Glaukoma

by | Jun 12, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitG | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Glaukoma merupakan kerusakan saraf pada mata karena peningkatan tekanan yang terjadi di bola mata. Peningkatan tekanan di bola mata ini disebabkan karena terganggunya sistem aliran cairan pada mata. Seseorang yang memiliki kondisi ini bisa merasakan gejala seperti gangguan kesehatan, sakit kepala hingga nyeri pada mata.

Sebenarnya, mata mempunyai sistem aliran cairan mata ke pembuluh darah. Cairan mata ini merupakan cairan alami yang berguna untuk menjaga bentuk mata, membersihkan kotoran dan memasok nutrisi. Saat terjadi gangguan sistem aliran, penimbunan cairan mata bisa terjadi dan akhirnya meningkatkan tekanan pada bola mata, tekanan inilah yang akan merusak saraf optik.

Informasi

Bila dilihat dari gangguan yang terjadi di sistem aliran cairan bola mata, glaukoma dibagi menjadi beberapa jenis. Pertama, glaukoma dengan sudut terbuka. Glaukoma ini adalah kondisi yang banyak terjadi. Pada kondisi ini, saluran pengalir cairan banyak terhambat karena trabecular meshwork terganggu. Trabecular meshwork merupakan organ jaring yang berada di saluran pengalir.

Jenis lainnya adalah glaukoma sudut tertutup. Untuk tipe ini, saluran pengalir akan tertutup sepenuhnya. Jika kondisi ini terjadi secara tiba-tiba, penanganan harus dilakukan dengan segera. Glaukoma menjadi salah satu penyebab kebutaan besar. Glaukoma tak hanya terjadi pada orang dewasa, namun glaukoma juga bisa terjadi pada bayi. Terdapat empat jenis glaukoma yang paling umum, antara lain:

  • Glaukoma sudut terbuka
  • Glaukoma sudut tertutup
  • Glaukoma bawaan
  • Glaukoma sekunder

Gejala

Kebanyakan orang dengan glaukoma tidak memiliki gejala. Namun biasanya gejala akan terasa ketika kerusakan penglihatan sudah semakin parah. Hilangnya penglihatan sisi (periferal) yang lambat, bahkan glaukoma lanjut dapat menyebabkan kebutaan.

Gejala dari penyakit ini dapat berbeda-beda antara satu pengidap dengan yang lain. Hal ini tergantung dari jenis glukoma yang terjadi, kondisi fisik pengidap dan tingkat keparahannya. Namun, biasanya pengidap penyakit ini terganggu penglihatannya. Gangguan penglihatan yang dapat terjadi karena glaukoma seperti penglihatan yang kabur, terdapat lingkaran layaknya pelangi saat melihat cahaya. Selain itu gejala lain yang dapat timbul adalah gangguan lapang pandang pada mata. Terdapat tiga jenis lapang pandang, yaitu:

  1. Lapangan monokular yaitu pandangan  yang hanya dapat dilihat oleh salah satu mata saja
  2. Lapangan makular yaitu pandangan yang paling jelas saat dilihat kedua mata
  3. Lapangan binokular yaitu luas pandangan yang dapat dilihat kedua mata

Tak hanya itu, pengidap dari penyakit ini dengan sudut tertutup akut akan mengalami gejala lain seperti nyeri pada mata, muntah, mual, hingga mata merah. Inilah gejala yang harus diwaspadai dengan jeli. Sayangnya, biasanya penderita glaukoma terlambat menyadari gejalanya karena membutuhkan waktu lama untuk dirasakan pengidapnya. Oleh sebab itu, cara terbaik untuk mendeteksi adanya glukoma adalah dengan melakukan pemeriksaan mata dengan rutin.

Penyebab

Penyebab dari glukoma hingga sekarang belum diketahui dengan pasti, tetapi banyak dugaan yang mengarah bila kelainan gen menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit ini. Tak hanya kelainan gen, ada pula kondisi lain yang menyebabkan gangguan sistem drainase yang dialami seperti infeksi, penyumbatan pembuluh darah, cedera karena zat kimia hingga peradangan pada mata.

Faktor Risiko

Karena beberapa bentuk glukoma dapat merusak penglihatan mata, seseorang yang memiliki risiko glaukoma diharapkan dapat semakin waspada akan gangguan ini. Faktor risiko gangguan glaukoma seperti:

  • Usia di atas 60 tahun
  • Mempunyai riwayat keluarga dengan gangguan glaukoma
  • Mengidap kondisi medis seperti penyakit jantung, anemia sabit, diabetes dan tekanan darah tinggi,
  • Mengalami rabun jauh atau rabun dekat
  • Pernah mengalami cedera mata maupun menjalani operasi mata tertentu
  • Menggunakan kortikosteroid pada waktu yang lama, terutama obat tetes mata.

Diagnosis

Sebenarnya, penyakit ini dapat dideteksi secara dini dengan cara melakukan pemeriksaan mata rutin, bahkan sebelum kemunculan gejala. Pemeriksaan mata bisa dilakukan 1 hingga 2 tahun sekali, lebih-lebih bagi Anda yang berisiko tinggi. Saat pemeriksaan memberikan tanda dugaan glaukoma, biasanya dokter akan melakukan tes seperti:

  • Tes lapang pandang. Tujuan dari tes ini untuk memeriksa keseluruhan ruangan pandang mata pasien. Nantinya, dokter akan meminta pasien mengamati titik yang dimunculkan dengan alat khusus. Bila kondisi mata tak normal, nantinya terdapat titik-titik yang dilihat pasien.
  • Tes tonometry. Tonometry merupakan tes yang menggunakan alat khusus yang sering disebut dengan tonometer. Di dalam proses pemeriksaannya, alat ini akan ditempelkan pada mata agar bisa memeriksa tekanan yang ada. Namun, sebelum melakukannya, pasien akan diberi anestesi tetes terlebih dulu.
  • Pachymetry. Tes pachymetry bertujuan memeriksa ketebalan kornea. Ketebalan kornea dapat menunjukkan rendah atau tingginya tekanan pada mata. Pachymetry merupakan tes tanpa rasa sakit yang berlangsung dengan cepat.

Pengobatan

Ada beberapa pengobatan penyakit ini, seperti:

  • Penggunaan obat tetes. Penggunaan obat tetes ini diberikan untuk mengurangi pembentukan cairan mata, karena penekanan. Namun, obat mata ini mempunyai efek samping seperti terjadi reaksi alergi, penglihatan menjadi kabur dan kemerahan mata.
  • Operasi. Operasi bisa ditempuh ketika kasus yang terjadi tidak bisa disembuhkan dengan menggunakan obat. Biasanya operasi ini berlangsung 45 hingga 75 menit.
  • Menggunakan laser. Terdapat 2 jenis laser yang bisa dilakukan untuk langkah pengobatan glukoma yakni iridotomi dan trabekuloplasti. Untuk trabekuloplasti, tindakan ini sering dilakukan untuk orang yang memiliki glaukoma sudut.

Pencegahan

Sebenarnya untuk mencegah glukoma ini, Anda hanya perlu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, karena glaukoma bisa di deteksi lebih dini, selain itu tetap konsumsi makanan bergizi dan pola hidup yang sehat, lebih-lebih jika Anda memiliki risiko besar terkena penyakit ini.