fbpx

Apa Itu Diabetes Insipidus? Samakah dengan Diabetes Melitus?

Sep 14, 2020 | Diabetes | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Diabetes insipidus adalah kondisi penyakit yang cukup langka, dengan gejalanya yang selalu merasa haus dan pada saat yang bersamaan sering buang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika keadaannya sangat parah, penderita dapat buang air kencing sebanyak 20 liter sehari.

Penyakit diabetes insipidus adalah penyakit yang berbeda dengan diabetes melitus, jika diabetes insipidus tidak ada kaitannya dengan kadar gula dalam darah, lain halnya dengan diabetes melitus yang merupakan penyakit jangka panjang dengan ditandai kadar gula darah yang di atas normal.

Penyebab

Diabetes insipidus disebabkan dikarenakan gangguan hormon antidiuretik atau antidiuretic hormone atau ADH yang berperan dalam mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon antidiuretik ini dihasilkan di hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak. Kemudian disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Hormon antidiuretik dikeluarkan oleh kelenjar pituitari saat kadar air di dalam tubuh terlalu rendah. Antidiuretik ini bersifat berlawanan dengan diuresis. Diuresis berarti produksi urin. Fungsi dari hormon antidiuretik adalah membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan cara mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine

Yang menjadi penyebab terjadinya diabetes insipidus yaitu berkurangnya produksi hormon antidiuretik atau saat ginjal tidak lagi merespons seperti biasanya terhadap hormon antidiuretik. Sebagai akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak sanggup menghasilkan urine yang pekat. Orang yang berada dalam kondisi ini akan selalu merasa haus serta minum dengan lebih banyak karena ia berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang telah hilang.

Jenis Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus dibagi menjadi dua macam, yaitu diabetes insipidus kranial dan diabetes insipidus nefrogenik.

Diabetes Insipidus Kranial

Diabetes insipidus kranial adalah diabetes insipidus yang disebabkan karena tidak cukupnya hormon antidiuretik dari hipotalamus di dalam tubuh. Keadaan ini dapat disebabkan karena kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari. Kerusakan bisa diakibatkan oleh terjadinya infeksi, operasi, cedera otak, serta tumor otak. 

Beberapa penyebab diabetes insipidus kranial yang lebih jarang terjadi, diantaranya kekurangan oksigen pada otak akibat stroke, kanker otak, infeksi yang merusak otak seperti ensefalitis dan meningitis, sindrom Wolfram yaitu kelainan  genetik langka yang dapat menyebabkan kehilangan pandangan. Namun ada sekitar 1 dari 3 kasus diabetes insipidus kranial yang tidak diketahui penyebabnya

Diabetes Insipidus Nefrogenik

Diabetes insipidus nefrogenik adalah jenis diabetes insipidus yang muncul ketika tubuh memiliki hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, namun organ ginjal tidak mampu merespons terhadapnya. Hal ini bisa disebabkan oleh rusaknya fungsi organ ginjal atau bisa juga dikarenakan faktor keturunan atau karena obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, seperti lithium.

Diabetes insipidus nefrogenik dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Congenital Nephrogenic Diabetes Insipidus

Congenital nephrogenic diabetes insipidus lebih dikenal dengan sebutan diabetes insipidus nefrogenik kongenital. Penderita diabetes nefrogenik kongenital merupakan penyakit bawaan atau keturunan yang hanya dapat ditularkan dari ibu kepada putranya. Hal ini akibat pengaruh mutasi genetika AVPR2. Sedangkan mutasi genetika AQP2 dapat memengaruhi baik anak laki-laki maupun anak perempuan

2. Acquired Nephrogenic Diabetes Insipidus

Penyebab utama acquired nephrogenic diabetes insipidus yang paling umum adalah efek samping penggunaan obat lithium. Lithium jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan membuat sel-sel organ ginjal menjadi rusak dan kemudian tidak dapat lagi bisa merespons hormon antidiuretik. Jika Anda mengonsumsi lithium, pastikan untuk melakukan pemeriksaan organ ginjal tiap tiga bulan sekali. Karena hampir 50 persen pengguna obat ini dalam jangka panjang mengalami diabetes insipidus nefrogenik.

Ketika Anda mengalami gejala diabetes insipidus, biasanya Anda selalu merasa haus dan frekuensi buang air kecil lebih dari biasanya. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasakan gejala diabetes insipidus tersebut. Tidak sepenuhnya yang  Anda alami adalah diabetes insipidus, namun akan lebih baik jika Anda mengetahui penyebab pastinya dengan memeriksakan diri ke dokter.

Perlu diketahui, orang dewasa dalam sehari buang air kecil sebanyak 4-7 kali, sedangkan anak kecil buang air kecil hingga 10 kali dalam sehari. Hal ini disebabkan kandung kemih anak-anak berukuran lebih kecil dari orang dewasa. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyebab dan menetapkan diagnosis terhadap kondisi yang dialami seseorang.

Pengobatan

Pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan pada kasus yang ringan diabetes insipidus kranial. Anda cukup mengonsumsi air yang lebih banyak untuk mengimbangi jumlah cairan yang telah terbuang. Jika memang diperlukan, Anda bisa mengonsumsi obat desmopressin yaitu obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik.

Sedangkan untuk diabetes insipidus nefrogenik, digunakan obat thiazide diuretik. Obat ini berfungsi untuk menurunkan jumlah urin yang dihasilkan organ ginjal.

Komplikasi

Salah satu komplikasi yang disebabkan oleh diabetes insipidus adalah dehidrasi yaitu rendahnya jumlah air atau cairan dalam tubuh. Apabila dehidrasi yang terjadi ringan oralit dapat digunakan untuk mengatasinya. Namun dehidrasi yang dialami cukup parah perlu penanganan di rumah sakit untuk mengatasinya.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan Anda? Temukan solusi konsultasi dokter gratis dengan mengunduh aplikasi Lifepack yang tersedia di Google Play Store dan App Store sekarang!

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis