fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Cetirizine HCl merupakan salah satu obat yang dapat mengatasi gejala alergi seperti hidung tersumbat, pilek, bersin-bersin, mata berair, rasa gatal pada bagian mata, hidung atau tenggorokan serta ruam di kulit. Obat cetirizine mengandung bahan zat aktif yaitu cetirizine hydrochloride (hcl). Cara kerja obat ini yaitu untuk menghalangi kerja senyawa histamin yang diproduksi oleh tubuh saat terpapar oleh alergen. Senyawa histamine ini menjadi penyebab munculnya reaksi alergi (Baca juga Cara Mengatasi Alergi Dengan Cepat Namun Tetap Efektif). 

Informasi

Obat cetirizine termasuk jenis obat anti alergi atau antihistamin yang menyebabkan kantuk rendah. Obat cetirizine tidak mampu mengobati reaksi alergi serius seperti anafilaktik. Anda bisa mendapatkan obat ini di apotek dengan resep dokter. Obat cetirizine memiliki berbagai bentuk kemasan yaitu tablet kunyah, tablet hisap dan cairan.

Dosis

Dosis yang diberikan dalam penggunaan obat cetirizine disesuaikan dengan kondisi medis dan usia pasien. Untuk dosis dewasa antara lain:

  • Pengobatan alergi (dewasa): dosis yang diberikan yaitu 10 mg sehari sekali atau 5 mg dua kali sehari
  • Pengobatan alergi (lansia): dosis awalnya adalah 5 mg sehari

Untuk dosis anak-anak, yakni: 

  • Anak usia 6-23 bulan: dosisnya adalah 2,5 mg satu kali sehari. Dosis maksimalnya yaitu 2,5 mg dua kali sehari untuk usia 12 bulan ke atas
  • Anak usia 2-5 tahun: dosis yang diberikan adalah 10 mg sekali sehari atau 2,5 mg dua kali sehari
  • Anak usia 6 tahun ke atas: dosisnya yaitu 10 mg sekali sehari atau 5 mg dua kali sehari

Kontraindikasi

Berikut kontraindikasi Cetirizine HCl, antara lain: 

Interaksi dengan Obat Lain

Jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain baik vitamin, suplemen atau produk herbal, maka sebaiknya informasikan kepada dokter sebelum menggunakan obat cetirizine. Anda tidak disarankan mengonsumsi obat ini, jika memiliki reaksi alergi terhadap obat tersebut. 

Hubungi dokter jika sedang menggunakan obat lain terutama obat yang menyebabkan efek kantuk (seperti obat flu atau obat alergi lain), obat tidur, obat yang membuat rileks otot, obat kejang, obat depresi. 

Anda harus menghentikan penggunaan obat cetirizine jika Anda alergi terhadap obat tersebut. Sebelum penggunaan obat cetirizine, informasikan kepada dokter jika Anda mengonsumsi salah satu obat lain yaitu midodrine dan ritonavir.

Kelompok Orang Berisiko

Sebelum menggunakan obat cetirizine, Anda perlu menghubungi dokter jika sedang mengalami kesulitan buang air kecil akibat pembesaran prostat atau saat menderita gangguan ginjal, hati atau diabetes. Jika Anda sedang dalam kondisi hamil, menyusui atau berencana untuk hamil, sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini. 

Selama penggunaan obat cetirizine, Anda tidak dianjurkan melakukan aktivitas seperti mengemudi atau mengoperasikan alat berat, karena obat ini memiliki efek samping yang menimbulkan rasa kantuk. Jika terjadi reaksi alergi pada obat setelah penggunaan, Anda harus segera menghubungi dokter.

Efek Samping

Obat cetirizine memiliki potensi efek samping bagi beberapa orang setelah penggunaannya. Beberapa efek samping yang umum terjadi dari penggunaan obat ini yaitu:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sembelit
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Lelah

Beberapa efek samping serius yang kemungkinan terjadi antara lain:

  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan di wajah, lidah atau tenggorokan

Jika Anda mengalami salah satu gejala efek samping tersebut, maka cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya yaitu menggunakan antihistamin lain, minum banyak air putih, makan permen, dan mengurangi makanan yang terlalu berat seperti menghindari makanan pedas dan makan dengan porsi lebih sedikit.

Cara Konsumsi

Sebelum menggunakan obat cetirizine, pastikan Anda sudah membaca dan mengetahui informasi aturan pakai yang tertera pada kemasan obat. Jenis obat cetirizine bentuk tablet terdiri dari tablet minum (oral), tablet kunyah, dan tablet hisap cepat larut. Untuk penggunaan tablet oral, konsumsilah dengan segelas air. 

Jika Anda akan mengonsumsi tablet kunyah, pastikan kunyah terlebih dahulu di mulut sampai hancur dan lumat, lalu Anda telan dilanjutkan minum segelas air untuk membersihkan sisa-sisa obat di mulut. Sedangkan untuk tablet cepat larut, Anda isap tablet hingga larut di lidah tanpa digigit, kemudian telan dan minum air putih. 

Jika Anda akan mengonsumsi obat cetirizine dalam bentuk cairan atau sirup, Anda perlu mengukur dosis secara hati-hati. Sebaiknya Anda gunakan sendok takaran khusus agar ukuran dosisnya tepat. Anda tidak diperbolehkan menggunakan sendok biasa karena dosisnya kemungkinan tidak akan sesuai. Selama penggunaan obat cetirizine, tidak dianjurkan untuk menambah atau mengurangi dosis sendiri tanpa petunjuk dokter. 

Umumnya obat cetirizine hanya dikonsumsi pada saat gejala alergi sedang terjadi. Anda perlu menghubungi dokter jika gejala alergi Anda tidak kunjung membaik. Jika mengalami gatal-gatal tidak hilang setelah 3 hari pengobatan, atau gatal berlangsung lebih dari 6 minggu, Anda harus segera temui dokter untuk pengobatan lebih tepat.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis