Pankreatitis

Jul 29, 2020 | penyakitP | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Pankreatitis akut adalah suatu kondisi peradangan dalam pankreas secara tiba-tiba. Penyakit ini terjadi ketika enzim pencernaan mulai mencerna pankreas itu sendiri. Pankreatitis dapat bersifat akut atau kronis dan jika kasusnya serius berisiko menimbulkan komplikasi. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya rasa nyeri secara tiba-tiba pada perut bagian tengah, kanan, atau kiri. 

Informasi  

Organ pankreas berada di belakang lambung, dekat usus halus. Pankreas bertugas untuk memproduksi dan menyalurkan hormon pencernaan serta insulin. Pankreatitis akut dan pankreatitis kronis adalah jenis radang pankreas yang berbeda. Jika pankreatitis akut terjadi secara tiba-tiba, lain halnya dengan pankreatitis kronis yang berkembang secara perlahan hingga bertahun-tahun. 

Kebanyakan penderita pankreatitis sembuh total apabila mendapatkan pengobatan yang tepat. Pada kasus yang parah, pankreatitis dapat mengakibatkan perdarahan, kerusakan jaringan, infeksi, pembentukan kista, hingga membahayakan organ vital lainnya.

Pankreatitis akut terjadi secara tiba-tiba dan biasanya hilang dalam beberapa hari jika dilakukan pengobatan yang tepat. Sedangkan pada pankreatitis kronis tidak dapat sembuh atau membaik. Biasanya pankreatitis kronis akan semakin memburuk dari waktu ke waktu dan menyebabkan kerusakan secara permanen. Penyebab paling umum dari pankreatitis kronis adalah konsumsi alkohol berat. Penyebab lain termasuk cystic fibrosis dan kelainan bawaan lainnya, kadar kalsium atau lemak yang tinggi dalam darah, efek konsumsi beberapa obat-obatan, dan kondisi autoimun.

Gejala  

Umumnya, gejala yang khas dialami adalah rasa nyeri pada perut yang berlangsung beberapa hari dan terasa berat. Rasa nyeri ini dapat merambat ke dada dan punggung. Tidak hanya itu, gejala pankreatitis akut lainnya seperti demam, mual dan muntah, detak jantung cepat, dan perut bengkak atau lunak. Gejala kronis serupa dengan akut. Gejala radang lain yaitu feses bau busuk, keras, padat, dan berlemak, berat badan turun drastis, sakit kuning, perut buncit, sering demam, dan kehilangan nafsu makan.

Masih ada gejala radang pankreatitis yang belum disebutkan diatas. Apabila Anda mengkhawatirkan gejala tertentu, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.

Penyebab  

Penyakit ini terjadi karena enzim diaktifkan saat masih ada di pankreas sehingga mengakibatkan peradangan. Sebagian besar kasusnya disebabkan oleh batu empedu dan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Berikut ini penjelasannya.

Batu empedu dapat menyebabkan peradangan akut pada pankreas. Hal ini terjadi apabila batu empedu keluar dari kantung empedu dan menghambat saluran pankreas. Sebesar 40 persen pankreatitis akut terjadi karena penyumbatan batu empedu. Sedangkan kebiasaan mengonsumsi alkohol menjadi dugaan timbulnya penyakit akut. Pasalnya, konsumsi alkohol secara berlebihan dapat membuat zat ini berubah menjadi senyawa kimia beracun dan merusak pankreas. Sekitar 30 persen penyakit akut terjadi karena kecanduan alkohol.

Penyebab lainnya yaitu kelainan genetik pada pankreas, penggunaan obat-obatan tertentu, trauma setelah menjalankan operasi pankreas, penyumbatan atau sel kanker di pankreas, infeksi virus atau parasit, dan kadar kolesterol atau kalsium yang tinggi dalam darah. Pada beberapa kasus yang tidak diketahui penyebabnya, dikenal sebagai idiopatik pankreatitis.

Faktor Risiko  

Seseorang lebih rentan terkena penyakit ini apabila dirinya pecandu alkohol,  perokok berat, memiliki anggota yang pernah mengalami infeksi, pankreatitis, memiliki kadar lemak dalam darah yang tinggi, memiliki penyakit lain, berat badan berlebih, penggunaan obat dan antibiotik tertentu, serta memiliki masalah struktural pankreas atau saluran empedu.

Diagnosis  

Diagnosis awal akan dilakukan wawancara terhadap pasien terkait gejala yang dialami. Kemudian, dokter akan memeriksa apakah perut pasien keras atau tegang. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah dan pemindaian menggunakan USG, CT scan, atau MRI. Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengukur kadar enzim amilase dan lipase, sedangkan pemindaian diatas untuk mengetahui adanya batu empedu dan menentukan tingkat keparahan dari pankreatitis akut.

Kondisinya dapat diklasifikasi menjadi ringan atau berat. Klasifikasi pankreatitis akut yang parah yaitu adanya bukti kegagalan organ seperti tekanan sistolik dibawah 90 mmHg atau perdarahan saluran cerna yang mencapai 500 mm atau lebih selama 24 jam dan komplikasi lokal.

Pengobatan  

Cara mengatasi radang pankreas akan tergantung tingkat keparahannya. Pasien harus dirawat dirumah sakit guna mendapatkan pantauan langsung dari pihak medis. Sebelum ditangani, pasien akan diminta puasa untuk memulihkan pankreas. Jika sudah mereda, pasien dapat mengonsumsi makanan lunak. Beberapa cara yang umum digunakan yaitu penggantian cairan melalui infus vena, manajemen nyeri, menjaga asupan nutrisi, dan antibiotik pada radang. 

Apabila kondisi pasien sudah stabil, maka dokter akan melanjutkan penanganan. Apabila radang akut disebabkan oleh batu empedu, maka dilakukan prosedur ERCP atau operasi kolesistektomi. Namun, apabila radang akut disebabkan oleh kecanduan alkohol, pasien harus mengikuti program rehabilitasi untuk mengatasi masalah kecanduan alkohol. Pasien pankreatitis ringan biasanya akan sembuh dan diperbolehkan pulang dalam beberapa hari. Sedangkan pasien radang akut berat, memerlukan perawatan lebih lama, bahkan lebih intensif di ICU.

Pankreatitis akut yang tidak segera ditangani dengan baik akan menimbulkan sejumlah komplikasi yaitu pseudocysts, nekrosis atau kematian jaringan pankreas, serta pada tahap lanjut infeksi ini akan menyebar ke organ lain dan menyebabkan sepsis bahkan kegagalan fungsi organ.

Pencegahan 

Pankreatitis akut sangat berkaitan erat dengan konsumsi alkohol dan batu empedu. Nah, untuk mencegah terkena pankreatitis, beberapa upaya yang dapat Anda lakukan yaitu mengurangi atau berhenti mengonsumsi minuman beralkohol, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, menghindari makanan berkolesterol tinggi, serta rutin berolahraga supaya berat badan tetap ideal.

Ditulis oleh AIleen Velishya

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis