fbpx

Miconazole: Dosis, Efek Samping, dan Cara Konsumsi

Sep 22, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf M | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Miconazole merupakan jenis obat luar yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur di kulit seperti panu, kurap atau tinea, dan candidiasis. Selain mengobati area kulit, miconazole dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada mulut (candidiasis oral), namun obat jenis ini tersedia dalam oral gel khusus untuk area mulut. Perannya sebagai obat antijamur, cara kerja obat miconazole dapat merusak struktur sel jamur serta menghentikan pertumbuhan jamur.

Informasi

Fungsi utama obat miconazole untuk mengatasi infeksi jamur seperti kurap, kutu air (athlete’s foot), panu,  infeksi jamur di area selangkangan dan area lainnya. Obat miconazole tergolong dalam jenis obat resep sehingga Anda tidak bisa mendapatkan obat ini secara bebas di apotek karena diperlukan resep dari dokter. 

Obat ini tersedia dalam bentuk gel, krim, salep, dan bubuk. Miconazole untuk obat minum dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur di dalam mulut (kandidiasis orofaring) dan usus (kandidiasis usus). Obat miconazole memang bekerja untuk mencegah pertumbuhan jamur penyebab infeksi.

Dosis

Pemberian dosis obat miconazole disesuaikan dengan usia dan kondisi medis pasien, berikut dosis untuk beberapa kondisi:

  • Kurap: Pada orang dewasa berikan dosis sebanyak 2 kali sehari selama 4 minggu pemakaian. Pada anak-anak di atas usia 2 tahun dosisnya 2 kali sehari selama 4 minggu.
  • Kutu air: Pada orang dewasa dan anak di atas usia 2 tahun dosisnya yaitu 2 kali sehari selama 4 minggu.
  • Infeksi jamur candida: Pada orang dewasa dan anak di atas usia 2 tahun, dosisnya 2 kali sehari selama 2 minggu.
  • Kondisi kurap di selangkangan: Pada orang dewasa dan anak di atas usia 2 tahun, dosisnya 2 kali sehari selama 2 minggu.
  • Panu: Pada orang dewasa dosisnya digunakan 1 kali sehari selama 2 minggu pemakaian.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain baik obat resep, non resep, vitamin, suplemen dan obat herbal, maka sebaiknya Anda beritahu dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat miconazole. 

Kelompok Orang Berisiko

Anda perlu memberi tahu dokter jika memiliki alergi terhadap miconazole atau obat-obatan lain. Jika Anda sedang mengalami infeksi jamur kuku, maka obat miconazole tidak dapat mengatasinya. Anda harus berhati-hati memberikan obat ini kepada balita, karena anak Anda bisa saja menjilat atau menelan obat ini sehingga dapat membahayakan kondisi kesehatannya. 

Anda harus menghubungi dokter jika sedang hamil, menyusui atau dalam program hamil sebelum menggunakan obat miconazole. Saat penggunaan obat, Anda tidak boleh menggunakan pakaian ketat karena hal ini dapat memperparah infeksi kulit Anda. Pakaian yang ketat akan menghambat sirkulasi udara yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Efek Samping

Beberapa gejala umum yang terjadi dari efek samping penggunaan obat miconazole yaitu kulit mengelupas dan terasa kering. Namun beberapa efek samping yang cukup serius antara lain:

  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Iritasi kulit
  • Pembengkakan pada bibir, wajah, lidah dan tenggorokan

Jika obat miconazole tidak sengaja terserap masuk ke dalam aliran darah, maka kemungkinan efek samping yang terjadi:

  • Sakit gigi
  • Sariawan baru pada lidah atau mulut
  • Rasa terbakar dan sakit pada mulut
  • Pembengkakan pada gusi
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala

Namun tidak semua orang mengalami gejala efek samping yang persis seperti di atas. Jika Anda merasa khawatir dengan efek samping yang dialami, Anda dapat langsung berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui gejala pasti dari penggunaan obat miconazole.

Cara Konsumsi

Sebelum menggunakan obat miconazole, pastikan Anda mengikuti dosis dan anjuran dari dokter serta telah membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan. Untuk obat miconazole kemasan salep hanya bisa digunakan pada area kulit saja. Obat ini tidak diperbolehkan digunakan pada mulut, hidung dan mata karena dapat menyebabkan iritasi dan sensasi terbakar. 

Sebelum mengoleskan obat, Anda harus mencuci tangan terlebih dahulu hingga bersih. Anda juga harus membersihkan kulit yang terinfeksi dan keringkan. Kemudian Anda oleskan obat secara tipis dan merata pada area yang terinfeksi. Setelah menggunakan obat, pastikan Anda kembali mencuci tangan kembali hingga bersih. 

Anda tidak boleh menutup bagian yang terinfeksi dengan perban atau zat lain seperti make up, terkecuali hal tersebut atas saran dokter.

Gunakan obat secara rutin dan teratur agar mendapatkan hasil yang optimal. Jika dokter belum menyarankan, Anda tidak boleh menghentikan pengobatan tanpa seizin dokter meskipun kondisi Anda sudah lebih baik. 

Anda juga tidak dianjurkan menambah atau mengurangi dosis yang telah dianjurkan dokter. Jika kondisi Anda semakin parah dan tidak kunjung membaik, Anda harus segera menghubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih tepat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis