fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Filariasis atau yang lebih dikenal dengan kaki gajah adalah suatu penyakit parasit yang timbul karena cacing filaria. Cacing ini memiliki bentuk layaknya benang yang hidup pada kelenjar getah bening (sistem limfatik) pada manusia. Di dalam sistem limfatik, nantinya cacing tersebut akan mempengaruhi sistem imun penderitanya dan menyebabkan terjadinya infeksi.

Informasi

Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit yang membuat beberapa bagian tubuh penderitanya menjadi bengkak, terutama pada bagian lengan, alat kelamin hingga kaki. Pada bagian payudara pun bisa terjadi pembengkakan.

Filariasis adalah penyakit yang masuk ke dalam golongan penyakit kronis karena dapat memberikan efek dalam jangka panjang. Penderita akan mengalami rasa nyeri serta tubuh akan mengalami pembengkakan dalam kurun waktu yang cukup lama, bahkan kemampuan seksual pun akan menghilang.

Gejala

Penyakit kaki gajah menimbulkan beberapa gejala pada penderita. Gejala tersebut timbul berdasarkan filaris yang dialami yakni filariasis akut atau kronis.

  1. Filaris akut
  • Demam selama 3-5 hari: Suhu tubuh bisa kembali naik ketika penderita melakukan kerja berat
  • Kedinginan: Gejala yang satu ini biasanya dibarengi dengan demam
  • Sakit kepala
  • Terjadi pembengkakan pada getah bening: Umumnya pada area ketiak serta lipatan paha.
  • Radang yang terjadi pada saluran getah bening
  • Abses filariasis, yakni getah bening yang membengkak pecah sehingga mengeluarkan darah dan nanah
  • Pembengkakan dini: Bagian tubuh seperti lengan, buah dada, tungkai serta skrotum akan sedikit membengkak dengan warna kemerahan
  1. Filariasis kronis
  • Mengalami pembengkakan permanen pada beberapa area tubuh seperti, kaki, kelamin, lengan hingga payudara
  • Tubuh yang membengkak akan merasakan nyeri dan mulai kehilangan fungsinya
  • Kulit tubuh akan terasa kering
  • Warna kulit lebih gelap dari biasanya
  • Muncul bintik-bintik

Penyebab

Penyakit ini disebabkan oleh cacing dengan ukuran mikroskopik selain itu kaki gajah juga dapat menular melalui gigitan nyamuk. Hal ini terjadi karena nyamuk terinfeksi larva cacing gelang ketika mengambil darah manusia. 

Selanjutnya, nyamuk menghisap darah manusia lain hingga larva cacing yang dibawa masuk kedalam darah orang tersebut. Dari aliran darah, nantinya larva cacing ini akan berpindah ke sistem limfatik untuk mengendap di dalamnya.

Ada tiga jenis cacing yang menjadi penyebab kaki gajah ini, diantaranya:

  • Wuchereria bancrofti
  • Brugia malayi
  • Brugia timori

Di Indonesia, 70% kasus kaki gajah disebabkan oleh jenis cacing Brugia malayi

Faktor Risiko

Kaki gajah bisa menyerang semua orang tanpa memandang usia. Namun, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit kaki gajah ini, diantaranya:

  • Sering digigit nyamuk
  • Tinggal di daerah tropis atau subtropis, contohnya orang yang tinggal di Afrika, India, Asia Tenggara, serta Amerika Selatan
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Hidup di lingkungan yang memiliki sanitasi buruk

Diagnosis

Diagnosis yang akan dilakukan dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari gejala yang dirasakan pasien adalah dengan melakukan tanya jawab seputar keluhan dan gejala yang muncul, selain itu juga dokter akan menanyakan kapan gejala mulai timbul.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Jika ada kecurigaan yang mengarah pada penyakit kaki gajah, maka akan dilakukan tes darah. Nantinya sampel darah yang diambil akan diperiksa. Tes ini berguna untuk mengetahui ada tidaknya cacing yang bisa menjadi menyebabkan kaki gajah tersebut. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan mikroskop, atau dengan tes kimia khusus yang menggunakan antigen.

Jika memang diperlukan, dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan penunjang guna melihat dampak yang telah disebabkan oleh penyakit ini. Pemeriksaan lanjutan ini dilakukan dengan USG atau tes urin serta foto rontgen.

Pengobatan

Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mencegah infeksi yang semakin memburuk serta guna menghindari risiko komplikasi filariasis. Pasien nantinya akan mengkonsumsi obat cacing seperti albendazole guna mengurangi jumlah parasit yang ada pada tubuh.

Sayangnya jika penyakit kaki gajah ini telah menyebabkan pembengkakan pada area kaki dan tungkai, maka ukuran area tubuh tersebut tidak dapat normal kembali seperti sebelumnya. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan kaki yang bengkak, diantaranya:

  • Istirahatkan tungkai ketika duduk atau berbaring pastikan untuk menjaga posisi tungi lebih tinggi
  • Gunakan stocking kompres, yang sesuai dengan anjuran dokter
  • Bersihkan bagian tungkai yang bengkak dengan menggunakan air dan sabun
  • Jika mengalami luka, segera bersihkan dengan antiseptik
  • Lakukan olahraga ringan dengan menggerakan tungkai. Hal ini bertujuan untuk menjaga aliran getah bening pada area yang bengkak supaya tetap lancar

Jika pembengkakan sangat parah atau adanya pembengkakan yang terjadi di skrotum, maka pasien dapat menjalankan prosedur operasi untuk memperkecil pembengkakan.

Pencegahan

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit ini adalah dengan menghindari gigitan nyamuk yang berpotensi menyebarkan larva. Anda bisa menghindari gigitan nyamuk dengan beberapa cara ini:

  • Mengenakan baju serta celana panjang
  • Mengoleskan lotion anti nyamuk
  • Tidur dalam kelambu
  • Membersihkan genangan air di sekitar rumah

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis