fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus atau saluran udara di dalam paru-paru. Penderita bronkitis umumnya mengalami gejala batuk yang berlangsung cukup lama, sekitar satu minggu atau lebih dan mengalami batuk lendir yang tebal dan berwarna.

Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan mudah disembuhkan. Namun, bagi penderita yang memiliki penyakit bawaan seperti penyakit jantung atau paru-paru dan penderita berusia lanjut, bronkitis ini bisa bersifat serius.

Informasi

Bronkus adalah saluran utama pernapasan yang berfungsi sebagai saluran pembawa udara dari dan menuju paru-paru. Bronkus yang terinfeksi adalah penyebab munculnya penyakit ini. Secara umum, penyakit ini memiliki dua tipe, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis.

Bronkitis akut adalah kondisi yang biasanya dialami oleh anak-anak usia balita. Gejala bronkitis jenis ini akan dirasakan pengidapnya selama sekitar dua hingga tiga minggu. Ini juga merupakan penyakit yang umum terjadi dan dapat sembuh sendiri.

Sedangkan bronkitis kronis adalah kondisi yang biasanya dialami oleh orang dewasa usia lebih dari 40 tahun. Berbeda dengan bronkitis akut, bronkitis kronis berlangsung lebih lama, yaitu bisa mencapai 2 bulan lamanya. Dan juga bronkitis jenis ini adalah salah satu jenis penyakit PPOK atau Paru Obstruktif Kronis.

Gejala

Tentunya selain informasi di atas ada hal lainnya yang tidak kalah penting yaitu mengenai gejala dari penyakit ini. Penyakit ini dapat dikenali dari beberapa gejala, yakni:

  • Batuk berdahak dengan dahak berwarna
  • Sesak napas saat melakukan aktivitas ringan
  • Sering menderita flu atau infeksi pernapasan lainnya
  • Badan pegal dan lelah
  • Menggigil
  • Demam
  • Napas berbau
  • Nyeri dada
  • Penyumbatan rongga sinus
  • Pembengkakan pergelangan tangan dan kaki (pada kasus bronkitis yang cukup parah)

Pada umumnya, batuk tidak berdahak adalah tanda awal munculnya bronkitis. Setelah 1 sampai 2 hari kemudian, batuk tidak berdahak ini berubah menjadi batuk berdahak dengan dahak berwarna putih atau kuning. Lalu, dahak akan bertambah banyak dan warna berubah menjadi kuning atau hijau.

Penyebab

Bronkitis, khususnya bronkitis akut biasanya terjadi disebabkan oleh adanya virus sejenis virus pilek dan flu. Namun, penyebab terbesar dan paling umum adalah merokok. Lalu, polusi udara, debu, dan bakteri bisa memperburuk kondisi ini.

Misalnya saat anak menderita flu atau penyakit pernapasan lainnya yang disebabkan oleh virus, virus ini nantinya akan berkembang hingga menyerang bronkus. Hal inilah penyebab terjadinya bronkitis.

Virus-virus yang bisa menyebabkan bronkitis ini juga bisa berpindah apabila penderita bronkitis tidak menerapkan etika batuk dan bersin yang baik, sehingga droplets dari penderita bisa menyebar ke orang lain dan menempel pada tubuh. Terlebih lagi jika orang yang terpapar tersebut menyentuh bagian mata, mulut, hidung, setelah terkena droplets tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Faktor Resiko

Ada banyak faktor risiko yang memicu bronkitis, di antaranya adalah perokok atau hidup berdampingan dengan perokok (perokok pasif), sistem kekebalan tubuh yang lemah (biasanya anak-anak dan lansia), sering menghirup asap polusi dan debu, dan terpapar bahan kimia saat bekerja. Lalu, refluks pada perut dan mengganggu tenggorokan juga salah satu faktor pemicu bronkitis.

Diagnosis

Pemeriksaan awal yang dilakukan oleh dokter biasanya adalah pemeriksaan riwayat penyakit serta gejala-gejala yang timbul. Diagnosis yang paling mendekati bronkitis adalah flu dan pneumonia karena gejala utamanya sama, yaitu batuk.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa kondisi paru pasien dengan menggunakan stetoskop. Lalu, serangkaian tes dilakukan sebagai pemeriksaan lanjutan. Biasanya pemeriksaan yang dilakukan berupa tes darah, pemeriksaan kadar oksigen dalam darah, rontgen dada, tes fungsi paru, dan pemeriksaan sputum atau dahak.

Pengobatan

Biasanya obat yang diberikan dokter saat pengobatan penyakit disesuaikan dengan gejala yang timbul. Misalnya untuk mengurangi gejala yang timbul seperti demam dan tidak enak badan, biasanya dokter memberikan aspirin atau asetaminofen.

Selain itu, dokter juga biasa memberikan antibiotik dan obat ekspektoran untuk mengeluarkan dahak. Lalu, dokter akan menyarankan pasien untuk banyak istirahat dan minum air putih untuk membantu proses penyembuhan. Jika kondisi belum cukup parah dan penderita ingin melakukan pengobatan di rumah, maka beberapa cara alami bisa dilakukan, seperti banyak minum air putih, istirahat yang cukup, dan melakukan penguapan.

Tapi, jika kondisi penyakit yang diderita sudah cukup berat, maka obat seperti obat batuk berdahak perlu untuk dikonsumsi. Dan apabila pasien telah menderita bronkitis kronis, maka rehabilitasi perlu dilakukan. Salah satu program dalam rehabilitasi ini adalah latihan pernapasan.

Pencegahan

Untuk mencegah kemungkinan mengidap bronkitis, ada beberapa cara yang perlu dilakukan, yakni menghindari rokok atau berdampingan dengan perokok aktif, melakukan vaksin, menjaga kebersihan dengan cara selalu mencuci tangan dengan sabun, dan menggunakan masker ketika berada di luar rumah untuk menghindari paparan debu, senyawa berbahaya, dan virus.

Tak hanya itu, menerapkan pola hidup sehat seperti berolahraga, berjemur, mengonsumsi sayur dan buah, minum banyak air putih, serta memenuhi kebutuhan vitamin C dalam tubuh juga bisa menjadi langkah preventif dari penyakit bronkitis.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis