Flu Burung

by | Jun 22, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitF | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Flu burung merupakan salah satu penyakit infeksi, penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A menular dari unggas ke manusia. Sebenarnya, virus dari flu burung ini tidak sedikit, namun hanya ada beberapa virus yang bisa menginfeksi manusia.

Informasi

Penyakit flu burung sendiri sudah pernah mewabah di Timur Tengah, Asia, Afrika dan beberapa bagian Eropa. Flu burung menyebabkan kematian pada sebagian besar penderitanya. Bila dilihat dari data WHO, virus flu burung H5N1 sudah menjangkit 861 orang di seluruh penjuru dunia serta menyebabkan kematian hingga 455 orang sampai tahun 2019 lalu. 

Di Indonesia sendiri, infeksi dari virus flu burung pada manusia pertama kali muncul tahun 2005, menurut data Kemenkes, terdapat 200 kasus dengan 168 kematian sampai tahun 2018 lalu. 

Gejala

Biasanya, gejala dari kemunculan virus flu burung baru muncul sesudah 3 hingga 5 hari terpapar. Gejala yang bermunculan bisa berbeda-beda, mulai dari gejala ringan sampai parah. Walaupun kadang kala mereka yang terinfeksi virus flu burung tak dapat merasakan gejala, namun secara umum penderita akan merasakan gejala seperti:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Hidung tersumbat
  • Sesak napas

Untuk beberapa kasus, bahkan juga muncul gejala seperti sakit perut, diare, mimisan, nyeri dada hingga mata merah. Jika infeksi virus flu burung sudah berubah menjadi berat, gejala akan berubah seperti menyebabkan ARDS, gagal napas, pneumonia serta kejang.

Pastikan segera menghubungi dokter bila mengalami gejala seperti diatas, terutama bila gejala tersebut muncul sesudah Anda pergi ke daerah yang sedang terkena wabah. Selain itu pastikan memberitahu tenaga kesehatan bila Anda pernah pergi ke peternakan.

Untuk penderita yang memiliki kondisi seperti imun lemah, berusia lebih dari 65 tahun, hamil, virus flu burung berisiko berubah menjadi penyakit yang serius seperti kematian. Sehingga, ketika sudah mengalami gejala tersebut usahakan segera menghubungi tenaga kesehatan.

Penyebab

Penyebab dari virus flu burung tipe A berasal dari burung, tidak sedikit jenis virus flu burung hanya menular pada unggas, entah unggas peternakan atau pun unggas liar seperti bebek, ayam, angsa serta burung. Tetapi, jenis virus flu burung yang bisa menginfeksi manusia seperti H5N6, H5N1, H5N8, serta H7N9.

Virus flu burung akan menginfeksi manusia bila terjadi kontak secara langsung dengan unggas yang telah terinfeksi virus flu burung. Beberapa kondisi yang akan meningkatkan risiko infeksi virus flu burung seperti menyentuh unggas yang sudah terinfeksi, entah yang masih hidup atau pun yang sudah mati, menyentuh kotoran unggas, menghirup percikan droplet yang memiliki kandungan virus. Penularan antar manusia juga bisa terjadi, namun belum jelas seperti apa cara penularan yang terjadi. 

Faktor Risiko

Sebenarnya, virus flu burung dapat menyerang siapapun, tetapi seseorang memiliki risiko terinfeksi virus flu burung lebih besar bila memiliki faktor seperti:

  • Berada dekat dengan unggas yang telah terinfeksi
  • Pergi ke daerah yang terinfeksi virus flu burung
  • Mempunyai anggota keluarga yang menderita virus flu burung
  • Bekerja sebagai tim medis penderita virus flu burung
  • Bekerja sebagai seorang peternak unggas

Diagnosis

Agar dapat mendiagnosis ada tidaknya virus flu burung di dalam tubuh pasien, nantinya dokter akan melakukan beberapa metode di tahap awal. Biasanya, dokter akan melakukan wawancara serta pemeriksaan medis. Tak hanya itu, dokter juga melakukan berbagai macam pemeriksaan penunjang dengan cara mengambil sampel cairan yang berasal dari tenggorokan atau hidung.

Tidak menutup kemungkinan, nantinya dokter juga akan melakukan sejumlah pemeriksaan darah, tujuan pemeriksaan ini untuk mengetahui jumlah kadar sel darah putih yang berada di dalam tubuh pasien. Untuk beberapa kasus, dokter juga akan melakukan pemeriksaan seperti X-ray agar bisa melihat kondisi paru-paru si pasien.

Pengobatan

Untuk menangani virus flu burung, pengobatan yang dilakukan bisa berbeda-beda, tergantung dari gejala yang dialami oleh si pasien. Pasien yang sudah terbukti menderita virus flu burung, biasanya akan dirawat di isolasi rumah sakit, hal ini dilakukan agar bisa mencegah penularan dengan pasien lainnya.

Untuk pemberian obat-obatan, obat-obatan yang diberikan adalah obat antivirus untuk mengatasi virus flu burung. Beberapa obat antivirus ini seperti zanamivir. Obat tersebut bisa meredakan gejala serta mencegah komplikasi. Obat ini harus dikonsumsi dengan cepat, paling tidak 2 hari sesudah gejala mulai muncul.

Tak hanya digunakan sebagai metode pengobatan, obat tersebut juga dapat digunakan untuk pencegahan, oleh sebab itu obat tersebut juga diberikan pada mereka yang melakukan kontak secara langsung dengan pasien seperti petugas medis yang sedang menangani pasien.

Pencegahan

Untuk dapat menghindari virus flu burung, pencegahan yang paling baik adalah menghindari kontak secara langsung dengan unggas. Selain itu hindari kontak secara langsung dengan orang sakit. Anda juga perlu menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan dan menghindari mengkonsumsi daging unggas yang belum matang.