fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Obat mupirocin merupakan obat yang dikonsumsi untuk mengobati beberapa jenis dari infeksi bakteri yang menjangkit di dalam tubuh. 

Infeksi bakteri merupakan kondisi medis yang mana bakteri-bakteri mulai menyerang tubuh dan menimbulkan beberapa efek terhadap tubuh. Apabila infeksi bakteri tidak ditangani dengan baik, maka akan menimbulkan komplikasi. 

Informasi 

Obat mupirocin sudah disebutkan sebelumnya bahwa obat ini digunakan untuk pasien yang mengalami infeksi bakteri. Salah satu infeksi bakteri yang terjadi pada tubuh manusia adalah infeksi kulit, impetigo. 

Obat mupirocin merupakan obat yang tergolong pada antibiotik. Bahkan cara kerja dari obat mupirocin adalah menghentikan pertumbuhan dari bakteri yang menyerang ke dalam tubuh. Tidak hanya itu, obat mupirocin merupakan obat yang mampu melawan infeksi bakteri yang terjadi pada saluran pernapasan yaitu staphylococci. 

Anda harus mengikuti aturan penggunaan dosis yang akan tertera di sini. 

Dosis 

Dosis akan disesuaikan dengan kondisi medis dari masing-masing pasien. Maka dari itu, untuk amannya Anda bisa menanyakan permasalahan dosis obat mupirocin langsung ke dokter. Anda tidak perlu sungkan untuk menanyakan mengenai dosis yang tepat, baik di dokter atau apoteker. 

Inilah dosis yang umum untuk dikonsumsi oleh orang dewasa, diantaranya sebagai berikut: 

Untuk penggunaan krim, menggunakan dosis sebanyak 3x dalam sehari durasi waktu 10 hari. Penggunaan salep, oleskan pada area yang mengalami sakit dioles sebanyak 3x dalam sehari dengan durasi penggunaan waktu sebanyak 7 – 14 hari. Penggunaan obat untuk mengatasi permasalahan Nasal Carriage of Staphylococcus aureus, sebanyak 2x dalam satu hari digunakan dengan durasi 5 hari. 

Inilah dosis untuk anak-anak yang mengalami infeksi kulit dan struktur diantaranya sebagai berikut: 

Penggunaan krim, dosis yang digunakan untuk anak usia 3 – 16 bulan, menggunakan krim, dioleskan terhadap area yang sakit 3x sehari dengan jangka durasi waktu 10 hari. Penggunaan salep, dosis yang digunakan untuk anak usia 2 – 16 bulan, dioleskan terhadap area yang terasa sakit sebanyak 3x dalam satu hari, dengan jangka waktu 7 – 14 hari. Dosis untuk anak usia > 12 tahun Nasal Carriage of Staphylococcus aureus adalah penggunaan 2x sehari dalam durasi waktu 5 hari. 

Kontraindikasi 

mupirocin
  1. Beritahukan kepada dokter, apabila Anda memiliki sensitivitas atau reaksi alergi ketika mengkonsumsi mupirocin. 
  2. Beritahukan kepada dokter, apabila Anda memiliki rencana untuk membuat program kehamilan, sedang hamil, dan sedang menyusui. 
  3. Apabila Anda sedang menjalankan pengobatan-pengobatan yang lain,, maka bisa dibuat catatan obat-obat yang dikonsumsi dan konsultasikan bersama dengan dokter. 

Interaksi dengan Obat Lain 

Anda harus tahu bahwa saat ini interaksi dari obat akan mengubah apapun termasuk ke dalam reaksi obat yang akan masuk ke dalam tubuh. Maka dari itu, Anda perlu sekali merubah pola minum obat Anda. Anda bisa langsung menanyakannya terhadap dokter. Tetapi, sebelum menanyakannya maka Anda wajib membawa list obat yang saat ini sedang dikonsumsi. 

Kelompok Orang Berisiko 

Obat mupirocin merupakan obat yang digunakan untuk infeksi bakteri ini termasuk ke dalam golongan B. Tidak beresiko dalam beberapa penelitian, tetapi Anda yang sedang menjalankan program kehamilan, hamil, atau menyusui tetap saja harus berhati-hati. 

Maka dari itu, untuk amannya Anda bisa mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter terpercaya. Anda bisa juga menanyakannya lebih lanjut terhadap apoteker, agar mendapatkan sebuah kepastian mengenai risiko dan manfaat. 

Inilah kelompok orang-orang yang beresiko, diantaranya sebagai berikut: 

  1. Ibu menyusui, hamil, dan dalam program kehamilan. 
  2. Orang yang memiliki pengobatan lain. 
  3. Orang yang memiliki permasalahan mengenai reaktif alergi terhadap mupirocin yang cukup tinggi. 
  4. Pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung dan hati. 
  5. Orang yang saat ini sedang mengalami diare. 
  6. Memiliki luka bakar dan terbuka. 

Efek Samping 

Inilah efek samping umum yang akan terjadi ketika mengkonsumsi mupirocin, diantaranya sebagai berikut: 

  1. Reaksi alergi parah terhadap kulit
  2. Mulut sangat terasa kering
  3. Sakit kepala ringan 
  4. Mual-mual diiringi dengan diare
  5. Hidung terasa tersumbat dan pilek
  6. Batuk-batuk
  7. Nyeri pada area tenggorokan 

Inilah efek samping dari mupirocin yang perlu ditangani oleh dokter, diantaranya sebagai berikut: 

  1. Mimisan 
  2. Hidung terasa dibakar

Apabila efek ini terjadi, segera pergi berkonsultasi ke dokter terpercaya. 

Cara Konsumsi 

Cara konsumsi cukuplah mudah untuk dilakukan, karena Anda cukup mengikuti anjuran pakai yang sesuai dengan aturan dari dokter. Anda tidak boleh menggunakannya bersama dengan obat yang lain. Jangan mengurangi atau menambahkan dosis yang ada pada mupirocin, karena tidak memberikan efek apapun, tetapi kinerja dari obat akan berjalan tidak maksimal. 

Tidak hanya itu saja, bahkan menambahkan atau mengurangi dosis dari obat akan meningkatkan risiko yang namanya efek samping. Maka dari itu, jangan pernah sesekali untuk merubah dosis yang telah ada. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis