Batu Ginjal

by | Jun 24, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitB | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Penyakit batu di ginjal artinya ada endapan keras yang terbentuk dari sisa zat penyaringan oleh ginjal, kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu. Batu ginjal ini dapat terjadi disepanjang saluran urin dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Secara umum, penyakit batu ginjal dialami oleh sekitar 15 persen wanita dan 10 persen pria berusia 30-60 tahun.

Batu ginjal memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda. Terkadang besarnya sekecil sebutir pasir atau sebesar kacang polong. Batu ginjal dapat bertekstur halus atau bergerigi dan biasanya berwarna kuning atau coklat.

Informasi  

Proses terbentuknya endapan keras di ginjal disebut dengan nephrolithiasis atau nefrolitiasis. Batu ginjal atau kencing batu ini biasanya berukuran kecil dan mencapai sekitar beberapa inci. Ukuran batu ginjal yang lebih besar dari salurannya ini disebut staghorn.

Jenis Batu Ginjal

Ada berbagai jenis batu ginjal yang tergantung pada jenis batu. Berikut beberapa jenis batu ginjal yang paling umum.

Batu Kalsium 

Batu ginjal jenis ini adalah yang paling umum. Mereka paling mungkin terjadi pada pria antara usia 20 hingga 30. Kalsium dapat bergabung dengan zat lain untuk membentuk batu.

Batu Oksalat 

Oksalat hadir dalam makanan tertentu seperti bayam. Oksalat juga ditemukan dalam suplemen vitamin C. Penyakit usus kecil juga dapat meningkatkan risiko jenis batu oksalat.

Gejala  

Dari sepertiga orang-orang didunia yang mengalami batu ginjal, hanya setengahnya saja yang memiliki gejala batu ginjal. Meskipun ada yang tidak menunjukkan gejala, namun penyakit ini bisa menimbulkan infeksi dan penyumbatan aliran kencing. Pasien batu ginjal akan mengalami sakit yang luar biasa (urinary colic) secara berulang karena datang dan pergi. Rasa sakit ini bergerak dari bagian samping belakang kearah bagian bawah perut.

Beberapa gejala umum batu ginjal lainnya yaitu:

  • Sakit pinggang, paha, selangkangan, kemaluan; 
  • Darah dalam urin;
  • Mual dan muntah. 

Apabila kencing batu menimbulkan infeksi, maka harus segera ditangani oleh dokter. 

Gejala batu ginjal yang dialami pasien lainnya seperti:

  • Meriang. 
  • Demam; 
  • Berkeringat; dan
  • Sering buang air kecil. 

Apabila Anda merasakan gejala tertentu yang mengkhawatirkan diluar yang disebutkan diatas, harap konsultasi dengan dokter segera.

Penyebab  

Dilihat dari jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin. Batu ginjal disebabkan oleh makanan yang Anda konsumsi dan masalah kesehatan lainnya. Apabila makanan yang dikonsumsi sembarangan, akan berpengaruh terhadap urin sehingga mengandung banyak bahan kimia seperti kalsium, asam urat, sistin, atau struvite. Tidak hanya itu saja, melakukan diet yang sangat tinggi protein dan minum terlalu sedikit akan meningkatkan risiko penyakit batu ginjal. Fakta membuktikan bahwa sekitar 85% batu di ginjal mengandung kalsium, batu asam urat menyebabkan penderita encok, dan batu struvite terbentuk pada urin yang terinfeksi.

Faktor Risiko  

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko penyebab batu ginjal, diantaranya adalah riwayat kesehatan keluarga yang pernah mengalami batu ginjal, dehidrasi atau kekurangan cairan, diet-diet tertentu seperti diet yang tinggi protein, sodium dan gula, memiliki berat badan berlebih, penyakit pencernaan dan operasi pencernaan. Kondisi medis lain seperti renal tubular acidosis, cystinuria, hyperparathyroidism, infeksi kandung kemih, dan obat-obatan tertentu juga berpengaruh terhadap risiko batu ginjal.

Diagnosis  

Apabila Anda merasakan beberapa gejala dari batu ginjal diatas, maka segera kunjungi dokter. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti riwayat medis, fisik, dan tes urin. Terkadang, dokter juga akan melakukan pengecekan dengan x-ray atau ultrasound pada perut Anda jika diperlukan. Tes ini berguna untuk mengetahui jenis batu ginjal yang dialami seperti kalsium, cystine, atau struvite. Untuk batu asam urat dan batu-batu yang lebih kecil, sayangnya x-ray tidak mampu menunjukkannya. Maka, ada Computed Tomograpyh (CT) untuk mendiganosis batu dan penyakit lain dengan gejala serupa batu ginjal dengan sangat jelas. Meskipun jarang terjadi, namun apabila diagnosis belum jelas, akan dilakukan studi x-ray spesial dengan zat pewarna untuk membantu pencarian batu.

Pengobatan  

Pengobatan batu ginjal mempertimbangkan ukuran batu. Apabila batu masih berukuran kecil atau menengah dan masih bisa melewati saluran kemih, maka langkah operasi tidak diperlukan. Pasien hanya disarankan untuk banyak mengonsumsi air putih sesuai takaran yang dianjurkan. Aliran cairan yang terus menerus tersebut akan membantu mengeluarkan batu dengan sendirinya. Namun, apabila gejala yang dirasakan pasien cukup mengganggu, dokter akan memberikan obat pereda rasa sakit atau obat anti radang non steroid. Berbeda dengan kasus batu ginjal yang sudah berukuran besar, maka dilakukan prosedur khusus seperti laser, ultrasound, atau operasi sehingga batu saluran kemih tidak lagi tersumbat.

Pencegahan  

Batu ginjal dapat dicegah dengan menerapkan langkah-langkah berikut ini.

Minum Air yang Banyak

Setidaknya, sehari harus minum 8 gelas. Apabila aktivitas fisik padat dan sering berkeringat, perbanyak air putih. Semakin rajin minum air putih akan menurunkan risiko batu ginjal. Sebaliknya, batasi minuman dengan kandungan kalori atau pemanis, alkohol, kafein, teh, dan minuman bersoda.

Batasi Konsumsi Makanan Asin

Makanan asin dapat memicu batu ginjal karena tinggi kadar natriumnya.

Jaga Berat Badan Tetap Ideal

Berat badan berlebih atau obesitas menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan kalsium dalam darah sehingga risiko batu ginjal lebih besar.

Batasi Asupan Hewani dan Kandungan Purin

Purin dapat menyebabkan asam urat. Sementara, asam urat adalah salah satu bahan pembentuk batu ginjal. Jadi, sebaiknya batasi asupannya supaya tidak berlebihan.