fbpx

Aritmia, Salah Satu Penyakit Jantung yang Jarang Diketahui

Mei 22, 2020 | Jantung | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Penyakit jantung terdiri dari berbagai jenis penyakit. Beberapa contoh penyakit jantung antara lain Penyakit Jantung Koroner (PJK), kardiomiopati, dan gagal jantung kongestif. Namun pernahkah Anda mendengar aritmia?

Aritmia adalah masalah dengan laju atau irama detak jantung. Jika Anda menderita penyakit ini, berarti jantung Anda berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau dengan pola yang tidak teratur. Ketika jantung berdetak lebih cepat dari kecepatan normal, maka disebut takikardia (lebih dari 100 ketukan per menit pada orang dewasa). Sedangkan ketika jantung berdetak terlalu lambat, maka disebut bradikardia (kurang dari 60 ketukan per menit pada orang dewasa). Jenis aritmia yang paling umum adalah fibrilasi atrium, yang mana menyebabkan detak jantung tidak teratur dan cepat.

Apa Penyebabnya?

Aritmia disebabkan oleh banyak faktor seperti serangan jantung, merokok, dan kelainan jantung bawaan. Jika Anda menderita penyakit jantung, melakukan aktivitas fisik juga dapat menyebabkan aritmia akibat kelebihan hormon seperti adrenalin. Beberapa obat-obatan juga dapat mempengaruhi laju detak jantung Anda.

Beberapa faktor lain seperti menderita penyakit arteri koroner (penyumbatan di arteri / pipa jantung), tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, penggunaan alkohol secara berlebihan, penyalahgunaan narkoba, riwayat keluarga dengan penyakit jantung, usia lanjut, gangguan tidur, dan konsumsi obat-obatan bebas, suplemen makanan, dan obat herbal juga menjadi faktor risiko dari penyakit ini.

Menurut U.S National Institute of Health, aritmia dapat terjadi jika sinyal listrik yang mengontrol detak jantung tertunda atau tersumbat. Hal ini dapat terjadi ketika sel-sel saraf yang menghasilkan sinyal listrik tidak berfungsi dengan baik atau ketika sinyal listrik tidak berjalan normal melalui jantung. Hal ini tentu dapat mengganggu detak jantung normal.

Selain itu stres, cemas, marah, dan kejutan yang mendadak dapat membuat jantung menjadi bekerja lebih keras. Hal ini dapat meningkatkan tekanan darah dan melepaskan hormon stres yang dapat menyebabkan aritmia.

Gejala Aritmia

Terdapat beberapa gejala aritmia yang dapat kamu waspadai, antara lain:

  • Detak jantung terasa cepat atau lambat
  • Sakit kepala ringan atau pusing
  • Nyeri pada dada
  • Sesak napas
  • Berkeringat

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
3 Komplikasi Hipertensi yang Perlu Anda Waspadai
Kenali Bahaya Hipertensi, Penyebab Kematian Yang Sering Muncul Tanpa Gejala
Pelajari Gejala TBC dan Cara Pengobatannya
Kenali Gejala Dan Bahaya Stroke Yang Dapat Mengancam Nyawa
5 Gejala Serangan Jantung Yang Harus Anda Waspadai
Penyakit Jantung Koroner: Penyebab dan Pengobatan Alami

Kardiomiopati, Penyakit Jantung Yang Dapat Hadir Tanpa Gejala

Gejala aritmia biasanya akan sering terjadi, sehingga penting untuk Anda memperhatikan seberapa sering gejala-gejala tersebut terjadi. Hal ini akan sangat berguna bagi dokter untuk menegakkan diagnosa. Jika aritmia tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal jantung, bahkan serangan jantung mendadak.

Itulah beberapa informasi mengenai aritmia yang telah Tim Lifepack rangkum untuk Anda. Jika Anda merasakan beberapa gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu kami juga dapat membantu anda memenuhi kebutuhan obat untuk penyakit kronis. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang.

Referensi:
Early Warning Signs and Risk Factors for Arrhythmias and Heart Disease
U.S National Institute of Health
U.S National Library of Medicine

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis