fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Menderita asma memang tidak diinginkan oleh semua orang. Pasalnya begitu Anda terkena penyakit ini, Anda akan kesulitan untuk bernapas dan pada kondisi-kondisi tertentu, Anda harus selalu sedia obat inhalasi. Nah, biasanya obat inhalasi yang diresepkan dokter salah satunya adalah berasal dari golongan obat adrenergik yang bernama Fenoterol HBr. Yuk, kita simak ulasan mengenai beberapa informasi mendalam terkait obat ini.

Informasi

Masuk dalam golongan obat adrenergik, Fenoterol HBr termasuk dalam obat yang langsung terhubung dengan saraf simpatik manusia. Cara kerjanya adalah dengan melancarkan saluran udara reversibel sehingga saluran ini tidak akan menghambat jalannya napas. Alhasil, napas Anda yang sesak akan kembali normal dan oksigen bisa lancar terhirup masuk ke dalam sistem pernapasan Anda.

Melihat dari cara kerjanya tersebut, maka bisa dikatakan jika obat ini sangat membantu untuk mengatasi masalah asma akut dan beberapa masalah pada paru-paru manusia. Salah satu penyakit yang juga sangat ampuh diatasi dengan obat ini adalah penyempitan saluran napas. Cukup dengan inhalasi saja, maka rasa sesak yang dirasakan biasanya akan jauh berkurang.

Dosis

Obat satu ini termasuk dalam obat keras yang mana pembeliannya membutuhkan resep. Obat ini bisa Anda beli untuk digunakan orang dewasa dan anak-anak di atas usia 6 tahun, baik dalam bentuk obat oral atau bentuk inhalasi. Dosisnya pun harus mengikuti aturan kemasan dan anjuran dokter yang mana setiap pasiennya nanti akan mendapat takaran obat yang berbeda.

Namun pada umumnya, obat yang diberikan dalam bentuk inhalasi akan memiliki dosis sekitar 100 mcg / dosis untuk orang dewasa. Batasannya, dalam satu hari Anda hanya bisa melakukan inhalasi sekitar 8 kali dengan setiap melakukannya hanya 1 – 2 kali inhalasi saja. Adapun untuk bentuk solution pada kategori yang sama, dosisnya adalah 50 mcg / tetes dimana setiap harinya dibatasi hanya 4 kali dengan 10 tetes per penggunaan saja.

Sementara itu untuk anak-anak, dosisnya berubah dan harus disesuaikan dengan berat badan serta usia pasien. Umumnya, anak-anak akan mendapat dosis sekitar 50 mcg / tetes yang bisa dipakai untuk mengobati asma akut. Sedangkan untuk pengobatan lainnya, Anda harus senantiasa berdiskusi dengan dokter agar metode dan takaran pengobatannya benar.

Kontraindikasi

Sama halnya dengan obat keras yang beredar, obat satu ini juga tidak dianjurkan diminum bersamaan dengan obat jenis lainnya seperti obat golongan antikolinergik (Benztropin), obat adrenalin (Pseudoefedrin), dan golongan xanthin (Kafein serta Teofilin). Selain itu, obat-obatan seperti golongan diuretik (Furosemid), obat golongan steroid (Prednison), dan obat golongan beta blocker (Propanolol) juga dilarang dikonsumsi dalam waktu yang sama.

Tidak hanya obat-obat di atas saja, obat sejenis Furazolidone, Linezolid, Phenelzine, Selegiline, Moclobemide, dan Procarbazine yang semuanya masuk dalam golongan MAO inhibitor juga dilarang keras dikonsumsi bersamaan. Terakhir, golongan antidrepresan seperti Amitriptilin juga sebaiknya dihindari digunakan bersama-sama.

Orang-orang yang masuk dalam kategori beresiko akan obat ini adalah Anda yang memang sejak awal alergi dengan obat semacam Fenoterol, memiliki penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, serta gangguan fungsi tiroid dan diabetes hingga glaukoma. Bahkan dalam beberapa pertimbangan, orang dengan riwayat pernah mengalami gagal jantung hipertropik kardiomiopati, takiaritmia, dan berbagai masalah organ dalam lainnya juga tidak disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan satu ini.

Efek Samping

Memakai obat ini rupanya bisa menyebabkan beberapa masalah serius, misalnya saja gemetar, pusing, sakit kepala, dan batuk tidak henti. Selain itu, obat ini juga bisa memicu rasa gelisah, denyut jantung berdebar, nyeri dada, hingga tubuh melemah dan terjadi kram otot. Bahkan dalam beberapa kasus yang lebih serius, obat ini bisa menyebabkan alergi seperti ruam, gatal, bengkak, hingga sesak napas dan pingsan.

Cara Konsumsi

Anda yang sudah mengikuti anjuran dokter bisa menambah ilmu tentang cara penggunaan obat ini di ulasan berikut. Biasanya, menggunakan Fenoterol HBr akan cukup ampuh efeknya jika dipakai selama 15 menit inhalasi yang diselingi dengan tarik nafas serta buang nafas secara perlahan.

Namun apabila efek dari inhalasi ini hanya berlangsung sekitar 3 jam atau kurang, maka ada baiknya Anda segera konsultasi pada dokter karena ditakutkan gangguan pernapasan Anda memburuk. Jangan sampai Anda menunggu kondisi Anda parah dulu karena seperti yang kita tahu, penyakit asma sangat berbahaya apabila dibiarkan.

Demikian ulasan mengenai obat Fenoterol HBr. Harap diingat jika ulasan ini bukan bermaksud sebagai anjuran penggunaan obat atau pengganti konsultasi medis. Tidak juga ulasan ini bermaksud untuk menggantikan peran dokter. Ulasan ini terbit untuk menambah informasi Anda terkait penggunaan obat satu ini dan semoga bisa bermanfaat untuk Anda ke depannya.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis