fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Kecemasan merupakan masalah psikis, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang harus menjalani operasi sehingga menimbulkan perasaan cemas dan takut. Hal itu wajar terjadi, namun jika terjadi kecemasan berlebih akan berpotensi menimbulkan masalah serius. Kondisi cemas yang ditimbulkan dapat digambarkan dengan kegelisahan, stress yang tidak menyenangkan, ketegangan, keraguan, atau pikiran buruk terhadap hal-hal buruk yang mungkin terjadi sebelum operasi.

Rasa cemas sebelum operasi dapat menimbulkan gejala fisik seperti mual, jantung berdebar, nyeri dada. Kecemasan yang parah dapat menimbulkan serangan panik ketika seseorang terus menerus memikirkan tentang ketakutan pra operasi, khususnya pada pasien yang baru pertama kali akan menjalani operasi akan lebih rentan mengalami masalah psikis berupa kepanikan tersebut. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan obat bernama Midazolam.

Informasi

Midazolam adalah salah satu obat untuk mengatasi rasa cemas, membuat pikiran dan tubuh menjadi rileks dan menimbulkan kantuk sehingga terjadi tidak sadarkan diri sebelum menjalani operasi. Cara kerja obat ini yaitu dengan memperlambat kinerja otak dan sistem saraf. Kegunaan midazolam yaitu:

  1. Obat bius atau anestesi bagi pasien sebelum menjalankan operasi.
  2. Dapat menurunkan kesadaran, memberikan rasa kantuk, menenangkan pasien yang menggunakan alat bantu pernapasan di unit perawatan intensif.

Midazolam merupakan obat yang tersedia dalam bentuk cairan suntik, pemberian kepada pasien hanya boleh dilakukan oleh dokter atau tenaga medis lain atas instruksi dari dokter.

Dosis

Dosis obat hanya diberikan kepada pasien atas izin dokter atau tenaga medis lain dengan mempertimbangkan hal berikut, antara lain:

  1. Usia
  2. Berat badan
  3. Kondisi kesehatan
  4. Jenis operasi yang akan dijalani
  5. Obat yang sudah atau akan diterima pasien selama menjalani prosedur operasi
  6. Respon tubuh pasien terhadap obat yang diberikan.

Berikut ini dosis midazolam suntik:

  1. Midazolam suntik pembuluh untuk efek penenang pada kondisi kritis
  2. Dewasa: dosis awal yaitu sebanyak 0,03-0,3 mg/kgBB, untuk selanjutnya dosis pemeliharaan yaitu 0,02-0,2 mg/kgBB per jam.
  3. Bayi usia < 32 minggu: dosis sebanyak 60 mcg/kgBB per jam melalui infus, kemudian dosis dapat diturunkan menjadi 30 mcg/kgBB per jam setelah 24 jam dengan jangka waktu maksimal pengobatan adalah empat hari.
  4. Bayi usia 32 minggu – 6 bulan: dosis sebanyak 60 mcg/kgBB per jam dengan maksimal pengobatan selama empat hari.
  5. Bayi usia 6 bulan hingga anak-anak 12 tahun: dosis awal sebanyak 50-200 mcg/kgBB, kemudian dosis pemeliharaan sebanyak 30-120 mcg/kgBB per jam, diberikan melalui infus.
  6. Lansia: dosis untuk lansia didiskusikan dengan dokter sesuai kondisinya.
  7. Midazolam untuk obat bius
  8. Dewasa: dosis total untuk orang dewasa sebanyak 150-350 mcg/kgBB
  9. Anak-anak usia > 7 tahun: dosis sebanyak 150 mcg/kgBB
  10. Lansia: dosis sebanyak 50-300 mcg/kgBB.

Kontraindikasi

midazolam

Interaksi dengan Obat Lain

Konsultasikan kepada dokter jika Anda akan menggunakan midazolam bersamaan dengan obat-obat dibawah ini:

  1. Clarithromycin atau ketoconazole menyebabkan meningkatnya kadar midazolam dalam darah.
  2. Rifampicin dapat menurunkan kadar obat dalam darah.
  3. Obat pereda nyeri, phenobarbital, obat bius lain dapat memperkuat efek dari obat-obat tersebut dan mengurangi keefektifan midazolam, oleh sebab itu lebih baik hindari mengkonsumsinya.

Kelompok Orang Berisiko

Beberapa orang yang beresiko tinggi jika menggunakan obat ini antara lain:

  1. Penderita gangguan fungsi ginjal, gangguan sistem saraf, penyakit liver, penyakit jantung, obesitas, gangguan pernapasan, penyakit paru-paru kronis, sleep apnea.
  2. Orang yang mengonsumsi alkohol.
  3. Wanita hamil dan menyusui.

Efek Samping

Sejumlah efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat midazolam yaitu:

  1. Pusing
  2. Linglung
  3. Angioedema
  4. Hipotensi
  5. Mual dan muntah
  6. Reaksi alergi obat
  7. Mulut kering
  8. Gangguan koordinasi tubuh
  9. Konstipasi

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami hal-hal diatas atau mengalami kondisi lain yang lebih buruk.

Cara Konsumsi

Cara menggunakan obat midazolam, obat ini hanya diberikan oleh dokter atau tenaga medis, sehingga jangan sekali-sekali menggunakan obat ini secara mandiri. Beri tahu dokter tentang obat apa saja yang sedang dikonsumsi, termasuk obat herbal atau suplemen untuk penyesuaian dosis yang akan diberikan dan menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.

Cairan suntik tidak berwarna, tidak mengandung partikel, dan bening. Jangan gunakan cairan apabila berwarna, berisi partikel, atau terjadi kebocoran pada kemasan. Mintalah kepada petugas medis untuk mengganti yang baru jika terjadi hal tersebut.

Setelah menggunakan obat suntik tersebut, jangan mengemudikan kendaraan, mengoperasikan alat berat, karena midazolam berpotensi memicu rasa lelah, lemas, kantuk yang akan dirasakan selama 24 hingga 48 jam setelah penggunaan.

Jika Anda sedang menjalani perawatan intensif dan ingin menghentikan penggunaan obat tersebut, harus melakukan konsultasi dengan dokter, demikian juga jika ingin melakukan penambahan atau pengurangan dosis, karena obat ini berpotensi memicu gejala putus obat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis