Kanker Paru

Jul 8, 2020 | penyakitK | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Kanker paru-paru adalah suatu kondisi dimana sel-sel jaringan di organ paru-paru tumbuh dengan luar biasa cepat secara tidak normal dan menyebabkan tumor terbentuk. Paru-paru adalah organ dalam sistem pernapasan yang membantu memberikan oksigen ke seluruh tubuh. Sebagian besar kasus ini terjadi karena kebiasaan merokok.

Informasi  

Selain ditemui pada perokok, penyakit ini juga ditemui pada orang yang sering terpapar oleh zat kimia di lingkungan kerja atau terpapar rokok orang lain (perokok pasif). Ada beberapa jenis kanker paru, namun yang umum dialami berdasarkan ukuran sel dalam tumor kanker adalah Kanker Paru Karsinoma Sel Kecil (KPKSK) dan Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK). KPKBSK ini masih dibagi menjadi dua yaitu karsinoma sel skuamosa dan karsinoma non sel skuamosa. 

Gejala  

Peluang pengobatan kanker paru akan lebih besar apabila dideteksi lebih dini. Sayangnya, penyakit ini tidak menunjukkan gejala tahap awal dan baru diketahui setelah tumornya cukup besar atau kanker telah menyebar ke jaringan serta organ lain. Bahkan, ada yang tidak merasakan gejala atau hanya merasa lelah biasa. 

Adapun beberapa gejala kanker paru yang harus Anda ketahui adalah:

  • ketidaknyaman atau nyeri didada
  • batuk yang tidak hilang dan semakin memburuk dari waktu ke waktu
  • masalah pernapasan
  • mengi
  • darah dalam dahak
  • suara serak
  • kesulitan menelan
  • kehilangan selera makan
  • berat badan berkurang
  • sangat lelah
  • radang atau sumbatan di paru-paru
  • serta pembengkakan kelenjar getah bening dalam dada.

Penyakit ini dapat memicu komplikasi seperti sesak napas, batuk darah, nyeri, cairan didada, dan metastasis. Apabila Anda mengkhawatirkan gejala tertentu atau yang tidak disebutkan diatas, segera konsultasi dengan dokter.

Penyebab  

Sebagian besar kasus kanker pada paru disebabkan oleh rokok. Bisa dikatakan rokok sebagai faktor risiko terbesar penyakit ini. Dalam rokok, terdapat 60 zat racun berbeda yang karsinogenik. Apabila seseorang merokok sebanyak 25 batang sehari, artinya orang tersebut memiliki risiko 25 kali lebih besar mengidap kanker daripada yang tidak merokok. Konsumsi tembakau dengan cara cerutu atau kunyah juga rentan menyebabkan kanker pada paru-paru, esofagus, dan mulut. Perokok pasif juga memiliki risiko kanker. Begitu Pula seseorang yang sering terpapar oleh zat beracun lainnya seperti arsen, asbes, silika, bau gas, gas NO, dan lainnya.

Faktor Risiko  

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini, diantaranya pernah merokok atau sedang merokok, perokok pasif, memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru, melakukan terapi radio, kontak dengan racun di tempat kerja, terpapar radon, berada di lingkungan tercemar, sistem kekebalan tubuh yang lemah, serta menggunakan suplemen berat dan menjadi seorang perokok berat.

Diagnosis  

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan gejala yang dialami pasien. Beberapa pemeriksaan penunjang juga diperlukan seperti spirometri untuk mengetahui fungsi paru dengan cara mengukur jumlah udara yang keluar masuk saat bernapas, pemeriksaan darah untuk menghapus kemungkinan infeksi, dan pemeriksaan radiologi seperti sinar X dada. Untuk memeriksa kanker paru lebih detail, dilakukan CT scan, dan PET CT scan. Apabila pasien sudah dinyatakan memiliki kanker paru, maka dilakukan prosedur bronkoskopi dan biopsi. 

Pemeriksaan rontgen, CT scan, dan biopsi jaringan berguna untuk menentukan jenis dan stadium kanker. Sedangkan PET scan untuk mengamati penyebaran kanker di seluruh tubuh.

Pengobatan  

Pengobatan kanker akan disesuaikan dengan tipe kanker dan kondisi tubuh pasien. Apabila kanker sudah didiagnosis pada tahap awal dan hanya di area kecil, maka peluang keberhasilan pengobatannya akan lebih besar. Untuk mengatasi kanker paru, dilakukan pembedahan pengangkatan. Namun, apabila kondisi kesehatan pasien melemah, dilakukan radioterapi untuk menghancurkan sel kanker. Jika kanker sudah menyebar luas, maka pembedahan dan radioterapi tidak dapat dilakukan, solusinya yaitu kemoterapi.

Selain itu, Anda bisa mengatasi kanker paru dengan cara rumahan. Misalnya, untuk mengelola nyeri, perawatan yang bisa dilakukan yaitu teknik relaksasi, biofeedback, terapi fisik, olahraga dan pijat, serta kompres dengan air panas atau dingin. Sedangkan untuk mengatasi sesak napas, Anda bisa mencoba teknik pernapasan, mengelola cairan sekitar paru-paru, atau terapi oksigen.

Pencegahan  

Upaya pencegahan kanker paru dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup, diantaranya adalah sebagai berikut.

Berhenti Merokok

Tidak ada kata terlambat. Jika tidak ingin berisiko mengalami kanker paru, maka lebih baik berhenti merokok sekarang juga. Tak hanya perokok aktif, namun juga perokok pasif. Pastikan juga Anda bekerja dilingkungan yang tidak tercemar oleh gas berbahaya.

Gaya Hidup Sehat

Berapapun usia Anda, olahraga dan diet sehat adalah landasan untuk memiliki tubuh sehat. Mulailah untuk berolahraga secara rutin, namun tidak berlebihan. Pelajari bagaimana cara mengontrol pernapasan dan pemeriksaan kesehatan jika diperlukan.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis