fbpx

Vaksin Hepatitis B: Dosis, Indikasi, dan Efek Samping

Sep 21, 2020 | Informasi Kesehatan Obat dari Huruf V | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Vaksin sangat penting diberikan sejak dini untuk merangsang pembentukan antibodi terhadap penyakit tertentu. Biasanya, vaksinasi dilakukan saat bayi, meski ada beberapa jenis yang diberikan setelah dewasa. Dari sekian jenis vaksin yang perlu diberikan, vaksin Hepatitis B adalah salah satu yang tidak boleh terlewatkan. Bahkan, vaksin Hepatitis jenis ini harus diberikan ketika bayi baru lahir. 

Informasi 

Hepatitis B adalah jenis infeksi virus yang menyerang hati. Penyakit ini tergolong menular dan biasanya menyerang anak-anak. Penyebaran virus Hepatitis B terjadi melalui darah ataupun cairan tubuh lainnya. Pemberian vaksin ini sangat penting diberikan sejak bayi baru lahir karena mereka lebih berisiko tinggi terkena Hepatitis B dari ibu yang terinfeksi, baik melalui proses persalinan normal ataupun caesar. Pasalnya, seorang ibu yang mengidap penyakit Hepatitis B seringkali tidak menyadari bahwa dirinya menderita penyakit tersebut karena tidak adanya gejala yang dirasakan.

Tidak hanya bagi bayi, vaksin Hepatitis B juga perlu diberikan pada ibu yang dinyatakan negatif Hepatitis B. Tujuannya sama yaitu untuk mencegah infeksi Hepatitis B. Selain itu, vaksinasi ini dimaksudkan untuk mencegah berbagai penyakit akibat infeksi Hepatitis B seperti kanker hati dan sirosis.

Dosis

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), waktu terbaik pemberian vaksin Hepatitis B yang pertama yaitu 12 jam setelah bayi lahir, dengan didahului suntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya. Kemudian, vaksin diberikan kembali secara berturut-turut pada usia 2, 3 dan 4 bulan. Jadi, vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali. Bagi anak ataupun remaja dibawah usia 19 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi ini, penting untuk segera mendapatkannya. Sebab, vaksin Hepatitis B merupakan imunisasi wajib di Indonesia.

Dosis vaksin Hepatitis B untuk kategori usia diatas adalah 0.5 ml. Selain itu, dosis orang dewasa yang berisiko tinggi mengalami Hepatitis B yaitu 1ml.

Kontraindikasi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mendapatkan vaksinasi Hepatitis B diantaranya sebagai berikut.

  • Vaksin Hepatitis B tidak boleh diberikan pada seseorang yang memiliki reaksi alergi serius, seperti syok anafilaktik. Apabila vaksinasi pertama mengalami reaksi alergi tersebut, maka orang tersebut tidak dianjurkan untuk mendapatkan imunisasi Hepatitis B periode selanjutnya.
  • Seseorang yang sedang batuk pilek kategori sedang hingga berat, maka pemberian vaksin Hepatitis B harus dipertimbangkan untuk ditunda terlebih dulu hingga sembuh. Sedangkan jika hanya sakit batuk pilek ringan, tidak ada alasan untuk menunda vaksinasi.

Interaksi dengan Obat Lain

Vaksin ini akan berkurang efektivitas kerjanya apabila dikombinasi dengan golongan obat imunosupresif, seperti kortikosteroid dan antineoplastik.

Kelompok Orang Berisiko

Berdasarkan studi yang dilakukan pada hewan, pemberian vaksin ini menunjukkan adanya efek samping terhadap janin. Sedangkan studi terkontrol pada wanita hamil masih belum dilakukan. Vaksin ini baru boleh digunakan apabila manfaat yang diperoleh lebih besar dari risiko yang diterima. Bagi wanita menyusui pun masih belum diketahui apakah vaksin Hepatitis B akan menyerap dalam ASI atau tidak. Maka, sampaikan kondisi Anda saat hamil atau menyusui pada dokter sebelum mendapatkan vaksinasi ini.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang terjadi setelah pemberian vaksin Hepatitis B diantaranya sebagai berikut.

  • Demam
  • Gatal-gatal
  • Mual
  • Muncul ruam di kulit
  • Terjadi pembengkakan diarea sekitar suntikan
  • Sensasi terbakar pada kulit
  • Sakit kepala
  • Tubuh merasa lelah

Cara Konsumsi

Pemberian vaksin Hepatitis B berbeda-beda tergantung dari kondisi bayi. Vaksin diberikan sebanyak tiga kali dengan durasi minimal antar pemberian yaitu 4 minggu. Sementara, pemberian lebih dari dosis tidak dianjurkan karena tidak meningkatkan efektivitas. Jadwal vaksinasi yang ideal yaitu pertama saat bayi lahir, kemudian dosis kedua dan ketiga diberikan bersamaan vaksin DPT pertama dan ketiga. Dosis pertama diberikan saat 24 jam pertama bayi sehat. Sedangkan pada bayi prematur yang lahir dengan berat kurang dari 2 kg, pemberian dosis pertama saat usia kronologis 1 bulan.

Namun, Indonesia sudah tidak menyediakan DPT tunggal dan kini vaksin Hepatitis B sudah bergabung jadi satu dengan DPT dalam vaksin pentabio. Oleh karena itu, IDAI merekomendasikan pemberian vaksin ini menjadi 4 tahap yaitu saat lahir, usia 2 bulan, usia 3 bulan, dan terakhir 4 bulan. Kemudian, bagi anak, remaja, atau dewasa yang belum mendapatkan vaksin Hepatitis B sesuai jadwal diatas, imunisasi Hepatitis B tetap bisa diberikan dalam 3 dosis dengan jarak antar dosis pertama dan kedua adalah 4 minggu dan jarak antar dosis pertama dan ketiga yaitu 16 minggu.

Apabila terjadi interupsi atau pemberian vaksin tidak sesuai jadwal, maka tidak perlu diulang dari awal. Jika interupsi terjadi setelah dosis pertama, maka segera berikan dosis kedua dan dosis ketiga tetap diberikan dengan jarak minimal 4 minggu dari dosis kedua. Jika dosis ketiga tertunda, segera berikan dosis ketiga.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis