumsi obat bersamaan dengan alcohol. Interaksi yang dapat terjadi karena mengkonsumsi jenis obat tersebut adalah menyebabkan rasa kantuk, pusing, kesulitan untuk fokus.
  • Jika cetirizine dikonsumsi bersamaan dengan obat asma yakni teofilin maka dampaknya adalah efektivitas cetirizine dapat berkurang.

Kelompok Orang Berisiko

Selain karena interaksi dengan obat lain, kontraindikasi juga bisa disebabkan karena kelompok orang berisiko. Berikut adalah beberapa kategori orang yang sebaiknya menghindari penggunaan obat ini:

  • Untuk ibu hamil dan menyusui pastikan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda Jika hendak mengkonsumsi cetirizine
  • Beritahukan dokter jika Anda memiliki masalah buang air kecil yang dikarenakan kondisi pembesaran prostat, diabet atau mengalami gangguan pada organ ginjal serta hati.

Kondisi medis tertentu dapat menyebabkan interaksi jika ternyata orang tersebut mengkonsumsi obat cetirizine. Pastikan untuk memberitahukan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda secara mendetail termasuk jenis obat yang sedang dikonsumsi.

Efek Samping

Sama seperti obat pada umumnya, cetirizine  juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Berikut efek samping yang umum dialami jika mengkonsumsi obat ini:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Lemas dan lelah
  • Mual dan muntah
  • Mulut terasa kering
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit perut
  • Diare

Jika setelah mengkonsumsi obat, Anda merasakan keluhan seperti sulit untuk buang air kecil dan tubuh terasa begitu lemas atau justru mengalami alergi serius dengan gejala pembengkakan yang terjadi pada tenggorokan, lidah atau wajah dan sulit untuk bernapas. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala tersebut.

Cara Konsumsi

Pastikan mengkonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter atau sesuai dengan keterangan yang ada pada kemasan. Obat ini bisa dikonsumsi baik setelah maupun sebelum makan. Jika obat berbentuk sirup, pastikan untuk menggunakan sendok takar supaya dosisnya tepat.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis