fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Rifampicin atau yang dikenal dengan nama rifampisin merupakan jenis obat antibiotik yang berfungsi mengatasi beberapa infeksi penyebab bakteri. Cara kerja obat ini mampu menghentikan pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri yang menyebabkan infeksi. Beberapa penyakit yang dapat diobati oleh rifampicin ini yaitu penyakit kusta dan tuberkulosis atau TBC. Selain itu, obat ini dapat juga berfungsi untuk mencegah penyakit meningitis penyebab bakteri N meningitis dan infeksi bakteri H influenzae tipe B (Hib). 

Baca juga: Fentanyl, Obat Pereda Nyeri Hebat yang Berbahaya

Informasi

Obat rifampicin termasuk dalam golongan obat resep sehingga tidak dapat dibeli secara bebas dan harus mendapatkan resep dari dokter. Manfaat dari obat ini umumnya untuk mengatasi infeksi dari penyakit TBC dan kusta serta mencegah infeksi meningitis. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak. Obat ini tersedia dalam beberapa bentuk kemasan antara lain kapsul, tablet dan sirup. 

Dosis

Pemberian dosis pada obat rifampicin disesuaikan dengan kondisi usia, kondisi kesehatan dan respon pasien terhadap pengobatan. Berikut dosis rifampicin, antara lain:

  • Kondisi TBC: Dosis pada orang dewasa diberikan 8-12 mg/kgBB per hari. Sedangkan untuk anak-anak 10-20 mg
  • Kondisi kusta: Pada orang dewasa dosisnya yaitu 600 mg satu kali sebulan selama 6-12 bulan. Sedangkan untuk anak-anak 10 mg/kgBB per hari 1 kali per bulan selama 6-12 bulan.
  • Kondisi pencegahan meningitis infeksi N: Dosis dewasa sebanyak 600 mg 2 kali sehari selama 2 hari. Sedangkan untuk anak-anak di bawah usia 1 bulan dosisnya 5 mg/kgBB 2 kali sehari, anak-anak di atas 1 bulan 10 mg/kgBB 2 kali sehari. 
  • Kondisi pencegahan infeksi Hib: Pada orang dewasa dosisnya adalah 600 mg 2 kali sehari selama 4 hari. Dosis untuk anak-anak lebih dari 1 bulan dosisnya 20 mg/kgBB selama 4 hari dan dosis maksimumnya yaitu 600 mg/hari. Sedangkan anak-anak kurang dari 1 bulan dosisnya adalah 10 mg/kgBB per hari selama 4 hari.
  • Kondisi gangguan fungsi hati: Dosis yang diberikan maksimal 8 mg/kgBB per hari.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain termasuk vitamin. suplemen dan obat herbal sebelum menggunakan obat rifampicin. Anda tidak dianjurkan mengonsumsi obat rifampicin bersamaan dengan obat ritonavir dan isoniazid karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati. 

Efektivitas obat rifampicin akan berkurang jika Anda mengonsumsinya bersamaan dengan obat phenytoin, theophylline, ketoconazole, dan enalapril. Obat ini juga berkurang efektivitasnya jika dikonsumsi bersamaan dengan antasida. Obat rifampicin dapat mengurangi efektivitas dari pil KB maka disarankan menggunakan jenis  kontrasepsi yang lain. 

Kelompok Orang Berisiko

Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit gangguan hati dan ginjal sebaiknya berhati-hati sebelum menggunakan obat rifampicin. Pecandu alkohol tidak dianjurkan mengonsumsi obat ini. Jika Anda memiliki hipersensitivitas atau alergi tertentu terutama pada obat rifampicin, maka tidak disarankan mengonsumsi obat ini.

Efek Samping

Obat rifampicin terdapat efek samping yang ditimbulkan setelah penggunaannya. Anda perlu mewaspadai jika mengalami gejala efek samping seperti:

  • Ruam pada kulit
  • Gangguan fungsi hati
  • Nyeri ulu hati
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Sakit perut atau diare

Jika Anda merasa ragu dengan gejala efek samping yang dialami setelah menggunakan obat rifampicin, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui gejala efek samping dengan pemeriksaan yang tepat. 

Cara Konsumsi

Cara konsumsinya harus sesuai dengan anjuran dan resep yang diberikan oleh dokter. Pastikan Anda juga telah membaca instruksi serta aturan pakai yang tertera pada label kemasan obat. Obat rifampicin ini sebaiknya diminum pada saat kondisi perut masih kosong yaitu 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan. 

Jika Anda mengonsumsi obat kemasan tablet, Anda dapat langsung mengonsumsi obat secara utuh dengan bantuan segelas air putih. Anda tidak dianjurkan mengunyah atau menghancurkan obat terlebih dahulu karena akan mengurangi efektivitas dari obat rifampicin. Jika Anda mengonsumsi obat rifampicin dengan kemasan sirup, Anda harus mengocok sirup terlebih dahulu. Selanjutnya takar dosis sesuai yang dianjurkan menggunakan sendok takaran yang sudah disarankan dokter.

Bagi Anda yang menghentikan pengobatan tanpa sesuai rekomendasi dokter maka akan mengakibatkan bakteri tumbuh lebih banyak dan infeksi datang kembali. Oleh sebab itu, Anda harus terus mengonsumsi obat rifampicin meskipun gejala sudah hilang. Anda juga perlu rutin kontrol dengan dokter hingga diperbolehkan menghentikan penggunaan obat.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, upayakan minum obat rifampicin secara rutin dan teratur. Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya. Bagi Anda yang terlupa mengonsumsinya, Anda dapat segera langsung mengonsumsi obat ini saat teringat asalkan jadwal minum obat selanjutnya tidak berdekatan. Segera hubungi dokter jika kondisi Anda tidak kunjung membaik.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis