fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Chloramphenicol merupakan jenis obat antibiotik yang berfungsi mengatasi berbagai infeksi bakteri serius, khususnya saat penyakit infeksi tidak membaik menggunakan obat lain. Cara kerja obat chloramphenicol yaitu membunuh bakteri penyebab infeksi atau menghambat serta menghentikan pertumbuhannya. Obat chloramphenicol cukup efektif mengatasi infeksi akibat H. influenzae, S. typhi, E. coli, C. psittaci dan berbagai spesies bakteri Neisseria, Streptococcus, Staphylococcus dan Rickettsia (Baca juga Mengenal Apa Itu Skizofrenia dan Gejalanya). 

Informasi

Obat chloramphenicol tidak dapat digunakan untuk jenis infeksi lainnya, karena obat ini hanya dapat mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Tersedia dalam kemasan salep, obat tetes, sirup, kapsul, dan injeksi.  Obat ini dapat digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia 2 tahun. Obat chloramphenicol tergolong obat resep yang harus sesuai saran dan anjuran dokter dalam penggunaannya. 

Dosis

Dosis untuk obat chloramphenicol diberikan sesuai dengan kondisi penyakit pasien dan berdasarkan anjuran dari dokter. 

  • Obat chloramphenicol tetes: Untuk dosis tetes mata gunakan 1 tetes setiap 2 jam, selama 2 hari pertama. Kemudian, kurangi dosis menjadi 1 tetes 3-4 kali per hari selama 3 hari. Sedangkan untuk dosis tetes telinga, berikan 3-4 tetes setiap 6-8 jam selama 1 minggu
  • Obat chloramphenicol salep: Untuk sekali oles berikan sebanyak 4-5 kali sehari sampai infeksi sembuh atau sesuai instruksi dokter. Jangan gunakan obat melebihi waktu satu minggu terkecuali atas saran dokter
  • Obat chloramphenicol oral (kapsul, tablet, sirup): Untuk dosis dewasa dosis yang diberikan 50 mg/kgBB per hari, terbagi dalam 4 dosis. Pada infeksi berat, dosis dapat ditambahkan hingga 100 mg/kgBB per hari. Sedangkan dosis untuk anak-anak yaitu 25-50 mg/kgBB per hari dibagi dalam 4 dosis dan jika terjadi infeksi berat dapat ditingkatkan hingga 100 mg/kgBB per hari

Kontraindikasi

Kontraindikasi dari chloramphenicol adalah sebagai berikut: 

Interaksi dengan Obat Lain

Informasikan kepada dokter Anda jika anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain khususnya obat yang dapat menaikkan tekanan darah, serta obat herba dan suplemen. 

Anda tidak dianjurkan menggunakan obat chloramphenicol jika Anda memiliki alergi, khususnya terhadap obat ini. Jika mengalami reaksi alergi atau overdosis, Anda harus segera temui dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Kelompok Orang Berisiko

Anda sebaiknya berhati-hati sebelum mengonsumsi obat chloramphenicol jika memiliki riwayat penyakit kelainan darah seperti gangguan sumsum tulang, anemia aplastik, penyakit ginjal dan penyakit liver. Hubungi dokter jika sedang mengalami cedera, menjalani operasi (termasuk operasi gigi) atau pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi. 

Anda juga perlu menginformasikan dokter jika Anda sedang melakukan vaksinasi khususnya vaksin hidup seperti vaksin tifoid, kolera dan BCG. Obat chloramphenicol akan memengaruhi gula darah Anda, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter jika menderita diabetes.  Anda jangan melakukan aktivitas mengemudi jika pandangan Anda menjadi buram setelah penggunaan obat chloramphenicol. 

Efek Samping

Penggunaan obat chloramphenicol juga dapat menyebabkan efek samping. Beberapa gejala umum yang sering terjadi yaitu:

  • Diare ringan
  • Mual 
  • Muntah

Beberapa efek samping serius yang mungkin terjadi antara lain:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Pembengkakan pada mulut, lidah, dan wajah
  • Warna urin lebih gelap
  • Depresi
  • Sakit kepala
  • Demam hingga menggigil
  • Penglihatan berkurang

Jika Anda mengalami salah satu gejala efek samping di atas atau merasa cemas dengan gejala yang berbeda setelah penggunaan obat chloramphenicol, sebaiknya Anda segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih tepat.

Cara Penggunaan Salep Mata

Anda perlu ekstra hati-hati sebelum menggunakan obat chloramphenicol. Anda tidak boleh memakai lensa kontak saat menggunakan obat chloramphenicol untuk pengobatan. Sebelum menggunakan salep mata chloramphenicol, Anda perlu mencuci tangan terlebih dahulu. Agar tidak terjadi kontaminasi, anda harus memperhatikan ujung kemasan obat agar tidak tersentuh jari dan tidak mengenai mata. 

Cara penggunaannya, miringkan kepala Anda ke belakang dan pandangan melihat ke atas dan turunkan kelopak mata bagian bawah secara perlahan. Setelah itu, oleskan salep sepanjang satu cm pada bagian dalam kelopak mata bawah, lalu tutup mata secara perlahan dan gerakkan bola mata ke semua arah untuk menyebarkan obat. 

Usahakan agar tidak berkedip atau menggosok mata Anda selama pengobatan berlangsung. Anda dapat mengulang tahap ini untuk mata lain jika diperlukan dan gunakan sesuai anjuran dokter. Bersihkan ujung salep chloramphenicol menggunakan tisu bersih untuk menghapus sisa obat sebelum digunakan kembali.

Jika Anda sedang menggunakan obat mata jenis lain, maka sebaiknya tunggu paling tidak 5-10 menit sebelum menggunakan obat chloramphenicol. Gunakan obat chloramphenicol secara rutin dan teratur agar cepat pulih dan mendapat hasil yang optimal. Agar membantu Anda mengingat, maka gunakan obat pada waktu yang sama setiap harinya. 

Anda sebaiknya tidak menghentikan pengobatan secara tiba-tiba karena kemungkinan membuat bakteri masih terus bertumbuh dan dapat menambah infeksi lebih serius. Konsultasikan kepada dokter jika kondisi Anda tidak membaik dan semakin buruk.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis