fbpx

Bisakah Tunda Menopause dengan Rutin Berhubungan Seksual?

Agu 31, 2020 | Seks | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Siapa yang menyangka bila aktif melakukan hubungan seksual memberikan manfaat tersendiri mulai dari mengurangi stress, mampu membakar kalori, hingga dapat mengurangi risiko kanker prostat. Hal yang menarik lainnya ialah, berhubungan seksual secara rutin bisa membantu menunda menopause. Apakah benar demikian?

Masa Menopause Wanita

Biasanya, perempuan akan memasuki masa menopause di umur 40 hingga 50 tahun. Ketika sudah berada dalam masa menopause, perempuan sudah tidak bisa mengalami menstruasi. Biasanya, menopause prematur terjadi bila perempuan mengalami menopause sebelum umur 40 tahun. Namun faktanya, menopause dapat ditunda. Salah satu caranya adalah rutin melakukan hubungan seks.

Sebuah studi jurnal Royal Society Open Science mengungkapkan bila wanita yang aktif melakukan hubungan seksual, besar kemungkinan dapat menunda menopause dibanding mereka yang jarang melakukan hubungan seksual. Di sini, yang dimaksud dengan aktivitas seksual adalah intercouse, sentuhan, stimulus diri atau seks oral.

Korelasi Masa Menopause dengan Berhubungan Seksual

Studi yang menjadi proyek multi dekade ini sengaja dirancang agar bisa mengumpulkan data serta melacak perubahan psikologis dan biologis yang terjadi dalam tubuh bersamaan dengan menopause. Penelitian ini dilakukan pada tahun 1996 hingga 1997, berlokasi di Amerika Serikat.

Seorang ahli epideminologi, Jennifer Marino, Ph.D mengungkapkan bila penelitian ini melibatkan 42 sampai 52 tahun, atau wanita yang memasuki masa perimenopause atau masa transisi menopause. Perempuan yang sudah menopause sebelum berusia 40 tahun, tak diikutkan di dalam penelitian ini. 

Dikutip dari AFP, Meghan Arnot serta Ruth Mace mengungkapkan, bila wanita jarang melakukan aktivitas hubungan seksual ketika mendekati setengah baya, tubuh tak akan menerima isyarat fisik kemungkinan kehamilan. Data penelitian seks ini antara lain, usia responden 45 tahun, rata-rata responden mempunyai 2 orang anak, 48 persen merupakan bule non hispanik serta berpendidikan di atas sekolah menengah.

Kemudian data lain, 78 persen menikah atau berada di dalam sebuah hubungan serta 58 persen tinggal bersama dengan pasangan. Di awal wawancara pertama, dijelaskan tidak ada responden yang mengalami menopause, namun 46 persen mengalami perimenopause dini.

Hal tersebut ditunjukkan dari perubahan siklus menstruasi. 54% dari wanita yang sudah mengalami perimenopause mempunyai siklus menstruasi yang teratur tanpa gejala menopause. Kemudian, peneliti juga mewawancara responden dengan rentang 10 tahun, dalam waktu tersebut, mereka mengalami menopause di usia 52 tahun.

Selain itu, kadar estrogen, BMI, pendidikan, kebiasaan merokok, usia ketika pertama kali menstruasi serta ras juga ikut dipantau ketika wawancara pertama. Lantas, bagaimana hasil dari penelitian ini?

Hasil Penelitian

Hasil yang diungkapkan dari penelitian ini, wanita yang berhubungan seksual setiap minggunya, 28% lebih kecil mengalami menopause di usia berapa pun bila dibandingkan dengan mereka yang melakukan aktivitas hubungan seksual kurang dari sebulan.

Perempuan yang melakukan hubungan seks setiap bulannya mempunyai kemungkinan hingga 19 persen lebih rendah mengalami menopause dibanding dengan mereka yang berhubungan seks kurang dari sekali dalam sebulan.

Selain itu, Asisten Profesor yang berada di University of Pittsburgh mengatakan bila frekuensi melakukan hubungan seks melakukan salah satu tautan yang memungkinkan menunda menopause, ia menunjukkan bila wanita yang tidak aktif melakukan hubungan seksual karena kondisi kesehatan yang buruk akan mengalami menopause di usia muda.

Tak hanya melakukan hubungan seksual, kebiasaan merokok juga sering dikaitkan dengan usia menopause yang lebih tua. Tetapi, hal ini harus dipertimbangkan kembali. Walaupun demikian, penelitian ini juga belum dapat dijadikan sebagai panutan.

Tips Berhubungan Seksual di Usia yang Tak Lagi Muda

Biasanya, ketika berusia 45 tahun, kualitas hubungan seks menjadi menurun, ketakutan menopause dini pun menjadi semakin sering dialami. Lantas, bagaimana cara berhubungan seks di usia yang tak lagi muda?

Gunakan Bantalan

Di usia tua, mungkin Anda akan menderita sakit punggung dan radang sendi. Walaupun menderita hal tersebut, kehidupan seksual tetap saja masih bisa dilakukan dan berjalan dengan baik. Ada berbagai cara yang dapat Anda coba seperti menggunakan bantalan atau penyangga.

Gunakan Pelumas

Wanita yang akan masuk dalam masa menopause sangat rentan mengalami vagina kering. Hal tersebut membuat hubungan seks menjadi kurang nyaman. Agar bisa mengakalinya, Anda dapat menggunakan pelumas vagina dengan bahan dasar air agar ketika melakukan hubungan seks, rasa sakit tersebut tidak datang.

Menghindari Stres

Stress akan membuat hormon yang berada di dalam tubuh menjadi terganggu, hal ini akan mengakibatkan gairah seksual mengalami penurunan. Ketika mengalami stress, pembuluh darah akan menyempit, serta bisa membatasi aliran darah pada penis. Untuk wanita, vagina menjadi susah mengeluarkan cairan, dan gairah seks menjadi menurun. Oleh sebab itu lebih baik hindari stress atau pikiran yang tidak penting. 

Itulah beberapa tips agar hubungan intim tetap nikmat dilakukan bagi Anda yang sudah berumur 40+. Silakan dicoba. 

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis