fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Pneumonia merupakan penyakit yang mengakibatkan infeksi pada paru-paru (alveolus) sehingga kantung udara di dalam paru membengkak dan terjadi peradangan. Kasus penyakit ini sering dikenal dengan sebutan paru-paru basah, dikarenakan paru tersebut dipenuhi air atau cairan lender.

Informasi

Seringkali, penyakit pneumonia disamakan dengan penyakit bronkitis yang juga menyerang organ paru-paru. Kenyataannya, pneumonia tidaklah sama dengan penyakit bronkitis. Penyakit bronkitis terjadi karena adanya infeksi yang menyerang saluran pernapasan atau bronkus. Kendati demikian, penyakit bronkitis bisa saja berkembang dan merambat ke pneumonia. 

Hal ini dapat terjadi saat penderita bronkitis tidak berupaya menyembuhkan penyakitnya dengan baik. Penyakit paru-paru basah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik orang dewasa, remaja maupun anak-anak. Pneumonia akan sangat membahayakan jika menyerang pada anak-anak. Bahkan, penyakit pneumonia ini dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani secara serius. 

Pihak WHO sebagai badan kesehatan dunia menyatakan bahwa penyakit pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian balita dengan persentase sebanyak 16% di dunia pada tahun 2015. Bagi para perokok, orang tua dan orang-orang yang menderita penyakit paru-paru kronis memiliki potensi terserang pneumonia. Apalagi orang-orang dengan sistem imun tubuhnya yang lemah dan kurangnya kemoterapi secara khusus akan lebih mudah terjangkit penyakit pneumonia.

Gejala

Gejala dan tanda terjadinya pneumonia cukup bervariasi mulai dari gejala ringan hingga berat, tergantung pada faktor penyebabnya seperti jenis kuman penyebab infeksi, faktor usia atau kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Beberapa gejala umum yang akan muncul jika Anda terserang pneumonia, diantaranya: 

  • Demam
  • Badan menggigil
  • Mudah berkeringat 
  • Dada terasa sakit
  • Detak jantung lebih cepat 
  • Kesulitan bernapas 
  • Batuk secara terus menerus disertai dahak
  • Nafsu makan menjadi menurun

Adapun beberapa gejala yang jarang terjadi namun mengindikasikan kemunculan penyakit pneumonia antara lain: 

  • Sakit kepala
  • Mual/muntah 
  • Batuk disertai darah 
  • Tubuh lemas
  • Nyeri pada sendi dan otot 

Gejala-gejala tersebut memang umum dan terjadi pada orang yang mengalami pneumonia dan gejala penyakit ini akan berlangsung selama 24-48 jam. Namun, gejala ini tergantung pada kondisi tubuh pada masing-masing tubuh individu.

Penyebab

Pada kenyataannya, pneumonia menjadi salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Maka penyakit ini mudah sekali menularkan melalui udara. Penularannya biasanya terjadi pada saat seseorang yang terjangkit kondisi ini akan batuk atau bersin. Bakteri dan virus penyebab pneumonia akan mudah keluar melalui mulut dan hidung saat bersin lalu akan menginfeksi ke tubuh yang lain. Virus dan bakteri dapat dengan mudah dikeluarkan saat seseorang bernapas.

Faktor Risiko

Seseorang dapat berpeluang besar terjangkit penyakit pneumonia jika memiliki beberapa faktor risiko tertentu. Adapun faktor yang membuat anda lebih tinggi berisiko mengidap pneumonia antara lain: 

  • Bayi berusia 0-2 tahun, 
  • Para lansia di atas usia 65 tahun, 
  • Orang yang pernah memiliki riwayat penyakit stroke, 
  • Orang yang cenderung lemah sistem kekebalan tubuhnya akibat penyakit atau penggunaan obat tertentu,
  • Memiliki riwayat penyakit kronis (asma, gagal jantung, diabetes, cystic fibrosis, HIV dan AIDS), 
  • Orang yang sedang menjalani pengobatan kanker dan orang yang sedang dirawat di rumah sakit.

Diagnosis

Setelah mengetahui gejala yang muncul, penyakit paru-paru basah ini dapat didiagnosis jika Anda melakukan beberapa tahapan pemeriksaaan khusus, yaitu: 

  • Rontgen dada dengan sinar X, 
  • Tes darah untuk mengetahui tipe virus atau bakteri, 
  • Tes dahak untuk mencari penyebab gangguan kesehatan yang terlihat dari dahak pengidap
  • Tes kadar oksigen darah untuk melihat seberapa banyak oksigen di dalam darah Anda. 

Jika anda mengalami gejala yang cukup parah, maka dokter akan mengambil tindakan pemeriksaaan lebih lanjut seperti CT scan dan kultur cairan paru.

Pengobatan

Pengobatan pneumonia dapat diberikan sesuai dengan tingkat keparahan infeksi paru, usia pasien dan kondisi tubuh pasien secara keseluruhan. Umumnya, pneumonia dapat disembuhkan dengan minum obat maka rasa sakit akan hilang dalam waktu sebentar. 

Beberapa macam pilihan pengobatan antara lain: 

  1. Obat antibiotik bagi pasien yang terserang pneumonia bacterial, 
  2. Obat antivirus bagi pasien yang mengalami infeksi akibat virus, 
  3. Obat batuk, 
  4. Obat penghilang rasa sakit. 

Untuk pengobatan di rumah, Anda perlu memperhatikan tips dan cara agar infeksi cepat pulih dan tidak menyerang kembali. Beberapa cara selama menjalani masa pemulihan di rumah yaitu: 

  1. Istirahat yang cukup, 
  2. Minum air putih yang cukup, 
  3. Mengonsumsi obat sesuai saran dan anjuran dari para dokter.

Pencegahan

Pada beberapa kasus, penyakit ini sebenarnya dapat dicegah. Pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak terserang yaitu dengan cara memberi vaksin dan menghindar dari berbagai faktor no risiko penyakit ini. Pencegahannya dapat berupa vaksinasi dan pastikan jika anak-anak mendapatkan vaksin, penerapan pola hidup bersih, menjauhi rokok, serta menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan yang sehat dan olahraga rutin.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis