fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Asma adalah penyakit yang menyerang organ paru-paru manusia yang sering diderita oleh orang dewasa, anak-anak, maupun orang usia lanjut. Penyakit ini memiliki karakteristik berupa serangan periodik yang stabil. Penyakit ini identik dengan sesak napas. Bahkan seringkali orang menganggap semua sesak napas berhubungan dengan asma (Baca juga Mengenal Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan). 

Pada saluran napas penderita asma saat terjadi serangan akan mengalami penyempitan diikuti dengan penebalan dinding saluran napas. Kemudian akan terjadi hipersekresi kelenjar submukosa dan sebukan sel radang akan mengeluarkan zat kimia berupa sitokin serta mediator yang menyebabkan peradangan. 

Asma termasuk dalam 5 penyakit penyebab kematian terbanyak di dunia. Prevalensi penyakit ini di Indonesia adalah 5-7% dari seluruh populasi. Dan terus mengalami peningkatan akibat perubahan gaya hidup dan meningkatnya polusi udara. Hal ini menunjukkan bahwa asma termasuk penyakit yang patut diwaspadai dengan cara memahami gejala, penyebab, faktor risiko, cara pencegahan, dan pengobatannya. Sehingga dampak buruknya seperti penurunan kualitas hidup bahkan kematian dapat dihindari.

Gejala

Gejala yang paling sering dijumpai yaitu sebagai berikut.

Batuk 

Sebagian besar penderita umumnya mengalami gejala batuk, terutama pada saat malam hari. Batuk menjadi gejala umum yang terjadi mengingat asma merupakan penyakit yang berhubungan dengan organ pernapasan. Batuk karena penyakit ini terjadi hingga beberapa minggu-minggu.

Sesak Napas

asma adalah, penyakit asma
Asma adalah penyakit yang menyerang organ paru-paru manusia yang sering diderita oleh orang dewasa, anak-anak, maupun orang usia lanjut.

Sesak napas merupakan gejala paling umum yang dialami penderita asma. Asma sebagai penyakit yang menyerang organ pernapasan, ketika terjadi serangan asma maka saluran napas akan mengalami penyempitan diikuti  oleh penebalan dinding saluran napas yang menghalangi jalan masuk udara sehingga  penderita mengalami kesulitan bernapas.

Mengi

Mengi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suara napas yang berbunyi. Hal ini terjadi pada penderita penyakit pernapasan yang kronis, salah satunya adalah asma. Sama seperti sesak napas, mengi terjadi akibat penyempitan dan peradangan pada saluran pernapasan baik di organ tenggorokan maupun yang menuju ke paru-paru.

Nyeri di Bagian Dada

Nyeri dada umumnya menyertai sesak napas atau mengi. Sesak napas dan mengi menyebabkan dada terasa sesak dan seperti mengalami tekanan. Hal ini juga disebabkan oleh peradangan pada saluran napas.

Penyebab

Timbulnya penyakit asma umumnya dipicu oleh debu, asap rokok, bulu binatang, udara yang dingin, aktivitas fisik yang berlebihan, serta infeksi virus bahkan akibat paparan zat kimia. Hal-hal tersebut menjadi penyebab asma karena saluran pernapasan penderita asma menjadi lebih sensitif untuk mengalami peradangan. Sehingga ketika paru-paru terpapar benda penyebab iritasi, saluran pernapasan akan mengalami peradangan.

Faktor Resiko

Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi perkembangan asma yaitu faktor internal dan eksternal. 

  • Faktor internal meliputi faktor genetik, obesitas, jenis kelamin, usia, aktivitas fisik yang berlebihan, dan ekspresi emosi yang kuat atau berlebihan. 
  • Untuk faktor eksternal meliputi occupational irritant, infeksi virus pada saluran pernapasan, alergen, asap rokok, polusi udara, obat-obatan, dan perubahan suhu lingkungan. Faktor eksternal merupakan faktor yang mendominasi timbulnya asma.

Diagnosis

Dokter perlu melakukan beberapa tes untuk membuktikan bahwa pasien positif mengidap asma. Sebelum tes atau uji laboratorium, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan terkait gejala yang dialami pasien. Apabila semua jawabannya positif mengarah ke asma maka dokter akan melakukan pemeriksaan. Beberapa pemeriksaan untuk diagnosis asma adalah sebagai berikut.

  • Melakukan tes IgE atau sIgE.
  • Pengukuran kinerja paru-paru dengan berpatokan pada volume udara yang dapat dihembuskan selama satu detik dan total udara yang dihembuskan menggunakan alat spirometer.
  • Pengukuran kadar arus ekspirasi puncak menggunakan peak flow meter (PFM).
  • Pengujian terhadap alergen untuk mengetahui apakah gejala asma yang timbul diakibatkan oleh zat alergen.

Semua uji diagnosis di atas saling menguatkan untuk mendukung diagnosis yang tepat kepada pasien yang diduga menderita asma.

Pencegahan

Hampir semua jenis penyakit dapat dikendalikan dan dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, begitu pula dengan asma. Selain menerapkan pola hidup sehat, beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencegah munculnya sama yaitu sebagai berikut.

  • Konsultasi ke dokter untuk mendapat saran penanganan dan pencegahan yang tepat
  • Mengenali dan menghindari pemicu timbulnya asma
  • Menggunakan obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter
  • Selalu memonitor kondisi pernapasan 

Pengobatan

Pengobatan asma umumnya adalah dengan menggunakan inhaler (obat penghirup). Alat ini berfungsi untuk mengirimkan obat ke dalam saluran pernapasan secara langsung melalui mulut dengan cara dihirup. Inhaler sendiri dibedakan menjadi 2 yaitu inhaler pereda dan inhaler pencegah. Inhaler pereda mengandung obat yang memiliki reaksi cepat sehingga mampu meredakan asma dengan cepat. Sedangkan inhaler pencegah mengandung obat-obatan steroid untuk mengurangi peradangan dan sensitivitas pada saluran napas. Selain inhaler, dapat pula menggunakan spacer. Spacer mampu meningkatkan jumlah obat yang mencapai paru-paru dan mengurangi efek sampingnya.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis