fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Jika mendengar istilah acetaminophen, maka Anda pasti bertanya-tanya obat apakah itu. Lain halnya jika mendengar istilah paracetamol. Anda sudah mengerti bahwa itu adalah salah satu obat penurun demam. Ternyata, keduanya adalah obat yang sama, hanya saja mempunyai dua nama yang berbeda. Agar lebih memahami pemakaian obat ini, pahamilah beberapa informasi berikut.

Informasi

Obat acetaminophen sudah sering digunakan oleh masyarakat sebagai langkah medis dalam mengatasi demam. Obat yang dikenal sejak tahun 1990-an ini berasal dari tanaman cinchora yang merupakan komposisi utama untuk membuat obat-obat malaria dan asam salisilat. Berdasarkan khasiatnya ini, ternyata paracetamol merupakan salah satu obat analgesik non-narkotik antipiretik.

Sifat analgesik dari obat ini berpengaruh terhadap perubahan suhu tubuh dan saraf pada otak dalam hal menurunkan demam dan juga mengurangi rasa sakit yang timbul di beberapa organ. Rasa sakit atau nyeri yang timbul di bagian persendian, otot, kepala, gigi, dan punggung, dapat diatasi dengan paracetamol ini.

Dosis

Obat acetaminophen ini sudah resmi dan tentu saja beredar luas di apotek dan swalayan. Bentuk obatnya adalah kapsul atau tablet. Ada sebagian obat yang berbentuk cair. Dalam pemakaiannya, obat ini dapat dikombinasikan dengan obat lain sebagai penghilang rasa sakit. Dalam pengobatan flu, obat ini juga banyak difungsikan sebagai bahan penyusunnya.

Paracetamol tentu saja aman dikonsumsi dalam dosis yang standar (Baca juga Pelajari Dosis dan Efek Samping Obat Paracetamol). Terdapat aturan dosis obat sesuai dengan usia konsumennya. Pada usia dewasa, paracetamol dapat digunakan sebesar 325-650 mg setiap 4-6 jam dengan maksimal dosisnya adalah 3250 mg atau bisa mencapai 4000 mg setiap 24 jam dengan pengawasan.

Dalam pemakaian untuk menyembuhkan nyeri untuk intensitas melebihi normal, paracetamol dapat digunakan sebanyak 1000 mg setiap 6 jam atau 1300 mg setiap 8 jam. Jadi, Anda tetap harus memperhatikan dosis obat sesuai usia dan tujuan pemakaiannya. Agar aman, Anda bisa mengonsultasikannya terlebih dahulu ke dokter.

Berikutnya, terdapat dosis khusus anak-anak yang tentunya lebih ringan. Paracetamol untuk anak mempunyai dosis yang berbeda-beda sesuai dengan tingkatan usianya. Acetaminophen juga aman digunakan untuk bayi mulai usia 0 hari, namun tetap dalam pertimbangan dan pengawasan dokter.

Untuk anak yang usianya 12-15 tahun, terdapat dosis sebesar 480-750 mg setiap 4-6 jam sampai maksimalnya sebanyak 4 kali pemberian setiap harinya. Untuk anak yang berusia 10-11 tahun, terdapat dosis pemakaian sebesar 480-500 mg setiap 4-6 jam sampai maksimal pemberiannya adalah 4 kali setiap harinya.

Bagi anak-anak yang usianya 8-9 tahun, diberikan dosis sebesar 360-375 mg setiap 4-6 jam sampai maksimal pemberiannya adalah sebanyak 4 kali setiap harinya. Untuk anak yang berusia 6-7 tahun, dosisnya adalah sebanyak 240-250 mg setiap 4-6 jam sekali sampai maksimal pemberiannya adalah 4 kali setiap harinya.

Untuk anak-anak usia 0-12 tahun, terdapat pula paracetamol yang berbentuk cair atau sirup. Hal ini akan lebih memudahkan si kecil pastinya. Untuk sirup ini, terdapat dosis yang berbeda sebagai acuan pemakaian obat. Terdapat sendok takar sebesar 5 mL sebagai acuannya.

Untuk anak yang usianya 0-1 tahun, diberikan dosis sebesar ½ sendok takar sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Anak-anak yang berusia 1-2 tahun, diberikan dosis sebanyak 1 sendok takar dalam 3-4 kali pemberian dalam sehari. Anak-anak yang usianya 2-6 tahun diberikan 1-2 sendok takar dengan aturan 3-4 kali pemberian dalam sehari.

Bagi anak-anak usia 6-9 tahun, diberikan dosis sebanyak 2-3 sendok takar dalam 3-4 kali pemberian dalam satu harinya. Untuk anak-anak usia 9-12 tahun, terdapat dosis sebanyak 3-4 sendok takar dengan 3-4 kali pemberian setiap harinya. Aturan dosis ini harus dipatuhi agar aman dan tidak menimbulkan overdosis ataupun efek samping tertentu.

Efek Samping

acetaminophen

Berdasarkan informasi medis, kontradiksi acetaminophen ini terjadi pada pasien yang mempunyai riwayat hipersensitivitas serta penyakit hepar aktif skala berat. Jadi, tetap terdapat efek samping dari mengonsumsi obat ini untuk beberapa kondisi. Bukan hanya karena salah dosis, melainkan juga karena mengabaikan kondisi pasien yang mempunyai kontradiksi terhadap obat.

Pemakaian obat juga perlu perhatian yang serius kepada pasien dengan beberapa kondisi. Beberapa kondisi ini akan mengalami kontradiksi dengan paracetamol jika pemakaiannya dalam jangka panjang. beberapa di antara kondisi tersebut adalah hipovolemia berat, penyakit hepar kronis, malnutrisi kronis, defisiensi G6PD, fenilketonuria, dan konsumsi alkohol dalam waktu lama.

Dalam tindakan antisipasi efek sampingnya, terdapat beberapa langkah sesuai kondisi pasiennya. Pada pasien hipovolemia berat yaitu dehidrasi, kehilangan darah, dan malnutrisi kronis, diperlukan adanya pengurangan dosis paracetamol. Semua ini dilakukan agar tidak menimbulkan risiko kerusakan hepar.

Pada pasien yang sudah mengalami asma dan sudah dipicu pemakaian aspirin, mengonsumsi paracetamol justru akan memicu terjadinya asma. Bahkan, efeknya sampai menimbulkan reaksi anafilaksis.

Selain sulfat, terdapat komponen pada produk paracetamol yang harus diperhatikan yaitu aspartam yang apabila dimetabolisme akan menghasilkan fenilalanin yang sangat berbahaya bagi pasien yang mengidap fenilketonuria. Dengan demikian, perlu pendampingan dokter untuk mengonsumsi setiap jenis obat agar dapat meminimalisir risiko sensitivitas terhadap setiap jenis obat.

Paracetamol ini juga dapat dikombinasikan dengan obat-obatan lainnya, sehingga menjadikan pemakaiannya perlu dipantau, terlebih pada pasien yang sudah mengalami kondisi tertentu seperti yang sudah disebutkan di atas. Untuk itu, perhatikanlah dosis paracetamol agar tidak mengalami overdosis.

Cara Konsumsi

Mengetahui berbagai informasi, manfaat, dosis, dan efek samping dari pemakaian obat paracetamol, tentu Anda menjadi lebih memahami keseluruhan obat yang dikenal ampuh menurunkan panas demam ini (Baca juga Redakan Demam Anak dengan 4 Cara Ini). Berdasarkan manfaatnya, terdapat berbagai hal yang dapat diredakan dengan paracetamol.

Akan tetapi, terdapat pula efek samping dari pemakaian obat ini seperti yang dijelaskan di atas. untuk mengantisipasinya, Anda harus memperhatikan cara konsumsinya. Selain memperhatikan dosis yang benar untuk setiap pasien dan memperhatikan dosis khusus bagi pasien dalam kondisi tertentu, terdapat perhatian pada cara konsumsi obat tersebut pula.

Cara konsumsi acetaminophen tablet ini juga mudah yaitu dengan meneguknya. Untuk anak-anak, Anda bisa menghaluskan obatnya terlebih dahulu, lalu dibasahi sedikit dengan air, kemudian anak bisa meneguknya. Dalam pemakaiannya, tetap ingat perhatikan dosis dan kondisi seseorang.

Untuk obat paracetamol sirup, anak-anak dapat mengonsumsinya lebih mudah. Untuk anak usia 0-12 tahun, langsung saja Anda dapat memberikan sirup sesuai dosis tersebut. Cara mengonsumsinya juga sangat praktis yaitu langsung dapat meminumnya.

Agar obat ini tetap dalam kondisi baik dan layak konsumsi, simpanlah di tempat yang mempunyai suhu ruangan normal. Jauhkan dari cahaya matahari langsung dan jauhkan pula dari tempat yang lembab. Anda juga tidak disarankan menyimpan paracetamol di kamar mandi. Jangan pula memasukkannya ke dalam lemari es atau kulkas yang bersuhu dingin karena membuatnya beku.

Itulah berbagai informasi seputar acetaminophen. Kami dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan dan beli obat online untuk penyakit kronis. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis