Mengenal Istilah-istilah Baru Pengganti OTG, PDP, dan ODP

Jul 20, 2020 | Hidup Sehat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Peningkatan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia masih terus terjadi. Peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 per 15 Juli 2020 mencapai 80.094 kasus, 39.050 kasus sembuh, dan 3.797 kasus meninggal. Pengendalian kasus terus dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mengatur tentang pencegahan, penanganan, hingga pengobatan COVID-19. Salah satunya mengenai istilah-istilah dalam penanganan COVID-19, seperti OTG, PDP, dan ODP.

Baru-baru ini publik diramaikan oleh pergantian istilah OTG, PDP, dan ODP dalam penanganan COVID-19 oleh Menteri Kesehatan RI, dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) beberapa waktu lalu. Pergantian istilah-istilah ini menyita perhatian publik mengingat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. 

Apa saja istilah-istilah baru tersebut? Simak selengkapnya dalam ulasan yang telah Tim Lifepack buat berikut ini.

Adaptasi Kebiasaan Baru

Jika beberapa waktu lalu publik diramaikan dengan istilah “The New Normal”, baru-baru ini istilah itu berganti menjadi adaptasi kebiasaan baru. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19, Ahmad Yurianto. Penggantian istilah ini dilakukan oleh pemerintah dengan alasan masyarakat jadi menganggap dengan istilah “New Normal” adalah kembalinya aktivitas seperti biasa tanpa memerhatikan protokol kesehatan. Padahal sampe hari ini pandemi COVID-19 masih berlangsung.

Suspek

Istilah “Kasus suspek” merupakan istilah yang menggantikan “PDP (Pasien Dalam Pengawasan)”. Kasus suspek memiliki dua kriteria, antara lain:

  • Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.
  • Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

Kontak Erat

Kasus kontak erat merupakan istilah yang menggantikan istilah “ODP (Orang Dalam Pengawasan)”. Kasus kontak erat merupakan orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probabel atau kasus konfirmasi COVID-19. Terdapat beberapa kriteria untuk istilah kontak erat, antara lain:

  • Kontak tatap muka atau berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi COVID-19 dalam jarak 1 m dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
  • Bersentuhan secara fisik dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19.
  • Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD sesuai standar.
  • Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang yang ditetapkan oleh tim penyelidik epidemiologi setempat.

Kasus Konfirmasi

Kasus konfirmasi merupakan seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Kasus konfirmasi dengan gejala
  • Kasus konfirmasi tanpa gejala (menggantikan istilah OTG).

Kasus Probable

Kasus probabel merupakan kasus suspek dengan ISPA berat atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID019 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Itulah beberapa istilah baru pengganti OTG, PDP, dan ODP dalam penanganan COVID-19 yang perlu Anda ketahui. Tetap jaga kesehatan dan kurangi kegiatan di luar rumah untuk mencegah penularan virus COVID-19.Keadaan pandemi seperti sekarang memaksa kita untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Unduh aplikasi Lifepack yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Dapatkan solusi apotek online yang dapat Anda akses dimanapun dan kapanpun.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis