fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Diproduksi dari bakteri Leuconostoc mesenteroides di tahun 1948, Dextran kemudian menjadi salah satu obat yang diandalkan dalam dunia medis untuk memperbesar volume plasma darah. Tujuannya, agar jika terjadi pendarahan, tubuh tidak mengalami kegagalan organ karena kehilangan darah yang sangat banyak. Yuk, kita simak ulasan menarik tentang berbagai informasi mengenai obat satu ini di artikel berikut.

Informasi

Dextran merupakan sebuah zat besi yang juga dimodifikasi dalam bentuk obat dan termasuk dalam kelas plasma ekspander. Obat-obatan jenis ini biasanya digunakan untuk mengatasi syok hipovolemik serta berbagai masalah yang bisa terjadi akibat pendarahan. Cara kerja dari obat ini adalah dengan menghambat agregasi trombosit, faktor koagulasi, dan juga membantu perpindahan oksigen dalam darah sehingga nantinya volume sirkulasi darah bisa diperbesar.

Di dunia medis, obat yang berasal dari sekumpulan glukosa sukrosa yang mengalami reaksi kimia dengan dibantu katalis enzim dextransucrase ini terbuat dalam beberapa jenis. Sebut saja 40 kDa atau yang disebut 10% Dekstran 40, Dextran 60, dan 70 kDa atau yang disebut 6% Dekstran 70. Masing-masing obat memiliki berat molekul berbeda dimana kisarannya adalah 1.000 – 40.000.000 dalton (Da).

Lantaran berfungsi untuk menjaga sirkulasi darah, maka obat ini juga bisa dibuat untuk mengatasi penyakit pada pasien penderita anemia defisiensi besi. Penyakit ini merupakan suatu kondisi dimana tubuh tidak bisa banyak memproduksi sel darah merah sehingga tubuh pun akan kekurangan zat besi. Selain itu, obat ini juga sangat bagus dikonsumsi oleh mereka yang tidak bisa menelan suplemen zat besi.

Seperti yang kita tahu, kekurangan zat besi di dalam tubuh manusia bisa terjadi ketika tubuh tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Bisa juga, tubuh mengalami kehilangan darah yang cukup banyak, misalnya pada penderita hemofilia atau pendarahan lambung. Tambahan zat besi juga dibutuhkan oleh pasien sakit ginjal yang tengah melakukan dialisis. Bahkan, seseorang yang tengah mengonsumsi obat jenis erythropoietin juga harus mendapat tambahan zat besi yang mana bisa didapat dari obat ini.

Dosis

Dextran bisa digunakan orang dewasa dalam bentuk larutan infus (intravena) dan akan diinfuskan ke dalam tubuh. Dosis akan berbeda-beda tiap orangnya, tergantung kondisi kesehatan. Pada umumnya, obat ini akan diberikan dengan kadar 25 – 100 mg (0,5 – 2 ml) IM atau IV per dosis sebanyak satu kali sehari. Takaran ini akan diberikan dengan kecepatan infus tertentu hanya sampai zat besi dalam tubuh terpenuhi saja.

Begitu obat dimasukkan dan mengalami proses penyerapannya oleh tubuh, sebagian akan hilang oleh ginjal sebanyak 50% pada 24 jam pertama, sebanyak 20% pada 48 jam selanjutnya, dan 30% sisanya akan hilang melalui sistem pencernaan. Beberapa sisa tersebut rupanya dihidrolisis oleh bakteri coliform, sementara sebagian lagi mengalami metabolisme oleh dextranase limpa dan hati.

Kontradiksi

Anda harus tahu bahwa interaksi yang terjadi pada obat bisa mengubah kinerja dari obat itu sendiri dan meningkatkan efek sampingnya. Beberapa obat yang bisa memberi dampak buruk kala berinteraksi dengan obat ini ini adalah benazepril, dimercaprol, captopril, lisinopril, dan fosinopril serta moexipril. Selain itu, obat seperti jenis perindopril, ramipril, quanipril, hingga trandolapril juga tidak disarankan.

Sementara itu, beberapa orang yang beresiko akan obat ini adalah orang dengan alergi suntikan zat besi dan sejenisnya, orang dengan infeksi ginjal, rheumatoid arthritis, jantung, penyakit hati, hingga penderita anemia yang bukan disebabkan kekurangan zat besi.

Efek Samping

Obat ini akan diberikan demi menjaga sirkulasi darah tetap lancar. Namun, obat ini juga mungkin bisa menyebabkan beberapa efek samping yang bervariatif. Mulai dari pusing, diare, mual, demam, nyeri otot, kebas, hingga terasa seperti ada besi di mulut mungkin bisa Anda rasakan. Lebih serius, beberapa efek samping seperti alergi, pingsan, sulit bernapas, hingga gatal, bengkak, kejang, dan hipotensi bisa dialami.

Beberapa pasien ada yang tidak merasakan efek sampingnya, ada yang langsung merasa begitu disuntikkan, dan ada juga yang baru muncul sekitar 1 – 2 hari sesudah pengobatan. Tidak perlu khawatir, biasanya efek samping ini akan menurun ketika sudah berada di 3 – 4 hari masa pengobatan melalui intravena dan di 3 – 7 hari sesudah pengobatan intramuskular.

Cara Pakai

Dikategorikan sebagai obat resep, maka itu artinya Anda tidak bisa asal membeli obat ini di apotek tanpa resep dari dokter. Bahkan dalam penggunaannya, Anda tidak bisa memakainya secara mandiri di rumah, melainkan Anda hanya bisa menggunakannya dengan pengawasan dokter di klinik atau rumah sakit.

Beberapa cara memasukkan obat ini ke dalam tubuh adalah melalui suntikan di pantat, intravena, atau bisa juga intramuskular. Petugas medis akan menyuntikkan obat ini secara perlahan-lahan agar efek samping bisa diminimalisir. Biasanya juga, petugas medis akan memberikan dosis kecil untuk melihat apakah ada reaksi, baru kemudian diberikan dalam dosis penuh.Demikian berbagai informasi mengenai obat Dextran. Semoga ulasannya bermanfaat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis