Angina Pectoris (Angin Duduk)

Jul 8, 2020 | penyakitA | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Angin duduk atau angina adalah kondisi nyeri dada karena pasokan darah dan oksigen yang kurang menuju jantung. Angina bisa menjadi gejala penyakit jantung koroner.

Informasi

Pada kondisi angin duduk atau angina pectoris, biasanya akan terjadi penumpukan kolesterol dan lemak dalam arteri koroner jantung yang disebut aterosklerosis. Angin duduk juga disebabkan karena kejang otot diarea arteri koroner. 

Sayangnya, nyeri dada akibat angina sulit diprediksi. Keadaan ini bisa terjadi ketika seseorang sedang bersantai, bahkan belum tentu hilang setelah beristirahat atau minum obat. Angina akan menyebabkan rasa nyeri dan sakit seperti ditekan atau diremas dengan kuat. Seseorang yang mengalami angin duduk harus segera mendapatkan penanganan dokter supaya kondisinya pulih. 

Siapapun bisa mengalami angina pectoris (angin duduk), namun yang lebih berisiko adalah pria berusia diatas 45 tahun dan wanita yang berusia lebih dari 55 tahun. Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir karena faktor risiko tersebut dapat dikurangi. Lebih lanjut, konsultasikan hal ini dengan dokter.

Gejala

Gejala umum dari angina pectoris (angin duduk) adalah rasa sakit yang tidak nyaman dibagian dada. Penderita juga akan merasakan sesak dada, nyeri, atau terasa berat dibagian dada dan terkadang menyebar ke area rahang, punggung, leher, bahu kiri, dan lengan bawah sebelah kiri. Tidak hanya itu saja, beberapa gejala angin duduk lain yang harus diwaspadai adalah sebagai berikut.

  • Tubuh berkeringat hebat
  • Mual
  • Kelelahan parah
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Gelisah
  • Pingsan 

Selebihnya, gejala angin duduk ditentukan oleh jenis angina pectoris itu sendiri. Ada empat jenis angina yaitu angina stabil (angina pektoris), angina tidak stabil, angina varian (angina prinzmetal), dan angina mikrovaskular. 

Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh. Jika Anda merasakan gejala seperti diatas, segera konsultasi dengan dokter. Terutama, jika Anda merasakan nyeri dada yang tidak kunjung hilang setelah beristirahat dan berlangsung selama lebih dari 10 menit. 

Penyebab

Gumpalan darah yang membentuk plak diarteri akan membuat arteri tersumbat. Gumpalan darah ini bisa terbentuk, kemudian terurai, lalu terbentuk lagi. Gumpalan darah ini jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan penyakit jantung. Maka, penyebab angina pectoris (angin duduk) ini dibedakan sesuai jenisnya.

  • Angina stabil (angina pektoris) disebabkan karena jantung tidak memperoleh pasokan oksigen untuk menunjang fungsinya, sehingga organ ini bekerja lebih keras. Terhambatnya aliran oksigen menuju jantung disebabkan oleh faktor penyakit jantung koroner dan penyempitan arteri.
  • Angina tidak stabil disebabkan oleh penyumbatan plak dipembuluh darah. Angina tidak stabil lebih parah dari angina stabil karena plak berisiko pecah dan menimbulkan luka pada pembuluh darah.
  • Angina varian yaitu penyempitan arteri koroner karena spasme. Spasme adalah mengencangnya otot jantung secara tiba-tiba dan menimbulkan kesakitan.
  • Angina mikrovaskular disebabkan oleh penyakit koroner mikrovaskuler (MVD). MVD adalah penyakit jantung yang memengaruhi pembuluh darah arteri koroner paling kecil di jantung.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang meningkatkan seseorang mengalami angin duduk, diantaranya sebagai berikut.

  • Usia dan jenis kelamin
  • Riwayat keluarga
  • Pola makan
  • Malas berolahraga
  • Merokok
  • Menderita diabetes
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Obesitas 
  • Tingkat kolesterol tinggi
  • Stress 

Diagnosis

Diagnosis adalah langkah penting yang harus dilakukan untuk memastikan apakah seseorang menderita angina pectoris (angin duduk) atau tidak. Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan memulainya dengan melihat riwayat medis pasien, kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan, dan tes darah. Nah, berikut ini adalah beberapa pemeriksaan lain yang umum dilakukan oleh dokter.

  • Elektrokardiogram (EKG)
  • Ekokardiogram
  • Tes ketahanan jantung
  • Skintigrafi jantung
  • Angiografi pembuluh darah koroner
  • X-ray dada (rontgen)
  • CT scan jantung

Pengobatan

Pengobatan angina pectoris (angin duduk) bertujuan untuk mengurangi gejala dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Untuk gejala yang ringan atau menengah, masih belum terlambat untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan menjalani pola hidup sehat. Berikut ini adalah prosedur yang umumnya diberikan dokter untuk mengatasi angina pectoris (angin duduk).

  • Operasi angioplasti untuk memperlancar aliran darah dan memperlebar pembuluh darah
  • Obat-obatan nitrat untuk melemaskan pembuluh darah yang kaku
  • Obat-obatan pencegah pembekuan darah
  • Obat-obatan penghambat saluran kalsium untuk melancarkan aliran darah dalam jantung
  • Obat penghambat beta
  • Obat penurun kadar kolesterol 
  • Obat untuk mengurangi tingkat penggumpalan darah sehingga darah dapat mengalir dengan mudah meski melalui pembuluh yang sempit sekalipun
  • Obat penghambat enzim pengubah angiotensin 
  • Operasi bypass untuk mengalihkan rute aliran darah supaya tidak melalui pembuluh darah yang tersumbat dan menggunakan pembuluh darah lainnya.

Pencegahan

Untuk mengurangi risiko terkena angina pectoris (angin duduk), berikut ini adalah langkah-langkah pencegahannya.

  • Berolahraga secara teratur
  • Mengonsumsi makanan yang sehat bagi jantung
  • Menghindari makanan yang berbahaya bagi jantung
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol
  • Berhenti merokok
  • Kelola stress dengan baik

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis