fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Apa itu disleksia? Disleksia adalah gangguan belajar yang terjadi pada anak. Anak yang mengalami disleksia maka akan mengalami kesulitan dalam membaca. Terutama ketika kondisi seperti ini tidak segera ditangani. Selain mengalami kesulitan membaca, anak juga tidak mempunyai kemampuan untuk memahami pelajaran yang ada di sekolah. Para orang tua disarankan untuk memperhatikan gejala disleksia supaya bisa mengantisipasi adanya disleksia lebih dini.

Semakin cepat penanganan dilakukan, maka hal ini akan lebih efektif. Misalnya anak mengalami kesulitan membaca, mengeja, menulis, bahkan sampai kesulitan berbicara. Hal ini bisa terjadi karena anak seringkali melihat huruf seperti terbolak-balik. Misalnya saja huruf “b” terlihat seperti huruf “d”.

Informasi Disleksia

Disleksia adalah jenis gangguan yang terjadi pada proses belajar pada anak. Anak yang menderita penyakit ini tidak hanya kesulitan dalam membaca maupun mengeja saja, akan tetapi juga bisa mengalami kesulitan ketika mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan. Jenis penyakit ini tergolong pada gangguan saraf yang terjadi di bagian otak dan seringkali dijumpai pada anak-anak maupun dewasa.

Gangguan saraf ini memang memberikan kesulitan bagi para penderitanya. Akan tetapi tidak mempengaruhi pada bagian tingkat kecerdasan seseorang. Biasanya disleksia terjadi karena adanya keturunan dari gen keluarga. Orang tua yang mempunyai gen disleksia maka dapat mewariskannya ke anak.

Gejala Disleksia

Setiap penderita akan menunjukkan gejala yang tidak sama. Hal ini tergantung pada usia maupun tingkat keparahan yang sedang dialami penderitanya. Sementara untuk gejala tersebut bisa saja muncul ketika anak berusia 1 hingga 2 tahun. Bahkan ketika dirinya sudah mulai memasuki dunia sekolah. Berikut ini gejala yang bisa ditimbulkan:

  • Mempunyai perkembangan bicara yang lambat jika dibandingkan pada anak-anak yang seusia nya.
  • Proses dalam memahami setiap kata yang didengar lebih sulit.
  • Mengalami kesulitan dalam menemukan kata yang tepat ketika menjawab pertanyaan.
  • Kesulitan mengucapkan kata yang sekiranya tidak umum didengarnya.
  • Bahasa asing sulit dipelajari, sehingga penderita akan sulit mengingatnya.
  • Penderita sulit membaca, mengeja, berhitung, bahkan menulis.
  • Kesulitan dalam mengingat angka, huruf, dan warna.
  • Kesulitan memahami setiap tata bahasa.

Penyebab Disleksia

Ada beberapa penyebab yang menjadikan penderita ini mengalami kondisi seperti berikut ini:

  • Adanya kelainan yang disebabkan karena gen dan mempengaruhi kinerja otak penderitanya.
  • Adanya paparan nikotin atau infeksi, Napza dan alkohol ketika berada dalam masa kehamilan.
  • Penderita lahir prematur atau berat badan yang rendah.

Faktor Risiko

Selain mengetahui penyebabnya, para orang tua pun disarankan untuk mengetahui faktor resiko yang seringkali terjadi pada penderita penyakit ini. Berikut ini daftar faktor yang bisa meningkatkan adanya risiko diri seseorang yang menderita disleksia, diantaranya:

  • Terdapat perbedaan pada bagian otak yang dapat mengendalikan kemampuan penderita dalam membaca.
  • Adanya infeksi ketika masa kehamilan, sehingga berpengaruh terhadap perkembangan otak janin.
  • Mempunyai keluarga yang menderita disleksia.

Diagnosis

Supaya bisa memastikan bahwa pasien benar-benar mengalami disleksia, sebelumnya orangtua harus memahami apa itu disleksia. Pada pemeriksaannya, dokter akan melakukan pengecekan. Berikut ini diagnosis yang akan dilakukan oleh dokter:

  • Dokter akan menanyakan mengenai anggota keluarga lain apakah mempunyai riwayat gangguan disleksia atau tidak.
  • Ada beberapa pertanyaan yang dibuat oleh dokter dengan memberikan kuesioner pada sejumlah pertanyaan.
  • Melakukan pemeriksaan bagian saraf untuk melakukan pemeriksaan apakah gejala disleksia yang terjadi tersebut berhubungan dengan adanya gangguan mata, saraf otak, maupun gangguan pendengaran.
  • Melakukan tes psikologi untuk bisa memahami mengenai kondisi kejiwaan anak sekaligus menyingkirkan adanya gangguan depresi ataupun kecemasan yang bisa mempengaruhi kemampuan anak dalam belajar.
  • Tenaga medis maupun orang yang ahli dalam bidangnya akan meminta pasien untuk melakukan tes akademis yang sudah dianalisis.

Pengobatan

Disleksia memang menjadi penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi apabila penyakit ini sudah terdeteksi dari awal maka tindakan medis bisa segera dilakukan supaya kemampuan penderita dalam membaca semakin meningkat. Berikut ini pengobatan yang bisa dilakukan para orang tua yang memiliki anak penderita disleksia:

  • Mengenali bunyi setiap kata yang mempunyai kemiripan. Misalnya seperti pagar dan pasar.
  • Menulis dan mengeja dari beberapa kata sederhana sampai kalimat yang sulit. 
  • Memahami susunan huruf yang mempunyai bunyi.
  • Membaca kalimat dengan tepat dengan cara memahami setiap makna yang dibacanya.
  • Memahami kosakata dan menyusun kalimat baru.
  • Orang tua dapat membaca dihadapan anak dengan suara yang keras.
  • Memberikan semangat kepada anak supaya dirinya berani untuk membaca. Hal ini bisa menghilangkan rasa takut anak ketika membaca.
  • Menjalin kerjasama dengan pihak guru yang ada di sekolah.

Pencegahan

Meskipun disleksia tidak bisa disembuhkan, akan tetapi masih ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan seperti berikut:

  • Waktu membaca lebih diperbanyak.
  • Menjalin kerjasama dengan pihak sekolah.
  • Menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. 
  • Hindari mencela anak supaya tidak terjadi kesalahan ketika anak membaca. Dengan hal ini maka anak tetap mempunyai rasa percaya diri.
  • Sering membaca buku untuk anak.
  • Memberikan motivasi kepada anak.

Itulah informasi mengenai apa itu disleksia. Semoga bermanfaat. Jika permasalahan dan kondisi disleksia tidak segera ditangani dengan baik, maka hal ini bisa berimbas terhadap anak di masa depan. Apabila sekiranya anak sudah menunjukkan beberapa gejala seperti di atas, maka sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter supaya memperoleh penanganan maupun pengobatan yang tepat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis