fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Skoliosis adalah salah satu kelainan tulang belakang yang melengkung secara tidak normal, ke kiri atau kanan. Kebanyakan kasus ini dialami oleh anak-anak sebelum masa pubertas. Meskipun tergolong ringan, penderita skoliosis dianjurkan untuk menjalani x-ray supaya dapat diketahui sejauh mana perkembangannya.

Informasi

Kondisi tulang belakang yang melengkung ini seperti huruf C atau S. Skoliosis dapat berkembang menjadi lebih parah seiring bertambahnya usia penderita, terutama wanita. Apabila telah berkembang semakin parah, penderita dapat mengalami gangguan lain seperti jantung, paru-paru, atau kelemahan tungkai. Risiko juga akan semakin serius apabila sudut lengkungan bertambah besar. 

Walaupun penyebabnya belum diketahui secara pasti, penyakit ini memiliki kaitan antara faktor genetik, kelainan otot, dan saraf. Anak-anak akan menjalani kontrol rutin x-ray dan sebagian lainnya membutuhkan alat bantu untuk mencegah pertambahan lengkungannya. Bahkan, ada kemungkinan lain penderita harus menjalani prosedur operasi.

Skoliosis dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Skoliosis kongenital
  • Skoliosis idiopatik
  • Skoliosis degeneratif
  • Skoliosis neuromuskular
  • Skoliosis scheuermann
  • Skoliosis sindromik

Gejala

Gejala skoliosis dapat dilihat dari perubahan penampilan pada bagian dada, pinggul, dan bahu seperti berikut.

  • Condong ke salah satu sisi
  • Salah satu bagian bahu terlihat lebih tinggi
  • Salah satu tulang belikat nampak lebih menonjol
  • Ada tonjolan pada salah satu bagian pinggul

Penderita skoliosis akan mengalami rasa nyeri yang beragam. Mulai dari rasa sakit yang menjalar dari tulang belakang ke kaki, pinggul, dan tangan saat berjalan, hingga nyeri punggung yang terus menerus, serta kesulitan saat bernafas. Bahkan penyaki ini menimbulkan komplikasi seperti berikut ini.

  • Nyeri punggung jangka panjang yang dialami oleh orang dewasa dan telah mengidap skoliosis sejak kecil
  • Gangguan pada organ jantung dan paru-paru

Penyebab

Penyebab skoliosis tidak diketahui secara pasti, namun diduga ada faktor genetik yang berperan cukup besar. Selain itu, ada kemungkinan penyebab tulang belakang melengkung, diantaranya sebagai berikut.

  • Kondisi saraf dan otot, biasanya ditemukan pada penderita cerebral palsy, poliomielitis, dan distrofi otot.
  • Bawaan lahir karena pertumbuhan tulang belakang tidak sempurna saat berada didalam kandungan. Namun, kondisi ini jarang terjadi.
  • Memiliki gen tertentu yang berpengaruh terhadap kemungkinan seseorang mengalami kondisi ini.
  • Panjang kaki tidak sama memperbesar kemungkinan seseorang menderita kondisi tulang belakang melengkung.

Penyakit ini juga dapat berkembang akibat masalah kesehatan lain, seperti berikut.

  • Sindrom Marfan
  • Neurofibromatosis
  • Osteoporosis 

Faktor Risiko

Skoliosis adalah penyakit yang dapat terjadi pada hampir setiap orang. Apabila Anda mengalami salah satu faktor risiko, bukan berarti Anda pasti menderita kondisi kesehatan atau penyakit. Bahkan, ada beberapa kasus yang menetapkan Anda terserang penyakit tertentu tanpa ada salah satu faktor risiko. Nah, untuk meningkatkan kewaspadaan, berikut ini adalah faktor-faktor risiko yang memicu seseorang terkena penyakit skoliosis.

Usia

Kebanyakan penderita skoliosis adalah anak-anak dan remaja yang berusia 10-15 tahun. Meski demikian, tak sedikit kasus ini yang ditemukan pada lansia dan bayi.

Jenis Kelamin

Skoliosis lebih sering ditemui pada pasien berjenis kelamin perempuan daripada laki-laki.

Faktor Keturunan

Apabila Anda memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit skoliosis, maka risiko terserang penyakit ini jauh lebih tinggi.

Diagnosis

Nah, untuk mendiagnosis apakah pasien menderita penyakit tulang belakang melengkung, dokter akan melakukan beberapa serangkaian tes, diantaranya adalah sebagai berikut.

Pemeriksaan Fisik

Dokter akan mengecek punggung Anda saat dalam posisi berdiri tegak. Pada posisi tersebut, dokter akan mengetahui adanya lengkungan tulang punggung atau tidak serta keadaan bahu dan pinggang dalam posisi simetris atau tidak. Dokter juga akan meminta Anda membungkuk untuk mengecek adanya lengkungan punggung di bagian atas dan bawah.

Tes Pencitraan

Setelah pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan tes pencitraan untuk membantu melihat struktur tulang belakang secara lebih jelas. Berikut ini adalah beberapa tes pencitraan yang dianjurkan.

  • X-ray
  • MRI scan
  • CT scan
  • Scan tulang

Pengobatan

Perawatan penyakit skoliosis tergantung pada tingkat keparahan, usia, lokasi, dan jenis kelaminnya. Berikut ini perawatan yang bisa dilakukan.

  • Memberikan obat pada pengidap skoliosis dewasa guna meredakan rasa nyeri
  • Observasi dengan x-ray setiap 6 bulan untuk memantau perkembangan lengkungan tulang belakang
  • Memberikan penyangga untuk menghentikan lengkungan tulang belakang. Pengobatan ini biasanya diberikan pada pengidap skoliosis anak kecil dengan sudut lengkung lebih dari 20 derajat.
  • Melakukan operasi apabila perawatan diatas tidak berhasil dan sudut lengkungan mencapai lebih dari 50 derajat.

Pencegahan

Skoliosis memang tidak bisa dicegah, namun beberapa langkah berikut ini dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit tulang belakang melengkung supaya tidak makin parah.

  • Periksa anak Anda secara teratur untuk mendeteksi adanya skoliosis sejak dini
  • Jalani terapi fisik atau fisioterapi meskipun sangat menyakitkan
  • Gunakan brace penahan tulang punggung sesuai saran dokter
  • Minta dukungan dari orang terdekat terhadap kondisi Anda

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis