Sirosis Hati

Jul 29, 2020 | penyakitS | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Sirosis hati merupakan penyakit kronis dimana kondisi sel-sel hati mengalami kerusakan dan membentuk jaringan parut. Infeksi virus seperti ini dapat melukai dan membuat kerja hati menjadi tidak normal. Apabila terjadi dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan gagal ginjal. Namun bila ditangani dengan cepat dan tepat dapat memperlambat keluasan kerusakan.

Informasi

Jaringan parut dapat menghambat aliran darah di hati. Selain itu jaringan ini pula bisa terus meluas dan menyebabkan fungsi hati menurun bahkan hingga tidak dapat berfungsi sama sekali. Penyakit sirosis hati merupakan penyakit yang serius, karena dapat memicu gagal hati dan kanker hati.

Oleh karenanya agar penyakit ini tidak semakin meluas perlu tindakan yang tepat untuk menanganinya. Deteksi dini dapat membantu penderita segera mendapat pemeriksaan lanjut.

Gejala

Seperti yang semua orang tahu, hati merupakan salah satu organ tubuh yang vital. Salah satu fungsi hati adalah memproduksi zat  zat yang diperlukan dalam tubuh. Seperti diantaranya memproduksi protein sebagai pembekuan darah dan membuang zat beracun yang dapat membahayakan tubuh seperti konsumsi obat-obatan. Berikut ini beberapa gejala sirosis hati yang perlu diketahui :

  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
  • Mual
  • Cepat merasa lelah
  • Kulit gatal
  • Mudah memar dan berdarah pada bagian tubuh
  • Nyeri atau sakit pada area hati
  • Kulit dan bagian putih mata menguning
  • Bengkak pada tungkai
  • Pada laki-laki mengalami pembesaran payu dara
  • Mengecilnya buah zakar
  • Merah pada telapak tangan

Apabila terjadi gejala seperti yang telah disebutkan diatas segera periksakan ke petugas kesehatan agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut. Sirosis hati dapat menjadi parah dan menimbulkan gejala seperti berikut:

  • Penumpukan cairan di kaki (edema) dan di perut (asites)
  • Kulit, selaput lendir, atau mata berwarna kuning (jaundice)
  • Kemerahan di telapak tangan
  • Pada pria terjadi impotensi, menyusutnya testis, dan pembengkakan payudara
  • Mudah memar dan mengalami pendarahan yang tidak normal
  • Kesulitan dalam berpikir
  • Feses berwarna pucat atau hitam
  • Perut membesar

Penyebab

Seperti yang telah diuraikan diatas, penyakit sirosis hati adalah penyakit kronis yang berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya. Meskipun perkembangannya cukup lambat namun penyakit ini harus tetap diwaspadai. Nah, kemudian apa saja penyebab sirosis hati?

Ada beberapa hal yang memicu timbulnya penyakit sirosis hati. Antara lain seperti konsumsi alkohol, penyakit hepatitis B dan C, penggunaan obat – obatan hepatotoksik jangka panjang, perlemakan hati, budd-chiari syndrome, kanker pankreas dan saluran empedu serta masih banyak lagi yang lainnya.

Faktor Risiko

Risiko seseorang mengidap sirosis hati semakin meningkat apabila mengkonsumsi alkohol berlebihan, kurang tidur  dan banyak begadang. Selain daripada itu pola makan yang tidak sehat, sering mengkonsumsi makanan berlemak, makanan yang terlalu manis dengan banyak zat pengawet juga dapat memberikan risiko yang lebih besar.

Diagnosis

Pemeriksaan pada pasien yang telah mengalami gejala, biasanya Dokter akan menanyakan perihal konsumsi alkohol dan riwayat penyakit yang pernah diderita sebelumnya. Kemudian untuk pemeriksaan fisik Dokter memeriksa dengan menekan bagian perut pasien. Apakah merasa nyeri atau terdapat cairan di rongga perut. Apabila dicurigai adanya sirosis hati, petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Adapun pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan darah, fungsi hati, fungsi ginjal, pembekuan serta koagulasi darah. Uji pencitraan juga dapat membantu Dokter mendiagnosis sirosis hati dengan melakukan CT scan, MRI dan USG.

Pengobatan

Pada dasarnya penyakit sirosis hati tidak dapat disembuhkan, namun dapat ditangani untuk mencegah timbulnya penyakit komplikasi dan menghentikan kerusakan pada hati. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk penanganannya adalah dengan berhenti mengkonsumsi alkohol, mengurangi berat badan, mengurangi konsumsi gula, garam dan makanan berlemak.

Guna mengurangi tekanan pada akumulasi cairan di rongga perut petugas kesehatan juga akan memasangkan saluran pipa. Apabila tingkat keparahan mencapai stadium akhir dapat dilakukan transplantasi hati. Tindakan ini menjadi satu-satunya jalan yang bisa ditempuh, namun dengan catatan pasien telah memenuhi syarat kandidat.

Pencegahan

Meski penyakit sirosis hati tidak dapat disembuhkan namun ada beberapa upaya untuk mencegahnya. Pencegahan ini didasari untuk menghindari atau mengobati penyakit yang mendasarinya. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan :

  • Melakukan vaksin hepatitis B
  • Berhenti mengkonsumsi alkohol
  • Menjaga pola makan dengan makanan yang sehat seperti banyak makan sayuran dan buah
  • Mengurangi makanan yang berlemak dan berminyak seperti gorengan
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Berolahraga secara rutin
  • Mengonsumsi obat-obatan hanya atas petunjuk dokter
  • Menghindari segala resiko yang dapat menyebabkan infeksi hati

Dengan menerapkan hal-hal seperti yang disebutkan di atas diharapkan dapat menjadi cara pencegahan yang efektif. Pada intinya semua penyakit yang ada dalam tubuh dipengaruhi karena faktor pola hidup yang tidak sehat. Dengan tidak mengkonsumsi zat-zat yang merugikan tubuh.

Meski mungkin sebagian besar orang tidak langsung merasakan dampaknya namun yang perlu diperhatikan adalah ini merupakan bom waktu yang pasti akan meledak suatu saat. Oleh sebab itu sebelum terlambat mulailah hidup sehat dari sekarang.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis