fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Sitagliptin merupakan obat yang biasanya digunakan untuk seseorang yang sedang mengalami program diet disertai dengan olahraga dan bisa memungkinkan juga digunakan oleh seseorang yang ingin mengontrol kadar glukosa darah. 

Diet adalah mengkonsumsi makanan dan minuman dengan jumlah tertentu. Glukosa darah adalah gula yang ada di dalam tubuh, disimpan untuk menghasilkan energi (Baca juga Inilah Kadar Gula Darah Normal dan Cara Mengontrolnya). 

Informasi

Obat yang biasa digunakan untuk program diet dan mengatur glukosa darah yang tinggi. Biasanya, obat sitagliptin ini dikonsumsi oleh pasien yang mengidap diabetes tipe 2. Bahkan, dengan obat sitagliptin mampu memiliki peranan dalam mengurangi risiko dari kerusakan pada ginjal, kerusakan saraf, dan gangguan pada fungsi seksual. 

Obat anti-diabetes sitagliptin memiliki cara kerja dengan meningkatkan kadar dari zat alami, yang biasanya disebut sebagai incretins. Jadi, incretins ini mampu membantu dalam mengontrol glukosa darah yang bisa melepas insulin, seperti sesudah mengkonsumsi makanan. Tentu hal ini bisa bermanfaat untuk mengurangi glukosa darah yang sudah diciptakan oleh hati. 

Dosis

Informasi lebih lengkap dan aman, bisa dikonsultasikan dengan dokter. Mengingat bahwa kondisi masing-masing pasien yang mempunyai perbedaan, dari kondisi berat badan, usia, dan kondisi penyakit yang ada di tubuh pasien. 

Dosis yang dikonsumsi untuk orang dewasa, umumnya diberikan dosis sebesar 100 mg dalam satu kali sehari. Dosis untuk anak-anak masih belum bisa ditentukan terutama untuk anak-anak yang usianya di bawah 18 tahun. Amannya penggunaan obat sitagliptin dikonsultasikan dengan dokter. 

Pada umumnya, obat sitagliptin tersedia dalam tablet, dengan dosis 25 mg, 50 mg, dan 100 mg. 

Kontraindikasi

  1. Apabila Anda mempunyai alergi terhadap pewarna, makanan, pengawet, maka Anda baca di kemasan mengenai aturan pakai obat tanpa resep. 
  2. Tanyakan kepada dokter, apabila Anda memberikan obat sitagliftin terhadap anak-anak dengan usia di bawah 18 tahun. 
  3. Apabila Anda membeli obat sitagliptin untuk orang lansia, lebih baik tanyakan terlebih dahulu kepada dokter untuk penggunaan obat yang aman. 

Interaksi dengan Obat Lain

Obat satu yang dikonsumsi bersamaan dengan obat lain mampu menimbulkan sebuah interaksi. Interaksi bisa memberikan efek samping mulai dari merubah kinerja atau meningkatkan risiko dari efek samping yang ditimbulkan oleh obat sitagliptin. 

Maka dari itu, apabila Anda mengkonsumsi obat-obatan yang lain perlu diperhatikan dan dicatat apabila Anda perlu mengkonsumsi obat sitagliptin dalam pengobatan. Anda bisa berkonsultasi terhadap dokter, biasanya dokter akan membagi dosis yang benar bahkan ada perubahan dosis obat yang harus dikonsumsi oleh Anda.

Obat-obat yang akan berinteraksi dengan obat sitagliptin, diantaranya yaitu balofloxacin, besifloxacin, ciprofloxacin, eliglustat, fleroxacin, levofloxacin, norfloxacin, pefloxacin, plurifloxacin, rufloxacin, sparfloxacin, dan tosufloxacin.

Anda ingin tetap aman dalam mengkonsumsi obat bersamaan dengan obat yang lain, maka dari itu konsultasikan dengan dokter. 

Kelompok Orang Berisiko

Menurut US Foods and Drugs Administration (FDA), obat sitagliptin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan B. Golongan B merupakan golongan obat yang tidak memiliki risiko dalam beberapa penelitian. Terutama untuk ibu yang sedang menjalankan program kehamilan, ibu hamil, dan ibu menyusui. Mengkonsumsi dengan aman, maka perlu berkonsultasi dengan dokter agar bisa mengetahui baik dan buruknya obat untuk saat ini. 

Inilah orang-orang yang mungkin berisiko ketika mengkonsumsi obat sitagliptin, diantaranya sebagai berikut: 

  1. Ibu yang sedang menjalankan program kehamilan, ibu hamil, dan ibu menyusui
  2. Memiliki alergi 
  3. Anak-anak di bawah umur 18 tahun 
  4. Orang lansia 

Efek Samping

Dalam efek samping terbagi menjadi dua jenis, umum dan perlu tindak lanjut dari dokter. 

Inilah efek samping dari obat sitagliptin umum, diantaranya sebagai berikut: 

  1. Hidung tersumbat 
  2. Hidung meler
  3. Sakit pada area tenggorokan 
  4. Sakit kepala dan punggung 
  5. Nyeri pada otot 
  6. Mual-mual 
  7. Sakit perut, sembelit, atau diare 

Berbeda lagi dengan sebelumnya, maka terdapat efek samping yang perlu penanganan khusus. Inilah efek samping yang memerlukan penanganan khusus dokter, diantaranya sebagai berikut: 

  1. Sakit perut parah hingga merambat ke punggung, diiringi dengan mual-mual atau muntah, bahkan sampai kehilangan nafsu untuk makan
  2. Buang air kecil yang volumenya lebih sedikit dibandingkan dengan sebelumnya 
  3. Berat badan naik drastis 
  4. Reaksi kulit berlebihan 

Efek samping umum tidak akan datang secara bersamaan dalam satu tubuh. Ada beberapa hal lain yang harus Anda ketahui, apabila muncul efek samping yang berlebihan maka segera datangi dokter.

Cara Konsumsi

Cara konsumsi obat sitagliptin dilakukan dengan cara diminum seperti biasanya, mengingat bentuk obat adalah tablet. Anda bisa mengkonsumsi obat sitagliptin sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan, jangan pernah mencoba mengurangi atau menambah dosis. Pastikan obat yang dikonsumsi sudah menggunakan dosis tepat yang sudah ditentukan oleh dokter. 

Mengurangi atau menambah dosis tidak akan memaksimalkan kinerja dari obat sitagliptin, maka hal ini perlu diperhatikan baik-baik.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis