fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Nafazolin HCl merupakan dekongestan yang umumnya digunakan untuk mengatasi kondisi bengkak, kemerahan, gatal serta mata yang berair akibat dari alergi, pilek maupun karena disebabkan oleh iritasi mata saat terkena asap, ketika menggunakan lensa kontak maupun ketika berenang. Obat yang satu ini juga dikenal sebagai alpha reseptor agonis atau simpatomimetik yang cara kerjanya berpusat pada mata dengan tujuan untuk mengurangi kongesti (Baca juga 5 Jenis Penyakit Mata yang Perlu Anda Ketahui).

Informasi

Beberapa merek obat tetes mata Nafazolin HCl umumnya juga mengandung bahan lainnya. Untuk melindungi mata dari iritasi maka disertakan pula kandungan seperti gliserin, polyethylene glycol 300 atau hypromellose. Selain itu juga bisa terdapat kandungan lain seperti seng sulfat. Kandungan tersebut berguna untuk mengatasi iritasi atau kemerahan pada kulit.

Dosis

Dosis dari penggunaan obat ini bisa berbeda untuk setiap orangnya. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kondisi maupun usia. Jika obat ini digunakan oleh orang dewasa dengan kondisi hidung tersumbat maka dosis yang digunakan adalah 1 hingga 2 tetes atau juga bisa menggunakan semprotan larutan dengan dosis 0.05 hingga 0.1% yang digunakan dalam selang waktu 6 jam.  

nafazolin HCl
Nafazolin HCl merupakan obat untuk mengatasi kondisi bengkak, kemerahan, gatal serta mata yang berair akibat dari alergi maupun pilek.

Sedangkan untuk orang dewasa yang mengalami kondisi sakit mata, maka dosis yang dianjurkan adalah 1 hingga 2 tetes larutan sebesar 0,1% pada mata yang digunakan dalam selang waktu 4 jam. Atau bisa juga menggunakan dosis 1 hingga 2 tetes larutan sebesar 0,01 hingga 0,03% pada mata dengan jadwal penggunaan 4 kali sehari.

Untuk anak-anak diatas usia 12 tahun yang mengalami kondisi hidung tersumbat dosis yang dianjurkan adalah 1 hingga 2 tetes larutan atau bisa juga menggunakan larutan semprot sebesar 0.05% yang digunakan setiap 6 jam sekali. Penggunaan obat ini tidak boleh lebih dari 3 hari.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Interaksi dengan obat lain bisa terjadi jika Anda menggunakan obat lain secara bersamaan dengan obat ini. pastikan Anda memberitahu dokter mengenai obat yang sedang Anda konsumsi. 

Beberapa obat yang dapat menimbulkan interaksi jika digunakan dengan obat ini adalah antidepresan seperti clomipramine, amitriptyline, desipramine, doksepin, fluoxetine, imipramine, Milnacipran, Maprotiline, venlafaxine. Selain itu obat inhibitor MAO seperti linezolid, furazolidone, rasagiline, tranylcypromine, isocarboxazid, phenelzine, serta selegiline juga dapat berinteraksi dengan Nafazolin HCl.

Kelompok Orang Berisiko

Selain penggunaan obat lain, kontraindikasi juga bisa terjadi jika pasien memiliki atau mengalami penyakit tertentu. Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda mengalami penyakit atau kondisi medis lainnya. Beberapa penyakit yang bisa menimbulkan kontraindikasi meliputi, diabetes mellitus tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi. kondisi lain seperti tiroid terlalu aktif juga bisa menimbulkan kontraindikasi, bahkan menyebabkan kondisi tiroid Anda semakin memburuk.

Efek Samping

Segera cari pertolongan medis jika setelah menggunakan obat ini Anda mengalami alergi dengan gejala, sulit bernapas, gatal-gatal, pembengkakan yang terjadi di area wajah, lidah maupun tenggorokan. Efek samping lain yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan obat Nafazolin HCl adalah mata perah yang semakin memburuk, mata menjadi perih, terjadi masalah pada penglihatan. 

Efek samping lain juga mungkin terjadi seperti, sakit kepala, kecemasan, telinga menjadi berdengung, napas terasa sesak. Sedangkan efek samping yang lebih umum dari penggunaan obat ini adalah mata terasa terbakar, penglihatan menjadi kabur, mata pun menjadi berair, serta sakit kepala yang ringan.

Cara Konsumsi

Sebelum Anda meneteskan obat ini pada mata, pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu. Untuk menghindari terjadinya kontaminasi, pastikan untuk tidak menyentuh ujung pipet atau jangan sampai ujung pipet mengenai mata.

Pastikan untuk melepaskan lensa kontak jika Anda memakainya sebelum meneteskan obat tersebut. tunggulah sekitar 10 menit jika Anda ingin menggunakan lensa kontak kembali. Sebelum menggunakan Nafazolin HCl, Anda harus memeriksa kemasan terlebih dahulu. Jangan gunakan obat ini jika ternyata cairan obat sudah berwarna keruh. Gunakan pada mata yang sakit.

Cara penggunaannya adalah dengan tengadahkan kepala, kemudian lihat ke arah atas, jangan lupa untuk menarik kelopak bawah mata. Peganglah pipet dengan benar di atas mata kemudian teteskan. Jika sudah, tutup mata selama kurang lebih 2 menit. Untuk mencegah obat mengalir keluar, Anda bisa menekan sudut mata dekat hidung dengan menggunakan jari.

Jika Anda ternyata menggunakan obat mata jenis lain baik tetes ataupun salep, pastikan untuk menunggu selama 5 menit sebelum Anda menggunakan obat ini.  Lebih baik menggunakan obat jenis tetes terlebih dahulu jika Anda juga sedang menggunakan jenis obat salep.

Hindari menggunakan obat secara berlebihan karena dapat menimbulkan hyperemia mengganjal atau mata merah. Jika kondisi Anda memburuk setelah menggunakan obat, segera konsultasikan dengan dokter Anda. Apabila Anda mengalami efek samping seperti sakit pada mata, atau terjadi masalah penglihatan atau efek samping serius lainnya segera kunjungi dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis