Toksoplasmosis

by | Jun 12, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitT | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Toksoplasmosis merupakan infeksi pada manusia yang disebabkan oleh adanya serangan parasit Toxoplasma gondii (T. gondii). Umumnya, parasit ini terdapat pada kotoran hewan kucing dan daging mentah. Toksoplasmosis bisa menyerang siapa saja baik orang dewasa maupun anak-anak bahkan janin dalam kandungan.  

Informasi

Di dalam tubuh manusia, T. gondii dalam keadaan inaktif sehingga memberikan kekebalan sepanjang hidup terhadap infeksi parasit ini. Saat kekebalan tubuh manusia rendah, maka infeksi T. gondii  aktif kembali dan menimbulkan kondisi kesehatan yang memburuk pada pasien. Gejala Toksoplasmosis cenderung tidak terlihat pada orang yang memiliki kekebalan tubuh sehat.  

Gejala

Tanda atau gejala orang yang mengalami penyakit Toksoplasmosis sebagian besar tidak terlihat. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh yang sehat biasanya tidak mudah terinfeksi parasit. Namun, terdapat pada kasus Toksoplasmosis yang dialami oleh orang lain dapat menunjukkan gejala seperti:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Bengkak pada kelenjar getah bening, terutama pada leher.
  • Nyeri otot dan pegal.
  • Sakit tenggorokan.

Infeksi T. gondii pada bayi ditularkan oleh ibu saat masa kehamilan. Janin yang terkena Toksoplasmosis pada trimester awal kehamilan menyebabkan masalah serius seperti keguguran, kematian dalam kandungan, dan kelahiran prematur. Toksoplasmosis yang menginfeksi janin dapat mengancam kehidupan bayi pasca lahir.

Kebanyakan bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Toksoplasmosis tampak normal, tetapi gejala akan muncul seiring anak tumbuh besar. Gejala yang terlihat pada bayi yang lahir dengan kondisi infeksi T. gondii diantaranya kulit berwarna kuning, kejang, kepala terlihat kecil, infeksi pada retina, dan lainnya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memeriksa otak dan mata bayi setelah lahir.  

Sedangkan bagi orang yang memiliki gangguan kekebalan tubuh, T. gondii menginfeksi otak, paru-paru, dan mata. Infeksi pada otak mengakibatkan peradangan otak sehingga penderita sakit kepala, kejang, kebingungan, dan koma. Gejala infeksi pada paru-paru menyebabkan batuk, sesak napas, dan demam. Sementara itu, infeksi pada mata, pasien mengalami sakit mata dan penglihatan yang kabur.

Penyebab

Toksoplasmosis disebabkan oleh adanya infeksi parasit Toxoplasma gondii yang berasal dari berbagai media. Parasit ini tumbuh baik dalam jaringan hewan, khususnya dalam lapisan usus kucing dan keluar bersama kotoran pada saat buang air besar.

Penyebaran infeksi T. gondii juga bisa dengan mengkonsumsi daging mentah atau daging yang dimasak kurang matang dan air yang terkontaminasi parasit.Cara lain saat transfusi darah dan pencangkokan organ dari orang yang terinfeksi parasit T. gondii. Sedangkan penularan parasit ini kepada janin atau bayi melalui plasenta ibu.  

Faktor Resiko

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko manusia terkena penyakit Toksoplasmosis  Dengan mengetahui faktor risiko penyakit ini, penyebaran infeksi T. gondii dapat dicegah agar tidak mengalami peningkatan. Faktor-faktor tersebut diantaranya wanita hamil, orang yang sedang menjalani kemoterapi, transplantasi organ, dan konsumsi obat kortikosteroid jangka panjang.

Diagnosis

Dokter dapat mendiagnosis seseorang terinfeksi T. gondii dari gejala-gejala yang dikeluhkan. Oleh karena itu, penting bagi setiap pasien untuk berkata jujur tentang semua gejala yang ada. Selanjutnya tes darah dilakukan agar tahu kadar antibodi tubuh pada parasit T. gondii.

Jika hasil tes darah negatif, tubuh kebal atau tubuh belum membentuk antibodi terhadap parasit. Untuk memastikan hasil tes ini, diperlukan tes darah ulang dalam beberapa minggu kedepan. Sebaliknya, hasil positif menandakan infeksi dalam tubuh aktif atau pernah mengalami infeksi T. gondii.

Pasien yang mengalami gangguan kekebalan tubuh diperlukan pemindaian MRI untuk memastikan penyebaran infeksi sudah sampai otak atau tidak. Sementara itu, pemeriksaan pada wanita hamil ditambah dengan amniocentesis dan USG.

Pemeriksaan amniosentesis dilakukan dengan mengambil sampel air ketuban wanita hamil usia lebih dari 15 minggu untuk mengetahui ada tidaknya infeksi pada janin. Sedangkan USG dilakukan dengan melihat ada tidaknya gejala tidak biasa dari janin. Saat bayi terlahir pun harus dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya kerusakan pada tubuh.

Pengobatan

Pasien yang menderita penyakit Toksoplasmosis ringan, tidak diperlukan perawatan medis karena bisa pulih dalam waktu 6 minggu. Sedangkan pasien dengan Toksoplasmosis akut, obat yang harus dikonsumsi yaitu sulfadiazine dan pyrimethamine. Ada tambahan obat kortikosteroid bagi orang yang mengalami infeksi mata.

Wanita hamil yang terkena penyakit ini pada usia kehamilan sebelum minggu ke-16 diberikan antibiotik spiramycin. Sebaliknya, jika usia kehamilan lebih dari 16 minggu, maka dokter memberikan pyrimethamine dan sulfadiazine.

Bayi lahir yang terkena Toksoplasmosis diresepkan kedua obat tersebut selama satu tahun setelah lahir dengan pantauan dari dokter.  Sementara itu, pengobatan bagi pasien dengan gangguan imunitas, obat yang diberikan clindamycin dan pyrimethamine selama 6 minggu atau lebih tergantung kondisi tubuh.  

Pencegahan

Hal yang dapat mencegah penyebaran infeksi T. gondii antara lain makan daging matang, cuci makanan sebelum dikonsumsi, dan cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Bagi yang memiliki kucing, jaga kebersihan kucing, kandang, dan lingkungan tempat pemeliharaan. Apabila kucing terlihat tidak sehat, segera periksakan ke dokter hewan.