fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Parkinson menjadi salah satu penyakit yang sangat sering dijumpai pada orang lanjut usia. Penyakit ini terjadi karena adanya gangguan pada kerja otak. Gejala dari penyakit ini adalah tubuh gemetar, sulit bergerak, serta tubuh menjadi kaku. Benserazide HCl diketahui menjadi salah satu senyawa untuk terapi penyakit ini.

Penggunaan senyawa ini sebagai obat terapi parkinson dilakukan berdampingan dengan levodopa. Penggunaan obat ini diketahui cukup efektif untuk membantu mengembalikan fungsi otak agar bisa mengendalikan gerakan tubuh secara normal. Berikut akan dibahas lebih lengkap mengenai senyawa ini sebagai terapi parkinson.

Informasi

Levodopa merupakan obat yang diresepkan oleh dokter kepada pasien dengan penyakit parkinson. Obat ini diketahui akan membantu mengembalikan kadar dopamin dalam tubuh agar kembali normal. Perlu diketahui bahwa parkinson terjadi saat kadar dopamin dalam tubuh menurun.

Setelah dikonsumsi, obat ini akan dipecah menjadi dopamin di dalam otak. Otak manusia akan kembali mendapatkan dopamin. Meningkatnya kadar dopamin akan membantu otak bisa kembali mengendalikan gerakan tubuh seperti sedia kala. Begitulah cara kerja levodopa dalam terapi pasien dengan penyakit parkinson.

Benserazide HCl atau benserazide hidkrolorida digunakan sebagai pendamping atau tambahan levodopa dalam terapi penyakit parkinson. Senyawa ini akan membuat terapi parkinson menjadi lebih efektif dan pasien bisa cepat beraktivitas normal kembali. Senyawa ini dan levodopa ada dalam satu obat yang disebut Levopar.

Dosis

Terapi parkinson ini dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter. Dosis obat yang diberikan juga harus sesuai dengan resep yang telah diberikan oleh dokter. Levopar sebagai obat anti parkinson memiliki kandungan benserazide HCl sebanyak 25 mg dan levodopa sebanyak 100 mg. 

Obat ini merupakan jenis obat keras dan berikut adalah aturan dosis yang bisa diberikan pada pasien.

1. Dewasa

Orang dewasa dengan penyakit parkinson bisa mengonsumsi obat ini dengan dosis awal 1/2 tablet sebanyak 3-4 kali sehari atau 1 tablet sebanyak 3 kali sehari. Pada tahap awal, dosis obat yang aman adalah 400-800 mg dalam satu hari. Dosis ini bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai petunjuk dokter maksimal 1000 mg per hari.

2. Lansia

Penyakit parkinson pada lansia bisa diterapi dengan obat ini sebanyak 1/2 tablet 1-2 kali dalam satu hari. Dosis kemudian ditingkatkan hingga 50 mg per hari dengan interval 3-4 hari. 

Aturan dosis ini harus sesuai petunjuk dokter. Kondisi kesehatan dan usia pasien akan sangat berpengaruh pada jumlah dosis yang aman bagi pasien. 

Efek Samping

benserazide-hcl

Setiap obat pasti memiliki efek samping bagi tubuh. Begitu juga dengan Levopar dan benserazide HCl yang digunakan sebagai terapi parkinson ini. Berikut adalah efek samping yang bisa terjadi pada pasien.

  1. Mual dan muntah
  2. Diare
  3. Insomnia
  4. Dystonia
  5. Anoreksia
  6. Perdarahan saluran cerna
  7. Cemas dan gelisah
  8. Depresi
  9. Halusinasi
  10. Hipotensi
  11. Gangguan penglihatan
  12. Mood swing
  13. Kesemutan
  14. Hilang selera makan

Setiap pasien memiliki pengalaman yang berbeda-beda setelah mereka mengonsumsi obat anti-parkinson ini. Jika efek samping yang ditimbulkan parah seperti hilang kesadaran dan terjadi perdarahan hebat, maka segera kunjungi fasilitas kesehatan. 

Selain efek samping, obat ini juga bisa memberikan dampak buruk jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Kondisi overdosis bisa menyebabkan beberapa gejala, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Anoreksia
  2. Hipertensi
  3. Aritmia
  4. Hipotensi
  5. Insomnia (Baca juga Susah Tidur? Atasi Insomnia dengan Memenuhi Asupan Vitamin Ini)

Itulah mengapa sangat penting untuk mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang sudah diberikan oleh dokter. Konsumsi obat sesuai dosis akan membantu terapi berjalan dengan lancar dan meminimalkan risiko munculnya efek samping.

Cara Konsumsi

Obat ini berada dalam sediaan tablet maupun kapsul dan bisa diminum seperti obat tablet biasa dengan air putih. Berikut adalah beberapa aturan yang perlu diperhatikan berkaitan dengan konsumsi Levopar.

  • Obat ini diminum secara rutin setiap hari dengan jam minum yang sama setiap harinya.
  • Setelah meminum obat, Anda disarankan untuk beristirahat. Dilarang mengemudikan kendaraan setelah konsumsi obat karena efek dari obat ini bisa mengganggu kemampuan mengemudi.
  • Selama mengonsumsi obat Anda disarankan untuk menghindari alkohol. Alkohol bisa memperparah efek samping yang timbul akibat konsumsi obat ini.
  • Reaksi alergi dan overdosis harus diatasi secepat mungkin.
  • Pasien yang menderita alergi benserazide HCl dan carbidopa harus menginformasikan kondisi tersebut kepada dokter.
  • Ibu hamil dan menyusui bisa mengonsumsi obat ini hanya jika manfaat dari obat ini lebih besar dari kerugian yang ditimbulkan.
  • Konsumsi obat bisa dilakukan sebelum maupun sesudah makan.
  • Sebaiknya, konsumsi obat tidak diikuti dengan konsumsi makanan yang berprotein tinggi. Kandungan protein tinggi bisa menyebabkan kemampuan absorpsi obat jadi berkurang.

Penggunaan senyawa benserazide HCl sebagai bagian dari terapi penyakit parkinson harus dilakukan dengan hati-hati. Obat ini masuk ke golongan obat keras sehingga penting sekali untuk meminta pengawasan dari dokter pribadi Anda.

Sumber:

National Library of Medicine. Benserazide hydrochloride. Diakses pada 2020.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis